Loading...

Budidaya Tanaman Cabai dan Kangkung di Pekarangan

Budidaya Tanaman Cabai dan Kangkung di Pekarangan
Budidaya Tanaman Cabai PersemaianSebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (500 C) atau larutan Previcur N (1cc/l) selama satu jam. Benih disebar secara merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan persemaian diberi naungan/atap dari screen/kasa/palastik transparan, kemudian persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan kedalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 4-5 minggu. PenanamanSetelah bibit berumur 4-5 minggu, bibit siap dipindah ke pertanaman yang sebelumnya telah diberi pupuk dasar yang diberikan, berupa pupuk kandang kuda atau sapi 300 kg/100 m2 dan pupuk buatan (TSP) sebanyak 2 kg/100 m2 yang diberikan sebelum tanam. Pupuk susulan berupa Urea 1 kg/100 m2, ZA 3 kg/100 m2, dan KCl 2 kg/100 m2, diberikan 3 kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah tanam. PemeliharaanPenyulaman dilakukan paling lambat 1-2 minggu setelah tanam untuk mengganti bibit yang mati atau sakit. Pengairan diberikan dengan cara digenangi atau dengan disiram per lubang. Penggemburan tanah atau pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua atau pemupukan susulan. Pemberian ajir dilakukan untuk menopang berdirinya tanaman. Tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama sebaiknya dipangkas. PanenCabai merah dapat dipanen pertama kali pada umur 70-75 hari setelah tanam, khususnya di dataran rendah dan pada umur 4-5 bulan di dataran tinggi, dengan interval panen 3-7 hari. Buah yang dikirim untuk jarak jauh dipanen setelah matang hijau. Buah yang akan dikeringkan dipanen setelah matang penuh. 2. Budidaya Tanaman Kangkung Persemaian/PenanamanBiji kangkung darat ditanam pada tanah tegalan yang telah dipersiapkan. Tanah tegalan tersebut dicangkul sedalam 30 cm, dan diberi pupuk kandang kuda atau domba sebanyak 1 kg/100 m2. Setelah tanah diratakan, kemudian dibuat bedengan pertanaman dengan lebar 60 cm atau 1 m. Pada bedengan-bedengan tersebut dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak 20 cm antarbarisan dan 20 cm antartanaman. Tiap lubang diberi 2 - 7 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan dengan zig-zag atau sistem garitan (baris). Pemupukan yang digunakan yaitu Urea 2 kg/100 m2, TSP 2 kg/100 m2, dan KCl 1 kg/100 m2. Penanaman benih kangkung dapat dilakukan dengan cara menyebar biji langsung pada bedengan atau menyebar langsung pada larikan/barisan.a. Cara disebar langsung, biasanya digunakan untuk penanaman kangkung cabut. Biji disebar langsung secara merata di atas permukaan bedengan, kemudian ditutup tipis dengan tanah; b. Biji dapat juga disebarkan pada larikan/barisan dengan jarak antarbarisan 10-15 cm, kemudian ditutup kembali dengan lapisan tipis tanah; PemeliharaanPemeliharaan yang perlu dilakukan terutama untuk menjaga ketersediaan air pada kangkung darat. Apabila tidak turun hujan, harus segera dilakukan penyiraman. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu pengendalian gulma pada waktu tanaman masih muda atau belum menutup tanah dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan paling lambat 1 - 2 minggu setelah tanam untuk mengganti bibit yang mati atau sakit. Tanaman kangkung dapat berproduksi dengan baik meskipun ditanam pada tanah yang telah beberapa kali ditanami dengan kangkung, asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan yang teratur. Kebutuhan air untuk tanaman harus diperhatikan. Tanaman kangkung yang masih muda (sampai minggu pertama setelah tanam) memerlukan air sebanyak kurang lebih 4 mm/tanaman atau 4 l/m2 setiap harinya. Pengairan diberikan dengan cara digenangi atau dengan disiram perlubang. Penggemburan tanah atau pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua atau pemupukan susulan.Penyiangan rumput secara khusus diperlukan pada pertanaman kangkung cabut. PanenSetelah tanaman berumur 30-40 hari, kangkung yang berasal dari stek mulai dapat dipangkas ujungnya sepanjang + 20 cm agar tanaman banyak bercabang. Sedangkan tanaman yang berasal dari biji, panen dimulai setelah berumur 60 hari. Pemangkasan ini merupakan hasil panen pertama yang dapat dijual. Pemungutan hasil selanjutnya dilakukan dengan jalan memangkas ujung cabang-cabangnya pada tiap 0,5 bulan sekali. Tanaman yang baik dapat menghasilkan 100 - 160 kg/100 m2 dalam 1 tahun. Tanaman berumur 1 atau 2 tahun perlu dibongkar atau diganti dengan tanaman baru.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan