Loading...

BUDIDAYA AYAM LOKAL UNGGUL

BUDIDAYA AYAM LOKAL UNGGUL
Indonesia sebagai negara agraris mempunyai kekayaan sumber daya genetik termasuk jenis ayam lokal asli maupun lokal pendatang. Ayam lokal asli maupun ayam lokal pendatang tersebar di semua wilayah kepulauan Indonesia. Ada 2 rumpun yaitu rumpun spesifik seperti ayam Kedu, Sentul Gaok, Nunukan, Merawang dan rumpun yang tidak spesifik yaitu ayam kampung. Pada tahun 2017 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menghasilkan inovasi teknologi bibit ayam kampung Unggul Banglitbangtan dikenal akrab dengan nama KUB-1 dan Sentul Terseleksi ( SenSi ). Ayam KUB -1 merupakan galur ayam kampung petelur hasil penelitian Balitnak yang mempunyai keunggulan hasil produksi telurnya lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa. Ciri ciri ayam KUB-1 warna bulu beragam sebagaimana ayam kampung biasa yang didominasi warna hitam campur coklat dan kehitaman. Jengger tunggal berbentuk peal. Puncak produksi telur ayam KUB-1 mencapai 65-70% pada umur 30-35 minggu dengan berat telur 36-45 gram/butir. Ayam SenSi-1 Agrinak adalah galur baru ayam lokal type pedaging produksi dari Balitnak dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 39/KpTs/PK.020/1/2017 tentang Pelepasan Galur Ayam Sensi-1 Agrinak. Ciri ciri ayam SenSi-1 Agrinak warna bulu abu abu dan putih bercak hitam untuk ayam jantan dan betinanya Berat badan ayam jantan SenSi-1 Agrinak umur 70 hari 1.066 gram/ekor dan ayam SenSi -1 Agrinak betina mencapai 745 gram/ekor.Pengelola usaha budidaya ayam lokal unggul dapat dilakukan dua cara yaitu a) petani plasma pembudidaya ayam unggul, b) petani inti ayam unggul Petani plasma pembudidaya Ayam Unggul Petani plasma mula adalah petani yang berbudidaya ayam unggul mulai DOC sampai ayam umur 10-12 minggu untuk jenis ayam pedaging dan ayam petelur sampai umur 30-35 minggu batas maksimal puncak produksi telur. Kandang persyaratan utama merupakan kunci keberhasilan berbudidaya ayam unggul utamanya untuk periode brooding. Periode brooding merupakan periode penting 4 minggu awal hidup DOC yang akan menentukan keberhasilan usaha budidaya ayam buras.Kandang menjadi persyaratan utama yang harus dimiliki petani plasma pembudidaya ayam unggul. Kandang brooding yaitu kandang yang digunakan untuk ayam DOC harus disediakan alat pemanas untuk penghangat ruangan yang biasa dikenal dengan nama brooder. Brooder dapat digunakan peralatan modern pakai listrik atau yang sederhana dengan arang sekam.Sebelum DOC datang kandang dianjurkan untuk dilakukan penyemprotan menggunakan disenfektan dan pada lantai dasar dan dinding kandang dilakukan pengapuran dengan menggunakan kapur tohor teknologi yang dianjurkan untuk luasan satu meter persegi lantai dasar membutuhkan 0,4 kg kapur .tohor. Setelah lantai dasar kering baru ditebarkan sekam, biasa dikenal dengan nama litter. Teknologi yang dianjurkan ketebalan litter 10 cm Petani inti Ayam UngggulPetani inti adalah petani yang dipercayakan untuk menghasilkan bibit ayam unggul petelur atau pedaging..Petani inti harus menyiapkan kandang ayam unggul untuk tempat hidup ayam. Kepadatan kandang yang dianjurkan pada budidaya pembibitan ayam unggul luas kandang 3 x 4 meter dapat diisi 6 ekor jago dan 30 ekor ayam betina. Pada lantai kandang disebarkan sekam seba alas kandang yang dilengkapi tempat pakan,tempat minum dan sarang bertelur. Kandang ayam harus dalam keadaan bersih dan tidak mengganggu lingkungan teknologi yang dianjurkan posisi kandang membujur dari timur ke barat agar pertukaran udara dalam kandang bagus. Pada budidaya penghasil bibit ayam, ayam jantan harus tersedia dalam kandang jumlah perbandingan ayam jantan dan betina harus diperhatikan benar, teknologi yang dianjurkan ratio jantan : betina 1: 5-9 ekor, artinya seekor pejantan dapat melayani 5-9 ekor ayam betina.Pakan yang diberikan pada ayam unggul harus menenuhi persyaratan kandungan gizi pakan yang dibutuhkan untuk hidup pokok dan menghasikan produksi. Pakan yang diberikan pada ayam bisa terbuat dari pakan pabrik dan pakan yang meramu sendiri. Pakan yang diberikan pada ayam unggul 100 gram/ekor/hari dengan jadwal yang pemberian 2 kali sekali pagi dan sore. Air minum tersedia sepanjang waktu. Penetasan telur dilakukan secara alami atau menggunakan mesin tetas. Telur yang akan ditetaskan maksimal 7 hari setelah induk ayam bertelur, berat telur yang akan ditetaskan dianjurkan 36 – 45 gram, kondisi normal dan dalam keadaan bersih., kulit telur permukaan halus dan tidak retak. Priwanti PP BPPSDMP KementanSumber : Sofyan Iskandar, Petunjuk Teknis Produksi Ayam Lokal Pedaging Unggul (Progam Perbibitan Tahun 2017 ) Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian 2017