Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur. Dengan iklim, suhu dan kelembaban yang cocok untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman pangan pokok, maka hampir seluruh tanaman pangan pokok tersebut (biji-bijian, umbi-umbian dan kacang-kacangan asli Indonesia) dapat tumbuh dengan relatif baik. Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman kedelai (Glysine max L).Teknologi Budidaya Sistem VertikulturKelebihan sistem pertanian vertikultur adalah (1) efisiensi penggunaan lahan karena yang ditanam jumlahnya lebih banyak dibandingkan sistem konvensional, (2) penghematan pemakaian pupuk dan pestisida, (3) kemungkinan tumbuhnya rumput dan gulma lebih kecil, (4) dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu, (5) mempermudah monitoring/pemeliharaan tanaman, dan (6) adanya atap plastik memberikan keuntungan (a) mencegah kerusakan karena hujan, (b) menghemat biaya penyiraman karena atap plastik mengurangi penguapan. Kekurangannya adalah (1) rawan terhadap serangan jamur, karena kelembaban udara yang tinggi akibat tingginya populasi tanaman adanya atap plastik, (2) investasi awal cukup tinggi, (3) sistem penyiraman harus continu, dan diperlukan beberapa peralatan teknologi tambahan, misalnya tangga sebagai alat bantu penyiraman.Pelaksanaan vertikultur dapat menggunakan bangunan khusus (modifikasi dari sistem green house) maupun tanpa bangunan khusus, misalnya di pot gantung dan penempelan di tembok-tembok. Wadah tanaman sebaiknya disesuaikan dengan bahan yang banyak tersedia di pasar lokal. Bahan yang dapat digunakan, misalnya kayu, bambu, pipa paralon, pot, kantong plastik dan gerabah. Bentuk bangunan dapat dimodif ikasi menurut kreativitas dan lahan yang tersedia. Yang penting perlu diketahui lebih dahulu adalah karakteristik tanaman yang ingin dibudidayakan sehingga kita dapat merancang sistemnya dengan benar.Media yang digunakan biasanya terdiri atas: (1) top soil; yaitu berupa lapisan tanah yang banyak mengandung humus, (2) pasir halus, (3) pupuk kandang, (4) pupuk hijau dan (5) kapur pertanian. Komposisinya tergantung kandungan unsur hara masing-masing lokasi. Bila kita kesulitan untuk menentukan komposisi, kita dapat menggunakan metode trial and error untuk beberapa komposisi dan kemudian dipilih yang hasilnya paling baik. Untuk tanaman yang bernilai ekonomis tinggi, media tanam lebih baik disterilisasi lebih dahulu untuk mematikan semua jasad pengganggu tanaman dan menghemat pemakaian pestisida. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara kimia, misalnya dengan fungisida, insektisida dan bakterisida dengan dosis tertentu dan dengan cara fisis, misalnya dengan pemanasan dengan suhu di atas 100 derajat Celcius setelah itu dilakukan pengukuran pH yang dapat dilakukan dengan kertas lakmus atau pH meter Cara penanaman tergantung pada jenis tanamannya. Ada yang dapat ditanam langsung di wadah vertikultur, ada yang harus disemai dulu baru ditanam, dan ada yang harus disemai kemudian disapih dan baru ditanam di wadah.Pesemaian dibutuhkan oleh tanaman yang berbiji kecil, misalnya sawi, kubis, tomat, cabai, terong, lobak, selada dan wortel. Untuk tanaman yang bernilai ekonomis tinggi dan membutuhkan perawatan yang agak khusus, misalnya paprika, cabai hot beauty atau cabai keriting dan tomat buah dilakukan cara penanaman yang terakhir. Penyusunan tanaman diusahakan maksimal dengan memperhatikan kelembaban udara, kerapian dan kemungkinan berjangkitnya penyakit. Penyiraman harus dilakukan secara teratur sesuai kebutuhan tanaman, misalnya pagi dan sore. Penggantian tanaman yang sakit dan mati perlu dilakukan agar tidak menyebar ke tanaman yang ada didekatnya. Penyiangan dari gulma perlu juga dilakukan karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk juga dilakukan sesuai dengan jenis dan kondisi tanamannya. Intinya, monitoring tanaman diperlukan untuk mencegah kerusakan tanaman akibat hama dan penyakit tanaman.Panen dilakukan menurut tujuannya, dikonsumsi sendiri atau untuk dijual dalam jangka waktu tertentu. Jika dikonsumsi langsung, sebaiknya dipanen pada kondisi optimal, jika dijual dalam jangka waktu tertentu sebaiknya dipanen saat setengah masak agar tidak mudah membusuk. Jadi perlu diketahui teknologi pasca panen yang tepat agar panenan dapat dikonsumsi dalam kondisi terbaiknya. Kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi saat atau setelah panen di antaranya, kerusakan fisik (misalnya akibat pendinginan dan pemanasan), kerusakan mekanis (misalnya akibat kerusakan dan benturan benda keras), kerusakan kimia (berubahnya rasa buah), kerusakan fisiologis dan kerusakan mikrobiologis (akibat bakteri, jamur dan jasad renik lainnya). Secara umum kegiatan pasca panen meliputi proses-proses sebagai berikut: pencucian atau pembersihan, sortasi atau seleksi, pengelompokan, pengawetan, pengemasan, pengangkutan dan penyimpanan.Alat dan Bahan yang Diperlukan dalam Penanaman secara vertikalBudidaya tanaman dengan metode vertical tentunya hal utama yang mencirikan adalah penanamannya dilakukan di non lahan pertanian melainkan menggunakan media tumbuh pot vertical dan media tanam berbarbagai campuran media baik tanah, pupuk kandang, pasir, dan lain-lain. Pot vertical dapat dibuat dari bambu, tanah liat, pipa PVC, kaleng bekas, balok kayu ditambah pot-pot kecil. Pot vertical dari tanah liat biasanya dipesan saja tetapi pot vertical yang terbuat dari kayu, kaleng, bamboo atau pipa PVC yang dipilih maka dapat dibuat sendiri. Cara pembuatan pot pipa atau bamboo yang dikehendaki, bisa 1 – 2 m. kemudian masing diberi lubang. Jarak anatara lubang pot vertical sangat ditentukan oleh jenis tanaman yang ingin diusahakan. Seandainya yang ditanam adalah cabai, tomat, terung, atau mentimun maka jarak antar lubangnya adalah 30 cm. Untuk menanam selada atau tanaman berumur singkat lainnya jarak antar lubang cukup 10 – 20 cm saja. Cara melubangi atau piapa sangatlah mudah, dengan menggunakan pahat bamboo bisa kita lubangi sebanyk yang dikehendaki. Besarnya diameter lubang juga sangat disesuaikan denga jenis tanaman yang dipilih namun pada umunya adalah 3 cm. untuk membuat lubang tanam pada pipa PCV ada dua cara yang bisa dilakukan,. Pertama, dengan bantuan besi yang berlubang. Caranya pipa ditekan hingga berlubang. Cara kedua dengan menggunakan pisau tajam atau besih yang dipenaskan. Pisau tersebut ditusukkan pada pipa, kemudian dicongkel hingga membentuk lubang tanam yang mitring keatas. Jarak antara lubang sama dengan bamboo selanjutnya bagian babawah ditutup dengan dop. Pot vertical ini dapat digantung atau diberi kaki . kalau akan digantung maka bagian atas sebaiknya diberi lubang sebagai tempat tali Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (BBP2TP) widjajantokukuh@yahoo.comTanggal : 3 Agustus 2017Sumber : BBP2TP dan sumber lainnyaFoto : BBP2TP