Loading...

Budidaya Benih Kedelai Di Lahan Sawah

Budidaya Benih Kedelai Di Lahan  Sawah
Kedelai di Indonesia dipandang sebagai salah satu komoditas pangan strategis, kebutuhan kedelai setiap tahunnya cenderung meningkat sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan berkembangnya pabrik pakan ternak. Permintaan kedelai terus meningkat sementara lahan pertanian terus menurun akibat adanya alih fungsi lahan pertanian, sehingga produksi kedelai tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan kedelai dengan mengandalkan impor dapat menyebabkan ketahanan pangan rentan dan berdampak terhadap berbagai aspek, terutama ekonomi, sosial dan politik Indonesia memiliki peluang cukup besar untuk meningkatkan produksi pangan, yang dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam ke lahan suboptimal, seperti lahan sawah tadah hujan, lahan kering, lahan pasang surut, dan penigkatan indek pertanaman. Dalam hal ini diperlukan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan dan menstabilkan produktivitas tanaman pangan secara berkelanjutan Salah satu trategi yang ditempuh dalam upaya mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai adalah melalui penyediaan benih bermutu varietas unggul yang sesuai dengan preferensi konsumen. Ketersediaan benih berkualitas dengan jumlah cukup, tepat waktu, dan mudah diperoleh petani memegang peranan penting, dalam hal ini tidak terlepas dari peranan para penangkar benih yang cukup besar. Penyediaan benih sumber yang berkelanjutan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dan ini merupakan langkah awal untuk untuk pengembangan varietas unggul baru. Untuk itu diperlukan pembinaan terhadap petani lokal penangkar benih, termasuk salah satunya adalah pembinaan terhadap teknik bududaya benih yang tepat /spesifik lokasi dan pasca panennya. Khusus untuk lahan sawah, teknik budidaya benih kedelai dan pasca panennya adalah sbb. Tehink BudidayaPada lahan sawah, kedelai umumnya ditanam pada musim kemarau pertama (MK I) setelah panen padi pertama atau pada musim kemarau kedua (MK II) setelah panen padi kedua. Disamping itu, ada juga tanam kedelai pada awal musim hujan, yaitu sebelum tanam padi seperti di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, kedelai MK I masa tanamnya antara Februari-Juni, kedelai MK II antara Juni-September, dan kedelai awal musim hujan antara Oktober-Januari. Paket teknologi produksi kedelai pada lahan sawah MK I dan MK II sbb.1. Setelah panen padi, jerami dipotong dekat permukaan tanah, tanah tidak perlu diolah, jerami dapat digunakan untuk pakan ternak, untuk mulsa kedelai, atau dibakar sebagai tambahn hara bagi tanaman.2. Saluran drainase dibuat dengan jarak antar saluran 1,5 – 5 m, bergantung pada kemiringan lahan dan tekstur tanah, jarak antar saluran drainase makin sempit dengan makin datar atau makin halusnya tekstur tanah. Saluran drainase berukuran lebar sekitar 30 cm dan dalam sekitar 25 cm.3. Untuk kedelai yang ditanam pada awal musim hujan, penanaman dilaksanakan setelah hujan cukup membasahi tanah untuk mendukung perkecambahan benih kedelai4. Kedelai hendaknya ditanam 2-4 hari setelah padi dipanen, hal ini ditujukan untuk memanfaatkan lengas tanah dan mengurani gangguan gulma, hama dan penyakit.5. Varietas yang digunakan disesuaikan dengan kondisi agroekologi dan preferensi pasar. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan telah menghasilkan berbagai ragam varietas baik dari ukuran biji, umur masak, maupun ketahanan terhadap hama penyakit.6. Benih yang baik, mempunyai dayan tumbuh >85%, murni, sehat, dan bersih. Kebutuhan benih kedelai per hektar berkisar antara 40 – 60 kg/ha, tergantung pada ukuran biji, makin besar ukuran biji makin banyak beih yang digunakan7. Gangguan lalat bibit dapat ditekan dengan perlakuan benih menggunakan carbosulfan (10g Marshal 25 ST/kg benih) atau fipronil (10 ml regent/kg benih)8. Perlakuan benih dengan pemberian pupuk hayati penambat nitrogen (rhizobium) hanya dilakukan pada lahan yang belum pernah ditanami atau sangat jarang ditanami kedelai dengan dosis 40 gram inokulan Rhizobium untuk 8 kg benih.9. Kedelai ditanam dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 40 x 10 cm dengan dua tanaman per lubang, populasi tanaman 350.000 – 500.000 per hektar.10. Jenis dan takaran pupuk yang diberikan bergantung pada kondisi tingkat kesuburan tanah. Jika tersedia pupuk organik atau pupuk kandang dianjurkan menggunakannya dengan dosis sekitar 2 ton/ha, diberikan secara diicir sebagai penutup lubang tanam atau disisi lubang tanam.11. Irigasi diberikan jika kelembaban tanah tidak mencukupi terutama pada periode awal pertumbuhan, berbunga, dan pengisian polong.12. Gulma dikendalikan secara intensif. Di daerah sulit tenaga kerja dapat digunakan herbisida pra tumbuh yang dikombinasikan dengan hersida pasca tumbuh.13. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan berdasarkan petunjuk teknis PHT (Pengendalian Hama Terpadu)14. Panen dilakukan apabila daun sudah luruh dan 95% polong sudah berwarna kuning-coklat atau coklat-kehitaman (tergantung varietas).15. Pembijian kedelai dapat dilakukan secara manual (sistem geblok, pemukul kayu) maupun secara mekanik dengan mesin perontok Pasca panen Benih kedelai sering diposisikan sebagai kelompok benih dengan masa simpan pendek. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan khususnya pada fase pasca panen, sebagai fase paling kritikal dalam proses produksi benih kedelai, adalah sbb.1. Panen dilakukan pada saat yang tepat, yaitu jika sekitar 90% polong telah berwarna coklat atau daun telah menguning.2. Brangkasan segera dikeringkan setelah panen atau paling lambat ditunda pengeringannya selama 2 hari.3. Pengeringan brangkasan menggunakan alas jemur dengan ketebalan brangkasan maksimum setinggi 25 cm.4. Pembijian dapat dilakukan dengan menggunakan pemukul (tongkat kayu) dan dilakukan pada saat brangkasan telah kering atau setelah dijemur sekitar 3 hari.5. Penjemuran benih menggunakan alas jemur dan dilakukan secara hati-hati hingga kadar air mencapai 9-10%.6. Penyimpanan benih dilakukan pada saat kadar air benih 9-10% dan menggunakan wadah plastik kedap udara, dengan cara ini benih dapat disimpan sampai 6 bulan7. Kombinasi penyimpanan dalam wadah plastic kedap udara dan disimpan pada ruang ber-AC (kelembaban 6% dan suhu 20-21ºC) mampu menyimpan benih 8-9 bulan. Pengaruh kadar air terhadap daya simpan benih lebih besar dibanding pengaruh perubahan temperature. Sumber: Badan Litbang Pertanian-Kementan 2015Gambar : http://rephfr.blogspot.co.id/2015/03/Penulis: Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan