Jahe merupakan tanaman rimpang yang merupakan salah satu tanaman obat keluarga. PEMBIBITAN DAN PERSEMAIAN Bibit dipilih dari rimpang yang sudah tua umur 10 - 12 bulan Bibit berasal dari tanaman yang sehat dan kulit tidak terkelupas Rimpang jahe yang baru dipanen didormasi selama 1-1,5 bulan. Kebutuhan bibit : 1 ton/ ha Penyemaian : Siapkan media semai berupa tanah, pupuk organik, Arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 Buat bedengan ukuran 10x8 cm untuk 1yang sebar media semai kedalam bedengan setebal 10 cm. Patahkan rimpang menjadi 3-5 mata tunas, tata rimpang dalam bedengan, tutup dengan arang sekam/ jerami, beri naungan pada bedegan agar tidak terkena sinar matahari langsung. lakukan penyiraman sehari sekali. Setelah 2 minggu rimpang sudah bertunas dan siap dipindah tanam. PENANAMAN Untuk budidaya jahe dipolybag, siapkan media tanam tanah gembur, pupuk organik, arang sekam (1:1:1). Masukan kedalam polybag ukuran 40 x 40 cm atau 60x60cm. Isi polybag dengan Media tanam sebanyak ¼ polybag, lipat polybag Masukkan 3-4 mata rimpang yang sudah bertunas kedalam polybag Letakan pada tempat teduh, setelah umur 3 minggu tambahkan media tanam lagi dengan ketebalan sekitar 10 cm. Tambahkan media tanam lagi setiap 3 minggu sampai terisi media tanam hingga ¾ polybag. PEMELIHARAAN Penyiraman dilakukan setiap hari. Penyiangan dengan membersihkan gulma pada media tanam Pembumbunan pada umur 4 bulan pertama. Tujuannya untuk memperbaiki sirkulasi udara dalam media tanam dan pembentukan akar baru. Pemupukan dengan penambahan pupuk organik 1/5 ukuran karung dan NPK dilakukan 2 bulan sekali dengan dosis 50 gram, pemupukan dilakukan 3 kali sampai panen. HAMA/ PENYAKIT DAN PENGENDALIANNYA Hama yang sering dijumpai pada tanaman jahe adalah: Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang- lubang. Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. Penyakit yang sering menyerang adalah: 1. Penyakit layu bakeri. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. 2. Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 0C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. 3. Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Dengan gejala daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalian secara organik Pengendalian dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan dilakukan secara terpadu dikenal PHT (Pengendalian Hama Terpadu) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Menggunakan pengendalian fisik/mekanik Menggunakan pestisida hayati dan nabati. PANEN Panen dilakukan pada umur 10- 12 bulan. dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering, Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati dengan alat garpu atau cangkul lalu tanah dan kotoran yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci. Sesudah itu jahe dijemur di atas selama 1 Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi tetapi