Loading...

BUDI DAYA TANAMAN SORGUM PADA LAHAN TADAH HUJAN POLA TUMPANGSARI JAGUNG-SORGUM-KOMAK DI KECAMATAN NGULING KABUPATEN PASURUAN

BUDI DAYA TANAMAN SORGUM PADA LAHAN TADAH HUJAN POLA TUMPANGSARI JAGUNG-SORGUM-KOMAK DI KECAMATAN NGULING KABUPATEN PASURUAN
BUDI DAYA TANAMAN SORGUM PADA LAHAN TADAH HUJAN POLA TUMPANGSARI JAGUNG-SORGUM-KOMAK DI KECAMATAN NGULING KABUPATEN PASURUAN Latar Belakang Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan lahan kering yang pontensial di kembangkan di indonesia. Manfaat sorgum sebagai bahan pangan, pakan, bio energi (bio etanol). Tanaman sorgum dapat beradaptasi pada lahan kering yang biasanya merupakan tanah (lahan) marginal. Tanaman sorgum lebih toleran terhadap kekeringan dibanding dengan tanaman pangan lain yang serupa seperti jagung. (Deptan 1990). Biji Sorgum mempunyai kualifikasi nutrisi sebanding dengan jagung dan beras, dengan bahan kandungan proteinnya lebih tinggi namun rendah lemak. Manfaat biji sorgum yaitu untuk tanaman pangan, di mana pengolahannya di lakukan seperti pada pengolahan biji dari malai kemudian proses pecah kulit dan di lanjutkan penyosohan yang berguna untuk melepaskan kulit ari dari biji sorgum. Selain sebagai bahan pangan (beras sorgum) masyarakat juga memanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, seperti lupis, getas dan juga tape sorgum. Sedangkan batang tanaman sorgum digunakan sebagai hijau pakan ternak ruminansia. Dinegara maju seperti Amerika,sorgum digunakan sebagai bahan baku energi yang terbarukan , terutama untuk sorgum jenis sorgum manis.Sorgum termasuk jenis tanaman serealia. Jika ditijau dari Taksonominya sorgum termasuk dalam Kingdom : Plantae Sub Kingdom : Viridiplantae Divisi : Tracheophyta Kelas : Magnoliopphytina Ordo :Poales Famili : Poaceae Genus : Sorgum Moench Species : Sorgum bicolor L Membudidayakan tanaman sorgum memiliki beberapa syarat yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman sorgum ,adapun syarat nya antara lain : Syarat tumbuh, Iklim yang sesuai, syarat tumbuh ; Tanah : Sorgum dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah kecuali pada tanah merah, kuning yang masam. Kemampuan adaptasi tanaman sorgum sangat baik serta sistem perakaran yang menyebar di banding tanaman jagung hal ini yang menyebabkan tanaman sorgum lebih toleran pada tanah berlapis keras dangkal. Adapun jenis tanah yang bisa ditanami tanaman sorgum antara lain ; Tanah Vertosol (Grumol) Aluvial, Andosol, Regosol dan Mediteran. Iklim ; Daerah yang mempunyai curah hujan dan kelembapan udara rendah sesuai untuk tanaman sorgum, curah hujan 50 – 100 mm per bulan pada 2,0 – 2,5 bulan sejak tanam. Walaupun demikian tanaman sorgum dapat tumbuh dan menghasilkan produksi tinggi pada daerah yang curah hujannya tinggi selama fase pertumbuhan sampai dengan panen. Di pasuruan, kecamatan Nguling desa Sudimulyo, Randuati dan Kedawang tanaman sorum di budidayakan pada Musim tanam II di lahan Kering / tadah hujan dinama kondisi tanah pada masa itu mengalami musim hujan separo dari musim tanam II. Selain itu tanaman sorgum juga di jadikan sebagai tanaman selingan dengan jagung atau tanaman tumpang sari dengan jagung atau dengan komak. Tumpang sari ; dimana tanaman jagung merupakan tanaman utama, sedangkan tanaman sorgum sebagai tanaman selingan. Adapun maksud dan tujuan dari pola tanam ini supaya lahan yang di tanami lebih efektif berproduksi pada musim tanam kering pertama di mana curah hujan sudah mulai berkurang hingga akhirnya masuk musim kering sebelum tanaman sorgum berbunga. c.Suhu & tinggi tempat Sorgum lebih sesuai di tanam di daerah yang bersuhu panas, lebih dari 20oC dan udara kering pada ketinggian 1.00 – 500 mdpl umur panen sorgum menjadi lebih panjang. Teknik Budiaya a.Penyiapan Benih Kebutuhan benih sorgum untuk 1 Hektar kisaran 10-15 kg /Ha.Benih Sorgum dapat dipertahankan kemampuan tumbuhnya selama periode tertentu asal disimpan dengan baik dalam kemasan yang dapat dipertahankan kadar airnya sampai 10% didalam suhu ruangan 10 – 16 derajat celcius. b.Waktu Tanam Di Kecamatan Nguling ,musim tanam sorgum dilaksanakan pada musim tanam II. Dengan sistem tanam tumpang sari dengan tanaman utama