Loading...

Bpp Simou Mandiri Benih, Kelompok Tani Kalompeata Mampu Memproduksi Benih Jagung Unggul

Bpp Simou Mandiri Benih, Kelompok Tani Kalompeata Mampu Memproduksi Benih Jagung Unggul
Donggala. 10 Maret 2021, tepatnya Berada di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou, pada kelompok tani Kalompeata Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, telah dilaksanakan Gerakan Panen Jagung, Pada Kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman (P3BT) Varietas Hj 21 dan NASA 29 Tahun anggaran 2020 Berbasis Koorporasi seluas 50 Ha. Kerjasama PT Mulia Agro Sarana (MAS) dan Koperasi HKTI. Benih jagung hibrida yang dihasilkan oleh kelompok tani ini diperioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan benih jagung Hibrida di wilayah Kabupaten Donggala yang sebelumnya didatangkan dari propinsi Jawa timur. Direktur Perbenihan Bapak Edi Purnawan SP.,M.Sc mengawali Uraian singkatnya, dengan menyampaikan salam dari Bapak Mentri Pertanian untuk seluruh Petani dan Penyuluh Pertanian, di Sulawesi tengah khusunya di Kabupaten Donggala, beliau menginformasikan bahwa kebutuhan Indonesia akan benih jagung sebanyak 64 Ribu Ton pertahunnya untuk menghasilkan jagung konsumsi sebanyak 23 Juta Ton pertahun. Sedangkan keadaan saat ini 90 % benih Jagung diproduksi di wilayah Jawa Timur, sehingga untuk memenuhi kebutuhan benih pada wilayah lain di Indonesia diperlukan biaya pengiriman yang banyak. Olehnya Program P3BT ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan ini. melalui program P3BT ini, diharapkan akan tersebarnya Petani-Petani Penangkar yang handal dan ahli yang dapat memproduksi benih diseluruh wilayah Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Beliau juga menambahkan pada sambutannya, bahwa kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian diharapkan dapat mensukseskan kegiatan melalui dukungan ketersediaan ALSINTAN dan perbaikan Irigasi. Dalam Sambutannya Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Tengah yang dibacakan oleh Kepala bidang Tanaman Pangan Ibu Retno. Menginformasikan bahwa kebutuhan benih jagung untuk wilayah Sulawesi Tengah sebanyak 1300 Ton, beliau berharap kelompok tani yang mendapatkan program P3BT ini, dapat menularkan Ilmunya kepada kelompok lain, agar nantinya kelompok petani penangkar di Sulawesi Tengah terus bertambah dan dapat memenuhi kebutuhan benih minimal di wilayah Sulawesi tengah. Hal senada disampaikan oleh Bapak Ir.Bambang Selaku Direktur PT Mulia Agro Sarana (MAS), beliau atas nama PT MAS mendukung sepenuhnya Donggala Menjadi kabupaten produsen benih jagung untuk wilayah Sulawesi tengah bahkan Indonesia,` sambil memegang satu buah jagung hasil panen beliau menginformasikan kepada peserta dan tamu undangan yang saat itu dihadiri oleh tim BPP Nupabomba, dan tim BPP Lero sebagai BPP tetangga kecamatan, serta TNI dan Polri. Beliau dengan semangat memperkenalkan bahwa benih yang dihasilkan oleh petani penangkar Kelompok tani Kalompeata merupakan benih unggul Variyetas HJ 21 dan NASA 29 yang telah siap bersaing dengan produsen lainnya ditanah air. Namunpun demikian dukungan bantuan dan kerjasama dari semua pihak dan instansi terkait seperti Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian BPSB, Balai Proteksi POPT dan Penyuluh pendamping sangat diharapkan untuk peningkatan mutu benih yang telah dihasilkan. Sebagai penutup pada acara ini, Bapak Bupati Donggala Drs H Kasman Lassa SH.MH, dalam sambutannya Menegaskan pentingnya sebuah manejemen, Manejeman yang baik ditingkat kelompok tani penangkar benih akan menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan kegiatan ini dengan atau tanpa bantuan dari pemerintah dalam artian terciptanya petani penangkar Swadaya yang mampu memproduksi benih unggul serta berkelanjutan, dan hal ini tidak dapat terlepas dari peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL ) sebagai garda terdepan tersampainya informasi dan teknologi ditingkat kelompok tani. di tambahkan oleh beliau sebagai informasi bahwa di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang dikoordinir oleh wanita tangguh Merliin,SP ini, selain telah ada Petani penangkar Jagung, juga telah ada petani penangkar padi, Kedelai, Bawang Merah dan Bawang Putih. Olehnya pemerintah Kabupaten akan fokus menjadikan Kecamatan ini sebagai Kecamatan Mandiri Benih