Loading...

BUDIDAYA MINA PADI DENGAN JAJAR LEGOWO

BUDIDAYA MINA PADI DENGAN JAJAR LEGOWO
Budidaya mina padi adalah budidaya ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain tidak mengurangi hasil padi juga dapat menghasilkan ikan, sehingga kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi serta kesejahteraan petani meningkat.Budidaya minapadi dengan jajar legowo diharapkan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Jika dilaksanakan secara terintegrasi dapat menekan terjadinya alih fungsi lahan dan urbanisasi karena mampu menyerap tenaga kerja, peningkatan pendapatan petani yang merupakan salah satu upaya pemerintah yaitu meningkatnya produksi padi yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung kedaulatan pangan.Budidaya padi dengan cara tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1, berdasarkan hasil penelitian Badan Litbang Pertanian tahun 2015 terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%. Disamping itu sistem legowo yang memberikan ruang yang luas atau lorong sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (mina padi legowo). Komponen budidaya mina padi dengan sistem jajar legowo meliputi hal-hal sebagai berikut:A. Persiapan Benih Padi Dan PersemaianPadi yang cocok untuk usahatani minapadi adalah yang mempunyai sifat: a) perakaran dalam, b) batang kuat dan tidak rebah, c) tahan genangan pada awal pertumbuhan, d) daun tegak, e) tahan hama dan penyakit, f) produksi tinggi, dan g) rasa nasi enak. Persemaian dibuat pada lahan seluas 5% dari total lahan yang akan ditanami padi. Benih padi yang diperlukan berkisar 20-25 kg/ha. B. Persiapan LahanPematang keliling pada petakan sawah harus kuat agar dapat menahan air dan tidak bocor. Apabila tanah porous, pematang terluar perlu dilapisi dengan plastik agar tidak terjadi kebocoran. Pematang sawah dibuat dengan ukuran lebar bawah 40-50 cm, lebar atas 30-40 cm dan tinggi 30-40 cm atau sesuai keadaan/ spesifik lokasi. Saluran pemasukan dan pengeluaran air diberi saringan yang dibuat dari kawat, bambu atau bahan lain agar ikan tidak keluar dari lahan sawah.Caren merupakan media hidup ikan, tempat memberi makan ikan, dibuat untuk memudahkan ikan bergerak ke seluruh petakan serta memudahkan panen ikan. Petani dapat memilih bentuk caren sesuai spesifik lokasi. Caren dibuat dengan membuat palung atau cekungan ukuran lebar 40-45 cm, tinggi 25-30 cm, panjangnya tergantung pada panjang dan lebar petak sawah. Luas caren yang optimum adalah 2-4% dari luas petakan atau atau sesuai keadaan/ spesifik lokasi. Kolam penampungan dibuat untuk menampung ikan pada saat dilakukan panen sehingga ikan mudah ditangkap. C. Sistem Tanam PadiSistem tanam pindah disarankan menggunakan sistem jajar legowo Penerapan sistem jajar legowo disarankan menggunakan jarak tanam 2:1 atau 4:1. Dengan pola tanam ini, tanaman yang berada di pinggir diharapkan memberikan produksi yang lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik, mengingat pada sistem tanam jajar legowo terdapat ruang terbuka seluas 25-50%, sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis.D. Penebaran Benih IkanWaktu penebaran benih ikan di sawah dataran rendah berbeda dengan di sawah dataran sedang. Di sawah dataran rendah, ikan ditebar 5-7 hari setelah tanam padi, sedangkan di sawah dataran sedang 10-12 hari setelah tanam padi. Sebelum benih ditebar, sawah perlu digenangi air minimum satu minggu. Cara penebaran benih dilakukan di dalam saluran/kamali, waktu penebaran sebaiknya pada pagi hari. Untuk mencegah adanya serangan hama dan penyakit tanaman padi, maka dilakukan penyemprotan menggunakan obat obatan yang dianjurkan dengan dosis yang tepat, hal ini agar lebih aman, ikan-ikan ditampung dahulu ditempat penampungan dan setelah kurang lebih 10 hari baru dilepaskan lagi ke sawah.E. Pengaturan Air IrigasiUntuk memasukkan dan mengatur air agar tidak meluap dari petakan, perlu dipasang pipa pemasukan dan pelimpasan air yang dapat dibuat dari bambu atau paralon. Pipa pelimpas dipasang dengan ketinggian kira-kira 25 cm dari permukaan tanah. Untuk mencegah keluar-masuknya ikan dan pemangsa ikan ke petakan sebaiknya dipasang saringan dipangkal pipa. Ketinggian air yang baik untuk pertumbuhan ikan berkisar antara 15-30 cm.F. Pemeliharaan Padi-IkanLama pemeliharaan ikan pada sistem mina padi tergatung pada ukuran benih dan besarnya ikan yang hendak dipanen. Lama pemeliharaan benih dari yang berukuran kebul sampai berukuran belo adalah 15-20 hari, dari belo menjadi ngaramo sekitar 25-30 hari, dan dari ngaramo menjadi ikan konsumsi sekitar 40-55 hari. Pada mina padi sistem tanam pindah biasa saat panen ikan yang tepat adalah 45-50 hari setelah tanam ikan. Untuk menjaga pertumbuhan ikan, maka perlu ditambahkan makanan dari dedak, yaitu gilingan lembut kulit padi sejumlah 2-4 kg/ha setiap hari. Jumlah pakan yang biasa digunakan dalam pemeliharaan ikan sebanyak 4-5% dari total berat ikan yang dipelihara atau 3-4% pada bulan-bulan kedua dan ketiga.G. Pemanenan IkanPanen ikan dibedakan menjadi dua berdasarkan tujuan dan ukuran ikan yang akan dipanen yaitu pendederan dan pembesaran. Pendederan dalam usaha mina padi, dapat dilakukan untuk mendapatkan benih ikan berukuran 3-5 cm atau 5-8 cm. Penebaran benih ikan ukuran 1-3 cm, dilakukan 5 hari setelah padi ditanam dan dipanen pada saat penyiangan padi pertama akan diperoleh benih ikan berukuran 3-5 cm, tetapi jika dilakukan setelah penyiangan kedua akan diperoleh benih ikan berukuran 5-8 cm. Aktivitas pembesaran, pemeliharaan ikan hingga ukuran konsumsi, dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu: benih ikan ukuran 5-8 cm, ditebarkan 1.000-1.500 ekor/ha. Penebaran dilakukan setelah penyiangan pertama. Panen ikan dilakukan saat akan panen padi. Sedangkan untuk benih ikan yang berukuran 8-12 cm, ditebarkan lebih kurang 1.000 ekor/hektar. Penebaran dilakukan setelah penyiangan kedua dan dipanen saat akan panen padi dengan lama pemeliharaan 50 hari.H. Panen PadiPemanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi di sawah. Untuk mempercepat proses perontokkan gabah sebaiknya menggunakan thresher. Panen menggunakan threser dapat mengurangi kehilangan hasil pada produksi padi. Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan)Sumber:Ditjen Tanaman Pangan. 2016. Petunjuk Teknis Pengembangan Budidaya Mina Padi Tahun 2016.Suriapermana.1990. Cara Tanam Padi Sistem Legowo Mendukung Usahatani di Desa Bojong, Cikembar, Sukabumihttp://www.daengaswar.com/2012/10/budidaya-ikan-sistem-mina-padi.htmlhttps://www.scribd.com/doc/307398396/Buku-Panduan-Teknik-Minapadi-Untuk-Petani