yaitu tanaman jagung dan sorgum sebagai tanaman sampingan. Setelah tanaman utaman panen, sorgum masih mengalami masa pertumbuhan generatif. Pada saat itu petani biasanya melakukan tanam komak diantara tanaman sorgum tersebut. Dimana tanaman sorgum akhirnya bertumpangsari dengan tanaman komak. penyiapan Lahan Lahan dibersihkan dari sisa sia tanamannya atau tanaman perdu yang dapat menganggu pengolahan tanah. Pengolahan Tanah dimaksudkan untuk menggeburkan tanah , meningkatkan aerasi tanah dan pengendalian gulma. Dikecamatan Nguling budidaya tanaman sorgum di budidayakan di lahan tadah hujan dimana pengairannya hanya mengandalkan air hujan makapengolahan tanahnya cukup sederhana yaitu dengan hanya dicangkul permukaan tanah nya atau di traktor ( bagi yang memiliki dana cukup ) tujuan pengolahn tanah hanya untuk membalik tanh saja sehingga terhindar dari sifat asam tanah serta dapat menghambat penguapan air tanah. Waktu yang tepat untuk mengolah tanah setalah hujan deras turun ke 1 atau 2 kali , maka pembalikan tanah akan segera . Penanaman Penanaman dilakukan dengan telah disiapkan lubang tanah sebelumnya dengan jarak tanam yang cukup lebar (75 – 85 cm ) x 30 cm hal ini dilakukan karena tanaman ini dibudidayan tumpang sari dengan tanaman jagung kemudian selanjutnya disambung tumpang sari dengan tanaman komak. Sedangkan kedalaman lubang tanah kisaran kurang lebih 5 cm , diaman setiap lubang berisi 4-6 biji sorgum kemudian ditutup dengan abu atau pupuk organik dan pada 5-7 hari benih akan tumbuh. Pada umur 2-3 minggu dilakukan penjarangan tanaman dengan hanya meninggalkan 3-4 tanaman saja. e.Pemupukan Secara tradisional sorgum umumnya ditanam di lahan kering dengan tingkat kesuburan rendah, sehingga hasil rendah. Namun secara umumnya sifat tanaman sorgum memeiliki sistem perakaran yang menyebar sehingga berpotensi menyerap unsur hara dan air yang opimal dari tanah . Pada kondisi lingkungan yang terbatas terbatas sorgum dapat tumbuh dengan baik dibanding kan dengan tanaman lain, namun hsilnya akan tinggi jika didukung dengan kondisi air dan hara yang optimal. Tanaman sorgum akan tumbuh dengan baik pada pH 6-7,5 . Jika pada kondisi pH > 7,5 akan rentan terjadi defisiensi unsur hara mikro singga dapat menghasilkan produksi sorgum yang rendah. Pada budidaya tanaman sorgum yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Nguling dimana tanaman sorgum tumpangsari dengan tanaman jagung ,maka pemupuka yang dilakukan mengikuti dosis pemupukan yang direkomendasikan untuk tanaman jagung, yaitu : Urea sebanyak 300 kg /Ha dan NPK 300 kg /Ha , organik 200 kg – 100 kg/Ha. Karena sorgum merupakan tanaman sampingan ma perlakuan pemupukan hanya sebatas mengikuti ( nunut dalam bahasa Jawa ) pemupuka tanaman utama yaitu jagung. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman sorgum dilakukan jika tanaman terjadi kekuangan air. Walaupun sorgum termasuk tanaman yang toleran terhadap kekeringan namun pada masapertumbuhan vegetatif tetap memerlukan air yang cukup jika terjadi kekurang air maka tanaman akan mengalami kekeringan dan berakibat terjadi gagal tumbuh bahkan gagal tanam/ Selain pemberian air, sorgum juga harus dipelihara dari tumbuhn seperti gulma, sehingga tidak terjadi kompetisi . Dalam proses ini disebut penyiangan , dan pada umumnya penyiangan dialkukan atau dilakukan penyiangan pada saat penjarangan tanaman. Pembumbunan juga merupakan langkah yang harus dikalukan , maka petani yang membudidayakan tanaman sorgum ini melakukan pembumbunan sorgum pada saat pembumbunan pada tanaman jagung. Untuk serangan hama penyakit sangatlah jarang ditemui , jika ada biasanya menyerang tanaman jagung sedangkan tanaman sorgum masih tetap sehat. Panen dilakukan jika jika biji sorgum sudah benar benar bernas, yaitu pada saat sorgum usia 3-4 bulan setelah tanam. Cara panen dengan cara memoton tangkai malai sepanjang 15 cm-20 cm selajutnya dijemur di bawah sinar matahari. selajutnya di lakukan perontokan dan pemecahan kulit , perlakuan yang hampir mirip pada biji padi. Hanya berbeda pada perlakuan penyosohan dimana kulit biji sorgum lebih keras dari kulit biji padi maka penyosohan dilakukan secara manual yaitu ditumbuk.