Loading...

BUDIDAYA TANAMAN KECIPIR

BUDIDAYA TANAMAN KECIPIR
BUDIDAYA TANAMAN KECIPIR PENDAHULUAN Kecipir adalah tanaman setahun yang berbentuk perdu. Tanaman kecipir sepintas menyerupai kara, tetapi buahnya berbeda. Tanaman ini membentuk umbi serta bersifat membelit ke kiri. Biasanya kecipir dapat berumbi besar yang enak dimakan. Daunnya tidak berbau langu. Buah kecipir berwarna hijau, panjangnya 15 - 40 cm, berbentuk segi empat, serta setiap seginya berusuk dan bersayap. Rasanya enak serta lunak. Biji kecipir merupakan sumber protein nabati dan banyak mengandung vitamin A, B, dan C, serta lemak. Bentuk bijinya bulat dan berwarna kuning sewaktu masih muda, tetapi setelah tua menjadi cokelat serta rasanya menjadi kelat/getir. Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus A. DC) termasuk famili Papilionaceae. Kecipir dibedakan berdasarkan warna bunganya menjadi dua macam, yaitu kecipir berbunga ungu dan kecipir berbunga putih. Kecipir berbunga ungu panjang buahnya antara 15 - 20 cm dan bijinya besar. Kecipir berbunga putih panjang buahnya antara 30 - 40 cm dan bijinya kecil (lebih kecil dibandingkan kecipir berbunga biru). II. BERTANAM KECIPIR Tanaman kecipir belum diusahakan secara komersial, tetapi baru merupakan tanaman pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Kecipir dapat ditanam di dataran rendah maupun tinggi. Tanaman ini tidak membutuhkan tempat yang subur, karena itulah tanaman ini sangat baik ditanam di pekarangan dan lahan-lahan kritis. Syarat-syarat agar tanaman kecipir dapat tumbuh dengan baik adalah tidak ada genangan air, iklimnya kering, dan pH tanah antara 5,5 - 6,5. Oleh karena itu, tanaman kecipir lebih baik jika ditanam pada awal musim kemarau. Walaupun demikian, kecipir dapat pula ditanam pada musim hujan, tetapi produksinya akan menurun, bahkan jika curah hujan terlalu tinggi, tanaman tidak akan mau berbuah. Jika hal ini terjadi, maka tanaman akan berbuah pada musim kemarau berikutnya. Artinya, umur tanaman akan menjadi lebih panjang. Cara Tanam Kecipir dikembangbiakkan dengan bijinya. Biji tersebut langsung ditanam di kebun yang telah disiapkan. Untuk penanaman seluas 1 ha diperlukan 30 kg biji. Sebelum ditanami, lahan diolah dengan pencangkulan dan pemberian pupuk kandang atau pupuk organik, khususnya untuk lahan-lahan tandus. Setelah dicangkul, tanah diratakan dan dibuat lubang tanam dengan tugal yang jaraknya 20 - 30 cm dan jarak antar baris 75 cm. Selanjutnya setiap lubang ditanami 1 - 2 biji, lalu ditutup tipis-tipis dengan tanah. Biji kecipir dapat tumbuh setelah lima hari kemudian. Setelah tinggi tanaman mencapai 10 cm atau berumur dua minggu (hst), dipasang ajir dari bambu yang tingginya 1,5 - 2 m. Jika ditanam di pekarangan, kecipir dapat dirambatkan pada pohon, pagar, atau tembok. Selain pemberian ajir, tanaman kecipir perlu diberi pupuk buatan berupa urea dan TSP (SP-36) dengan perbandingan 1 : 2 sebanyak 6 g tiap tanaman. b. Panen dan Cara Panen Buah dapat dipetik pertama kali saat tanaman berumur 3,5 bulan (hst). Tanaman yang terawat dengan baik dan sehat dapat menghasilkan lebih dari 2,5 ton buah muda tiap hektar lahan. Pemetikan buah jangan sampai terlambat karena rusuk-rusuk buah akan berserat. Hal ini akan menyebabkan buah menjadi liat, kurang enak, dan mutunya akan menurun. Buah kecipir yang muda dapat disayur dan dilalap masak. Selain itu, biji kecipir juga dapat diolah menjadi susu (sari biji kecipir). Sementara biji yang telah tua (botor) dapat digoreng dan dimakan seperti kacang tanah. Rasa botor enak, gurih, dan agak getir (kelat). Botor yang digoreng bermanfaat untuk membersihkan darah kotor. Selain itu, biji kecipir juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe. REFERENSI Sunarjono, H. 2003. Bertanam 30 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya, Jakarta. http://www.ipm.ucdavis.edu/PMG/selecnewpest.beans.html https://www.plantvillage.org/en/topics/beans/infos/diseases_and_pests_description_uses_propagation