Persiapan Benih Benih bawang daun bisa diperbanyak secara generatif maupun vegetatif, perbanyakan generatif adalah perbanyakan bibit tanaman melalui biji, sedangkan perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan cara memecah anakan dan rumpung utama. Benih bawang yang berasal dari biji mempunyai kekurangan yaitu waktu panen yang lebih lama dibandingan dengan yang berasal dari tanaman anakan. Umumnya petani melakukan perbanyakan tanaman bawang daun melalui perbanyakan secara vegetatifdari usia tanaman yang dapat di pecah untuk diambil anakannya yang telah berusia 2,5 bulan dengan ciri ciri yang telah memiliki rumpung yang banyak dan tidak terserang hama penyakit. Penyiapan Lahan Bersihkan lahan dan rumput rumputkemudian cangkul atau dibajak dengan menggunakan cultivator dengan kedalaman lapisan oleh sekitar 30-40 cm.Setelah itu buat bedengan dengan lebar 1-1,2 cm dan panjangnya di sesuaikan dengan kondisi lahan setelah bedengannya jadi maka pemberian pup[uk organik dengan cara diampar diatas bedengan kenudian diratakan dan diaduk dnegan cangkul agar pupuk organik tersebut tercampur sempurna dengan tanah bedengan untuk menghindari terjadinya penggenangan lahan pada saat musim hujan maka harus dibuatkan parit diantara bedengan dengan lebar 30-40 cm dan kedalaman 30 cm. Pembuatan parit atau saluran air sangat diperlukan agar drainase lancar karna bawang daun tidak menyukai genangan. Pengaturan jarak tanam dan penanaman Jarak tanam yang digunakan sangat mempengaruhi jumlah populasi tanaman, yang berpengaruh secara langsung pula terhadap populasi. Untuk usaha penanaman bawang daun secara monokultur maka dapat menggunakan jarak tanam 20x25 cm, 20x20 cm atau 30x20 cm atau mengikuti tingkat kesuburan lahan. Pengaturan jarak tanam bawang daun juga dapat lebih baik nperlebar terutama jarak antara barisan, pengaturan jarak seperti ini umumnya dapat dilakukan pada pola tanam tumpang sari seperti tumpang sari kentang dengan bawang daun dengan tanaman kubis yaitu dengan jarak tanam 80x25 cm, 20x75 cm. Waktu penanaman yang baik adalah pagi atau sore hari dimana cahaya matahari pada saat itu tidak terlalu terik sehingga suhu udara dilaju respirasi tidak terlalu tinggi, penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang dan bibit tunas anak ditanam dengan posisi tegak lurus dan di timbung dengan tanam kembali dan disiram. Pemeliharaan Pemeliharaan yang paling penting dilakukan adalah penyiraman dan pemupukan, penyiraman dilakukan bilaman kondisi cuaca kering dengan porsi secukupnya karna bawanmg daun tidak menyukai tanah yang terlalu basah atau becek. Pnyiangan terhadap gulma dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah yang mungkin terjadi pemadatan. Pembumbunan pangkal batang secara bertahap dapat dilakukan untuk mendapatkan warna putik pada batang semu bawang daun. Untuk lebih meningkatkan produktivitasnya maka selain pemberian pupuk kandang sebagai pupuk dasar maka perlu pula dilakukan pemberian pupuk buatan seperti Urea 150-200 kg/ ha, dengan diberikan sebanyak 2x yaitu pada umur 21 hari dan sisanya pada umur 42 hari setelah tanam, Pupuk SP36 dan di berikan juga sebanyak 2 kali, seperti pupuk urea dengan dosis pemupukan pertama SP36 50 kg KCL 50 kg dan pemupukan kedua sp36 50 kg KCL 25 kg, Cara aplikasi yaitu dengan membuat larikan kurang lebih 5 cm dari batang dari kiri ke kanan batang dan membumbunnya kembali dengan tanah. Pada pola tanam tumpang sari pemupukan susulan dapat dilakukan pada setiap setelah panen akan tetap menyisahkan tanaman induk untuk mengeluarkan anakan selanjutnya, baik menggunakan pupuk organik maupun an organik. Panen Pemanenan dapat dilakukan setelah berumur 2,5 bln sejak bibit ditanam atau yang sudah memasuki umur 5 bln sejak biji mulai disemai,. Ciri ciri bawang daun yang siap dipanen adalah jumlah rumpung mulai banya, tesktur keras jika ditekan menggunakan tangan serta sebagian daun sudah ada yang menguning. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman termask akar (sistem tanam monocultur) tetapi untuk sistem tanam tumpang sari tanaman tidak seluruhnya di cabut tetapi disisakan 2-3 tanaman induk untuk memunculkan anakan selanjutnya, Apabila bawang daun akan ditanam kembali pada pertanaman berikutnya maka dilakukan pemilihan tunas anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya. Setelah panen dilakukan penjualan karena tanaman tersebut tidak dapat disimpan lama.