Permintaan daging sapi potong terus mengalami peningkatan seiring makin meningkatnya ekonomi masyarakat.. Artinya peluang bagi petani sapi potong untuk berusaha di bidang pembibitan sapi potong. Tersedianya sapi potong bakalan berkualitas sangat ditentukan dari penerapan teknologi anjuran yang diberlakukan pada usaha budidaya sapi potong pembibitanBudidaya pembibitan sapi potong adalah kegiatan budidaya yang menghasilkan bibit sapi potong unggul sesuai persyaratan untuk dikembang biakan guna keperluan sendiri atau di perjual belikan. Bibit sapi potong berkualitas harus berasal dari hasil seleksi atau pemilihan sapi potong berdasarkan kualitas rekording dari cikal bakal sapi jantan dan induk sapi potong yang melahirkan bibit sapi potong. Artinya cikal bakal sapi jantan dan induk sapi potong harus mempunyai catatan rekording yang mempunyai kemampuan produksi dan reproduksi di atas rata-rata dibandingkan sapi yang ada di lingkungan populasi budidaya sapi potong. Beberapa jenis sapi potong yang mempunyai catatan kualitas unggul diantaranya sapi Brahman, Peranakan Ongole ( PO ), sapi Bali, sapi Aceh dan sapi Madura. Pembibitan Sapi Potong Alternatif pilihan pembibitan sapi potong yang dapat dibudidayakan petani adalah pedet, sapi dara, sapi remaja jantan, sapi dewasa, sapi induk dan sapi pejantan. Bibit sapi potong harus didapatkan dari hasil perkawinan alam dan Inseminasi Buatan yang biasa dikenal dengan nama IB. Bila pilihan pada perkawinan alam perbandingan sapi jantan dan betina harus mengacu teknologi yang dianjurkan jantan : betina 1 : 15-20 ekor. Artinya 1 ekor sapi jantan dapat kawin dengan 15-20 ekor sapi betina. Perkawinan alam pada pembibitan sapi potong yang juga harus menjadi perhatian adalah mencegah terjadnya perkawinan sedarah yang biasa dikenal dengan sebutan nama in breeding. Jika pilihan perkawinan sapi menggunakan IB bibit sapi potong harus berasal dari semen beku sesuai SNI atau semen cair yang sudah teruji kualitas semen dan terbebas dari penyakit menular. Rekording atau pencatatan pada usaha budidaya pembibitan sapi potong sangat diperlukan. Catatan rekording inilah yang akan digunakan untuk penelusuran asal usul bibit dan prestasi produksi yang dihasilkan sapi potong induk dan sapi pejantan sebagai tetuanya..Rekaman data yang ada pada rekording pembibitan sapi potong terdiri dari 1) rumpun, identitas, silsilah; 2) perkawinan (kawin alam, pejantan/ induk) IB kode semen tanggal, 3) tanggal melahirkan, tunggal/kembar, normal/ distokia,4) tanggal pedet lahir, tunggal/kembar, bobot lahir, jenis kelamin, induk, pejantan/kode semen, tinggi gumba, panjang badan); 5) tanggal penyapihan (, bobot sapih, tinggi gumba, panjang badan); 6) tanggal, vaksinasi/pengobatan ( perlakuan/treatment ); mutasi (pemasukan dan pengeluaran ) Pemeliharaan Pembibitan Sapi Potong Budidaya pembibitan sapi potong dapat dilakukan secara ekstensif, semi intensif dan intensif. Pemeliharaan ekstensif adalah pemeliharaan sapi potong hidup bebas di padang penggembalaan, umumnya dilakukan oleh petani sapi potong di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan dan Sulawesi. Pemeliharaan sapi semi intensif berlaku untuk sapi yang dibudidayakan pada siang hari sapi digembalakan dan pada malam hari sapi hidup dikandang. Budidaya sapi potong intensif kehidupan sapi potong berada dikandang selama 24 jam. Budidaya sapi potong semi intensif dan intensif banyak ditemukan di daerah pulau Jawa Madura dan Bali.Pedet hidup bersama induk sampai umur lepas sapih, yaitu sekitar umur 205 hari tanpa melihat lokasi pemeliharaan. Artinya induk sapi dan pedet hidup bersama di lahan padang penggembalaan, semi intensif atau kandang intensif. Sapi dara dan sapi remaja setelah disapih dapat dilakukan pengeluhan yaitu pemberian tali yang dikalungkan di leher sapi agar memudahkan petani dalam menangani sapi dara atau sapi remaja. Pemeliharaan semi intensif dan intensif untuk sapi dara dan sapi remaja berada dilokasi yang berbeda dengan sapi sapi yang lainnya penempatan sapi dara dan sapi remaja dikelompokkan sesuai jenis kelamin dan rumpun. Untuk sapi dara siap kawin ditempatkan di lokasi yang disediakan untuk kandang kawin. Pakan yang diberikan bibit sapi potong tidak berbeda dengan umumnya pakan sapi yaitu hijauan pakan ternak sebagai pakan utama dan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral. Minuman harus diberikan setiap waktu artinya dikandang bibit sapi potong atau padang penggembalaan harus selalu tersedia minuman. Pakan utama sapi potong adalah Hijauan Pakan Ternak disajikan dalam bentuk segar, kering atau diolah. Selain Hijauan Pakan Ternak sapi potong juga membutuhkan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral . Penyediaan pakan pada pembibitan sapi potong harus mengacu pada anjuran berikut 1) hijauan pakan segar berupa rumput yang dibudidayakan dan rumput alam tanaman leguminosa, 2) limbah dari produksi tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura, 3) pakan konsentat merupakan pakan sumber protein dan energie yang tidak boleh berupa darah, tulang atau daging dan hormon tertentu atau tambahan antibiotik, 4) pakan yang berasal dari pabrik harus mempunyai label, terdaftar dan bila pakan dibuat sendiri harus terjamin kandungan kualitas gizi pakannya. Priwanti - PP BPPDMP Kementan Sumber 1. Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Direktorat Perbibitan Ternak 2014. Pedoman Sapi Potong Yang Baik 2. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian 2017 Pedoman Pelaksanaan UPSUS SIWAB Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting Revisi 1