Loading...

budidaya cabe merah metode sungkup

budidaya cabe merah metode sungkup
budidaya cabe merah metode sungkup yang dikembangkan oleh petani desa kuntu kecamatan kampar kiri kabupaten kampar provinsi riau sangat cocok dan dapat dikembangkan pada musim kemarau atau cuaca ekstrim. petani yang mengembangkan metode ini tidak lagi bergantung pada cuaca saat menanam cabai ini. kelebihan metode sungkup ini adalah dari sisi produksi bisa menghasilkan panen dua kalilipat serta kualitas hasil panen cabai juga lebih bagus karena terjaga dari serangan hama dan penyakit. dari segi pertumbuhan, tanaman lebih tinggi serta menghasilkan buah cabai yang lebih banyak. selain itu dalam metode sungkup ini populasi tanaman bisa dirapatkan, biasanya per hektare hanya bisa berisi 16 ribu pokok tanaman, kini melalui metode sungkup populasinya bisa dua kali lipat menjadi 32 ribu batang tanaman cabai. tanaman metode sungkup ini juga lebih cepat panen, dimana dalam satu tahun petani bisa memanen cabai hingga 20 kali dengan usia tanaman siap panen rata-rata 84 hari. jarak tanam dengan metode sungkup bisa lebih rapat dengan ukuran 20 cm model sig-zag, sebelumnya dengan tanpa metode sungkup petani menanam dengan jarak 60 cm model zig-zag kanan kiri dan membuat tanaman cabai lebih sedikit jumlah. metode ini juga mempunyai keunggulan satu lubang bisa ditanami dua pohon yaitu satu varietas cabe besar dan satu varietas cabe keriting, jadi petani bisa panen dua tahap dengan cabai yang berbeda. kelemahan metode sungkup ini jika musim kemarau air tidak bisa masuk karena tertahan plastik yang menutupi tanaman ini, sehingga saat musim kemarau plastik diganti dengan paranet atau sejenis jaring plastik. lipatkain, agustus 2019 penulis, sasli erman. ts