BPP Jenangan - Sistem Tanam Jajar legowo ( Tajarwo ) adalah suatu upaya peningkatan produktiitas tanaman padi dengan cara mengatur jarak tanam sedemikian rupa sehingga populasi tanaman meningkat dan jumlah tanaman yang mendapatkan efek pinggir lebih banyak dibandingkan dengan cara tanam biasa. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik disbanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir). Petani yang tergabung di anggota Kelompok Tani Karya Makmur dan Sido Mulyo Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, mengawali dan mulai mengubah dari sistem tanam tradisional ( Pelepo ) menjadi tanam jajar legowo ( Jarwo ) seluas ± 20 hektar. Di Kedua kelompok tani mulai tiga tahun terakhir ini sangat antusias petaninya dalam mengembangkan sistem tanam jajar legowo dikarenakan produktivitas dan produksinya meningkat antara 2 – 2,5 ton per ha. Pada jajar legowo, jarak tanam antara barisan sama dengan jarak tanam biasa, tetapi jarak tanam dalam barisan diperpendek hingga setengahnya dan pada setiap satu set legowo diselingi dengan jarak dua kali lebih panjang dari jarak tanam antarbarisan.Dengan menerapkan komponen teknologi jajar legowo produktifitas padi dapat ditingkatkan 50-750 %/hektar (rata-rata produktivitas padi nasional 5,3 ton/ha melalui jajar legowo menjadi 9-10,6 ton/ha). Cara tanam jajar legowo untuk padi sawah secara umum bisa dilakukan dengan berbagai tipe yaitu: legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya. Namun dar ihasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1 Pengertian jajar legowo 2 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 2 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam 1/2 kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 2 : 1 adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). 20 cm 40 cm 20 cm V v v v v v10 cm v v v v v v v v v v v v v v v v v v Pengertian jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam>2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). 40 cm 20 cm v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v 1 set 1 set Pelaksanaan : Membuat tanaman kepala pada kedua sisi petakan dengan jarak tanam sesuai blak yang telah dibuat yakni 20cm- 40 cm - 20cm – 40cm sepanjang sisi petakan. Persiapan : Menyiapkan 2 buah tali plastik / rafia masing-masing sepanjang minimal ±10 m dimana masing-masing ujungnya diikatkan pada sebilah ajir / patok dari bambu. Menyiapkan 2 buah blak berukuran masing 120 cm, masing-masing diberi tanda pada ruang I: 20cm, ruas II :40cm, ruas III: 20cm dan ruas ke IV ukuran 40cm. Mennyiapkan bibit padi umur ± 20 hari sebanyak sesuai luasan areal yang akan ditanami. Sebelum lahan ditanami permukaan lahan diusahakan dalam keadaan rata dan keadaan air macak-macak. Siapkan bibit di areal sawah yang akan di tanami dengan cara berbanjar merata diseluruh petakan ( bibit masih dalam ikatan). Pelaksanaan : Pasanglah kedua blak ukur di kedua sisi kanan dan kiri petakan yang dimulai dari bagian pinggir petakan. Bentangkan ke 2 buah tali tersebut memanjang sesuai arah barisan yang dikehendaki sejajar sepanjang petakan dengan jarak kedua ujung tali masing-masing 20 cm. Pasanglah tali dimana kedua ujung tali bersentuhan dengan masing-masing tanaman kepala di kedua sisi yang dimulai dari sebelah pinggir petakan dengan jarak tanam 10 cm atau 15 cm sesuai tingkat kesuburan tanah. Setelah penanaman pada baris pertama selesai, secara bersama-sama kedua ujung tali dipindahkan ketanaman kepala berikutnya ( cara tanam berjalan mundur ) dan seterusnya sampai selesai penanaman. Modifikasi jarak tanam pada cara tanam legowo bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Secara umum, jarak tanam yang dipakai adalah 20 cm dan bisa dimodifikasi menjadi 22,5 cm atau 25 cm sesuai pertimbangan varietas padi yang akan ditanam atau tingkat kesuburan tanahnya. Tujuan dan manfaat cara tanam legowo adalah : Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan. Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit, terutama tikus. Mempermudah pelaksanaan pemupukan danp engendalian hama / penyakit. Menambah populasi tanaman. Hasil lebih tinggi dibanding jarak tanam tegel karena tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir sehingga memperoleh sinar matahari Kelembaban lingkungan lebih rendah sehingga mencegah penyakit. Walaupun ada lorong kosong di antara set legowo, populasi tanaman tidak berkurang karena dilakukan pemadatan pada setiap baris pinggir. Populasi tanam jajar legowo Ada dua tipe jajar legowo yang dianjurkan, karena dapat meningkatkan produktivitas secara nyata yaitu jajar legowo 2:1 dimana setiap set legowo terdiri atas 2 barisan tanaman dan jajar legowo 4:1 setiap set legowo terdiri atas 4 barisan tanaman. Dengan pengaturan jarak tanam sepertini, populasi tanaman bertambah sekitar 33% populasi / ha 300.000 rumpun dan seluruh tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir karena kedua baris tanaman berada disamping jarak antar set.Legowo 4:1 meningkatkan populasi tanaman sekitar 20% dan 50% dari total populasi tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir. Pada legowo 4:1 baris pertama dan baris keempat saja yang dipadatkan sehingga jarak tanam dalam baris menjadi 10 cm sedangkan baris kedua dan ketiga tetap dengan jarak tanam dalam baris 20 cm,” (Admin_Edy Widodo )