Loading...

Bubuk Hijau Pengusir Uret Pada Tanaman Tebu

Bubuk Hijau Pengusir Uret Pada Tanaman Tebu
Uret adalah salah satu hama yang paling banyak menyerang tanaman tebu. Bagian dari tanaman yang diserang adalah daerah perakaran, dengan cara memakannya dan membuat lubang gerekan pada pangkal batang tebu yang cukup besar. Menurut Indrayani, 2017 menyatakan gejala awal tanaman tebu yang terserang uret yaitu layu pada bagian pucuk tanaman, daun tebu yang semula hijau menjadi berwarna kekuningan mirip dengan gejala kekeringan diikuti oleh kematian tanaman dan jika berlanjut hingga tanaman dewasa bisa dipastikan akan menurunkan produktivitasnya atau bahkan gagal panen. Pengendalian yang bisa dilakukan adalah dengan cara mekanis pemasangan lampu perangkap, kultur teknis pergiliran tanaman, secara hayati dan kimia. Selama ini kebanyakan petani menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama yang satu ini. Pestisida yang digunakan berbahan aktif carbofuran. Mereka menginginkan sesuatu yang instan dalam mengatasi permasalahan. Padahal kita tahu bahwa penggunaan pestisida sangat berbahaya bagi tanah dan tanaman itu sendiri. Semakin banyak penggunaan pestisida kimia akan mencemari tanah, sehingga diperlukan alternatif yang aman dan efektif dan tidak mencemari lingkungan. Uret mempunyai musuh alami yang bisa digunakan sebagai agen hayati untuk pengendalian hama ini yang banyak menyerang tanaman tebu. Jamur Metarhizium anisopliae adalah agen hayati yang bisa digunakan untuk pengendalian hama uret. Metarhizium anisopliae sebelumnya dikenal sebagai Entomophthora anisopliae adalah jamur yang tumbuh secara alami di tanah di seluruh dunia dan menyebabkan penyakit pada berbagai serangga dengan bertindak sebagai parasitoid. Jamur berwarna hijau berbentuk bubuk ini bisa dengan efektif mengendalikan uret walaupun tidak secara instan. Cara penggunaannya pun juga cukup mudah bisa dilakukan dengan cara dikocorkan atau dicampurkan dengan pupuk kandang. Dengan cara pengkocoran bisa dilakukan dengan dosis Metarizium 100 gram kemudian dilarutkan air dalam drum isi 200 liter kemudian dicampur dengan molase / gula cair 500 ml. Aplikasinya dilakukan pada hama uret di daerah potensi sarang. Gejala terinfeksi pada uret bisa dilihat pada waktu 1 – 2 minggu kemudian. Aplikasi 100 gram metarizium ini digunakan untuk lahan seluas 1000 m 2. Aplikasi pencampuran dengan pupuk kandang memerlukan metarizium 100 gram. Pupuk kandang yang diperlukan 50 kg untuk indukan dan diperam selama 2 minggu agar spora lebih berkembang dan aktif pupuk kandang indukan 50 kg bisa dicampur dengan pupuk kandang 1 ton untuk luas lahan 1000 m2. Campuran ini kemudian disebar merata pada daerah perakaran tanaman. Waktu yang tepat untuk aplikasi adalah pada lahan yang akan ditanami tebu dan diulang lagi pada saat pembumbunan 1 umur 3-4 minggu serta pada saat pembubunan ke 2 umur 2-3 bulan setelah tanam. Disebarkan pada barisan tanaman yang terserang hama. Terdapat hasil penelitian dari Kesarasing et al, 2010 menunjukkan bahwa pengendalian hama uret tebu dengan jamur metharizium anisopliae efektif menurunkan serangan hama uret sebesar 91,9% pada hari ke 60 setelah perlakuan dengan produktivitas tebu tertinggi sebesar 94,2 ton/ha. Semua ini semakin membuat kita yakin bahwa pengendalian hama uret secara hayati bisa juga efektif dalam menekan perkembangbiakannya sehingga bisa menyelamatkan keberlangsungan hidup tanaman tebu. Dengan menggunakan jamur Metarhizium anisopliae dapat menurunkan populasi hama uret di pertanaman tebu dan meningkatkan hasil panen lebih dari 60%. Si hijau ini dapat bertahan di pertanaman lebih dari enam bulan sehingga berpotensi mengendalikan hama uret dalam jangka panjang. Metarhizium anisopliae merupakan solusi yang bisa dipertimbangkan untuk alternatif pengendalian hama uret pada tebu yang cukup bijak dan efektif serta ramah lingkungan. Oleh: Santi Ariani, SP DAFTAR PUSTAKA Indrayani, IGAA. 2017. Potency of Metarhizium anisopliae (Metsch.) Sorokin for biocontrol of sugarcane white grub, Lepidiota stigma (Coleoptera: Scarabaeidae). Abstract Kesarasing, U.H., R.K. Patil and Y.H. Sujay. 2010. Field evaluation of Metarhizium anisopliae (Metschnikoff) Sorokin against white grubs in sugarcane and arecanut. Society for Biocontrol Advancement 24(4). 1p. Abstract http://www.mosamandiri.co.id diakses online pada tanggal 14 Juli 2018 http://www.puslitgula10.com diakses online pada tanggal 14 Juli 2018