Loading...

Budidaya Pepaya dengan Cangkok

Budidaya Pepaya dengan Cangkok
BUDIDAYA PEPAYA DENGAN SISTIM CANGKOK Tanaman papaya (Carica papaya) merupakan tanaman buah yang dapat di kembangkan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Di kecamatan ponjong khusunya di Desa Sumbergiri Dusun gedaren di kembangkan papaya California, yang dikembangkan oleh bapak Rudi. Populasi tanaman mencapai 600 batang yang di tanam di lahan berdekatan dengan tempat tinggalnya, selain itu masyarakat tani gedaren juga sudah mulai mengembnangkan tanaman papaya ini. Papaya merupakan tanaman perdu yang bias tumbuh mencapai ketinggian 3-5 meter. Batang berbentuk ronggga, jaringan lunak dan berair. Tanaman ini mempunyai akar tunggang dan akar samping yang lunak, pertumbuhan akar dangkal dan agak lemah. Tanaman papaya diapatkan dari biji yang sudah diseleksi,benih yang baik didapatkan dari buah yang baik yaitu tidak mengalami cacat, tidak terserang hama penyakit baik buah ataupun pohon induknya. Tetapai tanaman papaya dapat di perbanyak dengan sistim cangkok, hal ini yang dilakukan oleh Pak Rudi. Dari hasil cangkok dapat tumbuh dengan baik beliau juga menuturkan cara cangkok mudah di lakukan yaitu; Pemilihan pohon yang akan dicangkok, persiapan alat pisau,botol plastic bekas, tali raffia, plastik hitam. Bahan yang digunakan lumut dan air. Pohon yang dilakukan di sayat ke atas kemudian di sisipkan botol plasyik yang sudah dipotong dan kemudian di beri lumut secara melingkar batang dan di bungkus/tutup plastik putih baru di tutup plastik hitan untuk mengurangu penguapan. Ikat dengan tali raffia dan diberi lubang pada plastik untuk penyiraman dan menjaga kelembapan. Setelah 3 minggu di lihat pertumbuhan akar dengan cara membuka plastik cangkok, jika sudah berakar berarti sudah siap di tanam. Tanaman hasil cangkokan dapat berbuah setelah umur 2,5 samapi 4 bulan setelah tanam. Contributor : EDI JANUARI,S.TP Sumber: 1. wawancara petani https://alamtani.com/budidaya-pepaya/