Loading...

BUDIDAYA TANAMAN KENIKIR

BUDIDAYA TANAMAN KENIKIR
BUDIDAYA TANAMAN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) I. PENDAHULUAN Bagi penikmat kuliner pecel tentu tidak jarang menjumpai sayur kenikir dalam pecel itu. Sebagian ibu rumah tangga juga memanfaatkan daun kenikir untuk sayur kulupan pelengkap makanan sehari-hari mereka. Tanaman kenikir juga sering kita temukan di halaman rumah seseorang sebagai tanaman pemercantik pagar. Kenikir atau yang bernama ilmiah Cosmos caudatus sebenarnya merupakan semak (perdu) yang bisa tumbuh dengan mudahnya di sekitar tempat tinggal kita. Tanaman kenikir biasanya digunakan sebagai tanaman pagar di perkarangan rumah. Sayuran kenikir apabila dijadikan kulupan akan menghasilkan cita rasa yang sangat nikmat. Tak heran jika sebagian besar masyarakat masih banyak yang mengkonsumsi kenikir. Banyaknya masyarakat yang menyukai kenikir membuat kebutuhan kenikir semakin meningkat. Kenikir merupakan tanaman asli dari daerah tropis Amerika Latin dan Amerika Tengah, tetapi tumbuh liar di Florida, Amerika Serikat yang kemudian dibawa oleh orang Spanyol ke Filipina. Di Filipina kenikir dikenal dengan nama cosmos, di Jawa Tengah diberi nama kenikir. Di Indonesia sendiri tanaman kenikir sudah menyebar ke beberapa pulau seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Nusa Tenggara,dan Papua. Kenikir adalah tanaman tahunan yang berbatang pipa dengan garis-garis yang membujur. Tingginya dapat mencapai 1 m dan daunnya bertangkai panjang. Duduk daunnya saling berhadapan, sehingga berbagi menyirip menjadi 2-3 tangkai. Baunya seperti damar apabila diremas. Bunganya tersusun pada tongkol yang banyak terdapat pada ketiak daun teratas, berwarna oranye berbintik kuning, bijinya berbentuk paruh (Sastrapradja dkk, 1981). Kenikir merupakan tanaman musiman dan tahunan, yang memiliki batang tegak berwarna hijau kecoklatan dengan tinggi mencapai 3 m. Batang keningkir bercabang, beralur dan berbentuk segi empat serta bekas tangkai daun atau nodus terlihat sangat jelas. Daun keningkir majemuk, berwarna hijau dengan bentuk saling berhadapan, bentuknya menyirip, tepi rata, permukaan daun atas berwarna lebih hijau dan terang dibandingkan permukaan bawah. Selain warna yang kurang terang permukaan bawah agak berbulu. Bunga tanaman kenikir terletak du ujung tangkai atau cabang batang. Panjang tangkai bunganya sekitar 5-30 cm. Mahkota bunga terdiri atas 8 helai dengan panjang 1,5-2 cm dan berwarna kuning. Bunga kenikir termasuk bunga majemuk dimana setiap tangkai bunga ada lebih dari satu bunga namun pada satu cabang berbunga banyak. II. BUDIDAYA TANAMAN SYARAT TUMBUH Tanaman kenikir mampu hidup di dataran rendah dengan sinar matahari penuh maupun di daerah dataran tinggi yang mencapai 1.600 m dpl. Pengaturan drainase dan irigasi yang memadahi membatu pertumbuhan tanaman kenikir secara optimal. Kondisi tanah yang terlalu lembah dapat memicu munculnya cendawan yang mengganggu pertumbuhan kenikir. Sehingga diperikan tanah atau lahan yang tidak terlalu lembah (Hakim, 2015). Tanaman kenikir dapat tumbuh dengan mudah di wilayah Indonesia dengan iklim tropis. Saat musim kemarau tanaman kenikir dapat tumbuh dengan baik meskipun tanpa pengairan yang cukup. b. PERBANYAKAN TANAMAN Tanaman kenikir berkembangbiak atau di perbanyak menggunakan biji. Benih kenikir berwarna coklat kehitaman dan dan berbentuk seperti jarum dengan ujung berambut. Biji kenikir memiliki bentuk pipih dan panjang. Biji kenikir tidak terlalu berat sehingga mudah diterbangkan oleh angin. Saat masih muda berwarna hikau namun saat tua berwarna coklat. Panjangnya kurang lebih 1 cm. Biji kenikir diambil dari biji yang sudah tua dan kering. Apabila biji belum terlalu kering maka Anda bisa mengeringkannya di bawah sinar matahari. Setelah biji kering tidak perlu langsung disebar karena harus disimpan beberapa saat. Sebelum biji disebar harus dilakukan persemaian agar tanaman kenikir dapat tumbuh dengan optimal. Perbanyakan di awali dengan semai biji pada media semai. Media yang digunakan adalah kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Pembibitan dilakukan selama 3-4 minggu sampai kondisi tanaman tersebut siap dipindah ke lahan atau lapang. Saat pembibitan monitoring sangat di utamakan, karena jika bibit yang akan ditanam rusak tentunya akan mempengaruhi proses pertumbuhan paskapembibitan. Dalam pembibitan jangan terlalu lembah dan jangan terlalu kering (Pambayun, 2008). Tahap selanjutnya yaitu penanaman, bibit yang sudah berumur 3-4 minggu ditanam dilahan dengan kerapatan yang telah ditentukan. Jarak tanam berbeda-beda yaitu 50 cm × 10 cm, 50 cm × 13,3 cm, 50 cm × 20 cm, 50 cm × 40 cm. Pada awal penanaman perlu dilakukanpemupukan. Pupuk yang digunakan harus mengandung kebutuhan terutama kandungan NPK. c. PEMELIHARAAN TANAMAN 1. Penyiraman Lakukan penyiraman 3 hari setelah penanaman dengan aliran air yang tidak terlalu deras agar biji tidak terbawa air. Setelah itu, penyiraman dapat dilakukan 3-4 hari sekali. 2. Penjarangan dan Penyulaman Apabila tanaman kenikir tumbuh terlalu rapat, maka dapat dipindahkan ke pot atau polybag lain agar pertumbuhannya merata. Pemindahan ini dilakukan seminggu setelah benih ditebar atau setelah tanaman kenikir mencapai ketinggian 3 cm. 3. Pemupukan Pemupukan ini dilakukan setiap 10 hari sekali, selanjutnya dua minggu sekali. pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik cair, pupuk kompos, urea, NPK atau TSP. 4. Penyiangan dan Pembubunan Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di pot atau polybag tanam agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kenikir dan lakukan pembubunan atau menimbun kembali akar yang terlihat dengan tanah. Kedua hal ini dilakukan 2 minggu sekali. 5. Pengandilan Hama dan Penyakit Pengendalian terhadap hama serta penyakit dilakukan secara mekanik, dan kimia. d. PEMANENAN Panen dilakukan pada daun yang telah siap di konsumsi, umumnya daun yang di panen adalah daun muda, ada pula yang memanen dengan memotong pucuk tanaman. Daun kenikir dapat dipanen jika daun sudah rimbun atau telah berumur sekitar 35 hari Panen berikutnya dilakukan setiap minggu. Tanaman kenikir dapat dipanen sampai berkali-kali sampai 2 tahun lebih tergantung perawatannya. Panen dilakukan dengan cara memetik daun dan batang kenikir kemudian diikat dan selanjutnya dipasarkan. III. MANFAAT TANAMAN KENIKIR Daun kenikir mengandung berbagai zat seperti Saponin, Flavonoid, Terpenoid, Mineral, Tokoferol, Polifenol, Kalsium, Kuersetin, Hidroksieugenol dan lain sebagainya. Dengan berbagai zat yang terkandung dalam daun kenikir, daun kenikir memiliki bergai manfaat kesehatan diantaranya: Mengobati kanker, Meningkatkan kekebalan tubuh, Mengobati lemah jantung, Mengobati maag, Mencegah osteoporosis, Membantu pertumbuhan tulang pada anak-anak, Mencegah penuaan dini, Mengobati gondongan dan lain sebagainya. Secara tradisional tanaman kenikir (khususnya daunya) digunakan sebaga obat penambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang dan pengusir serangga (Penulis: Umi Barokah, S.P). REFERENSI Agrowindo. 2015. Peluang Usaha Budidaya Kenikir dan Analisis Usahanya. Diakses 13 Agustus 2019. http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-kenikir-dan-analisa-usahanya.htm. Fauna dan Flora. 2017. Panduan Cara Menanam Kenikir di Pot. Diakses 13 Agustus 2019. https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-kenikir-di-pot-atau-polybag/ Hakim,M. R. A. dan M. Rahmad suhartono. 2015. Penentuan Masak Fisiologis dan Ketahanan Benih Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap Desikasi. J. Horrr. Indonesia 6(2):84-90. Mukari, Ahmad. 2017. TANAMAN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth). Diakses 13 Agustus 2019. http://mukariagriculture.blogspot.com/2017/04/tanaman-kenikir-cosmos-caudatus-kunth.html. Samujizaky. 2015. Cara Menanam/Budidaya Kenikir. Diakses 13 Agustus 2019. http://tanamanbawangmerah.blogspot.com/2015/10/cara-menanam-budidaya-kenikir.html. Sastrapradja, S., Lubis, S. H. A., Djajasukma, E., Soetarno, H., Lubis, S. 1981. Proyek Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi Sayur-Sayuran. Balai Pustaka. Jakarta.