Loading...

BPTPH Provinsi Bali Laksanakan Kegiatan PPHT Kacang Tanah di Kecamatan Kubu

BPTPH Provinsi Bali Laksanakan Kegiatan PPHT Kacang Tanah di Kecamatan Kubu
Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Komoditas Kacang Tanah di 2 lokasi Kecamatan Kubu yaitu Poktan Pula Sari dan Poktan Karya Maju, Desa Tulamben dari bulan Januari – Maret 2021. Kegiatan PPHT ini merupakan pengganti kegiatan sekolah lapang (SL) yang dulu sering diadakan dimana pelaksanaannya berupa pembelajaran di kelas dan praktek serta demo cara. Ada dua kelompok yang mengajukan permohonan kegiatan PPHT ini yaitu Kelompok Tani (KT) Pula Sari dengan Ketua I Wayan Durma dan KT Karya Maju dengan Ketua I Nengah Budi. Pembelajaran di kelas dilaksanakan di balai pertemuan masing-masing kelompok dan disesuaikan dengan jadwal yang telah dibuat yaitu KT Pula Sari pada hari Selasa dan KT Karya Maju pada hari Rabu setiap minggunya. Adapun materi pembelajaran di kelas terdiri dari Kebijakan Umum Pertanian Provinsi Bali, Teori Pembuatan Pupuk Organik dan MOL, Pengenalan OPT Utama Kacang Tanah, dan Teori Pembuatan Pestisida Nabati. Kegiatan praktek lapang terdiri dari praktek pembuatan pupuk organic, pembuatan MOL, dan pembuatan pestisida nabati. Sedangkan untuk demo cara berupa pendampingan dan percontohan cara pengamatan OPT pada tanaman kacang tanah sebanyak 8 kali pertemuan. Setelah pengamatan, dilakukan presentasi terkait hasil pengamatan OPT di lahan petani kepada petani anggota lainnya. Kegiatan PPHT dilaksanakan dimulai dari sebelum tanam, seperti pembuatan pupuk organic, dilanjutkan dengan penanaman, pemeliharaan tanaman, dan panen hasil. Setelah panen hasil, dilakukan kegiatan Analisa Usaha Tani Kacang Tanah untuk membandingkan produksi yang dihasilkan petani sebelum kegiatan dan setelah kegiatan PPHT diadakan. Dari hasil analisa, didapatkan produksi hasil kacang tanah meningkat sekitar 100 kg dibandingkan sebelumnya karena dilakukan tambahan pemberian MOL dan pestisida nabati untuk mengendalikan OPT kacang tanah tersebut. Selama acara berlangsung, pelaksanaan kegiatan tetap mengikuti protocol kesehatan antisipasi penyakit Covid-19 dengan menerapkan cuci tangan, penggunaan masker, dan menjaga jarak. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani lebih paham terkait pengendalian OPT Kacang Tanah secara terpadu sehingga produksi dapat ditingkatkan dan pendapatan petani kesejahteraan petani anggota juga lebih baik. (janu)