Loading...

BUDIDAYA BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum )

BUDIDAYA BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum )
Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman Hortikultura yang sudah sejak lama dibudidayakan oleh petani. Tanaman bawang merah merupakan tanaman musiman yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun pada saat tertentu mengalami Fluktuasi sehingga harganya turun. Diperparah lagi dengan kebijakan Impor dari pemerintah yang menyebabkan kejatuhan harga di pasaran. Meskipun saat ini banyak petani bawang merah namun dari proses budidayanya masih ditemui berbagai kendala terutama dari segi teknis budidaya oleh sebab itu budidaya bawang merah secara baik dan benar harus menjadi perhatian utama petani bawang merah agar panennya melimpah. Kondisi alam dikecamatan Kuta Makmur mendukung bawang merah tumbuh dan menghasilkan produksi dengan baik, dimana Pernyinaran matahari yang Cukup dalam sehari melebihi 12 Jam, suhu 22 -33 °C dan pH berkisar antara 5,6 – 7. Dengan ketinggian tempat 0 – 200 m dpl. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya bawang merah antara lain : Benih Bawang Merah yang baik berasal dari Umbi yang dipanen Tua lebih dari 80 Hari telah disimpan 2 – 3 Bulan, ukuran benih 1,5 – 2 cm dengan bentuk yang bagus tidak cacat berwarna merah tua dan mengkilap. Pengolahan Tanah dan Penanaman Tanah dicangkul sampai gembur lalu dibuat bedengan selebar 1 meter,tingginya 30 cm dan panjang bedengan disesuaikan kondisi Lahan, jarak antar bedengan 50 cm. Bila pH tanah kurang dari 6 maka tambahkan Kapur Dolomit 1 Ton/Ha bila belum tercapai ditambahkan lagi hingga benar-benar mencapai pH nya 6. pemberian kapur dilakukan 2 Minggu sebelum tanam Kemudian diberikan Pupuk Kandang atau pupuk Kompos 10 – 20 Ton /ha yg dikombinasikan dengan pupuk majemuk NPK 500 kg/ha.Jarak Tanam tanaman bawang merah yg dilakukan di kecamatan kuta makmur yaitu 15cm x 15cm dan ada juga yang menggunakan jarak tanam 15cm x 20cm. penanaman dilakukan dengan cara membenamkan seluruh umbinya kedalam tanah,namun sebelum dilakukan penanaman benih bawang merah perlu dilakukan pemogesan(pemotongan ujung umbi)sekitar 0,5 cm agar mempercepat tumbuhnya tanaman. Perawatan Dan Pengendalian Hama Penyakit Penyiraman adalah hal yang paling utama dalam perawatan Bawang Merah,dilakukan penyiraman sehari dua kali pagi dan sore hari.pemupukan dilakukan Satu minggu sekali di cor pakai pupuk NPK dan KCL dengan dosis satu genggam per 10 liter air diberikan hanya sampai umur tanaman 30 hari setelah tanam. Untuk pengendalian hama ulat Mulai dari satu minggu setelah tanam atau sudah mulai keluar daun kira-kira satu telunjuk di semprot dengan menggunakan insektisida sampai dengan umur bawang merah 30 hst atau dengan interval waktu 3 hari satu kali. Sementara untuk pengendalian penyakit layu fusarium pengendaliannya menggunakan fungisida dengan bahan aktifnya mankozeb Panen dan Pasca Panen Tanaman bawang merah yang sudah siap untuk dipanen dapat ditandai apabila daunnya sudah mulai kekuningan dan 60– 70% daunnya sudah mulai rebah serta sebagian umbinya sudah tersumbul keatas. Pasca Panen Umbi Bawang Merah yang telah di Panen harus dikeringkan terlebih dahulu, dijemur selama 7 – 14 hari. Dibalik setiap 2 – 3 Hari. Bawang Merah yang telah kering dan kadar airnya 85% siap untuk disimpan dan dipasarkan. Penulis : SYAHNURAN, SP