Loading...

Budidaya Tanaman Terung dan Bayam di Pekarangan

Budidaya Tanaman Terung dan Bayam di Pekarangan
1. Budidaya Tanaman Terung PersemaianSebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (50 0C) selama 1 jam. Benih disebar secara merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1 : 1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan persemaian diberi naungan/atap dari screen/kasa/plastik transparan, kemudian persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 4-5 minggu atau sudah mempunyai 4-5 daun. PenanamanJarak tanam dalam barisan 50-70 cm (bergantung varietas dan jarak antar barisan 80-90 cm dan pada tiap bedengan terdapat dua baris tanaman. Bibit yang telah berumur 1,5 bulan atau daunnya telah tumbuh sebanyak 4 helai dapat dipindahkan ke lapangan (telah dipersiapkan) yang sudah diberi pupuk kandang 0,5-1 kg/lubang. PemeliharaanPupuk buatan diberikan setelah tanaman berumur 1-2 minggu setelah tanam. Pupuk campuran dapat pula diberikan dalam bentuk ZA dan ZK dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 g/tanaman di sekeliling tanaman dengan jarak 5 cm dari pangkal batang. Pemupukan berikutnya diberikan saat tanaman berumur 2,5 - 3 bulan. Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada pertanaman terung, antara lain penyiangan gulma, penyiraman , perompesan, dan pemberian ajir. PanenPanen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan. Pertanaman yang baik dapat menghasilkan 200 kg buah terung per 100 m2. Panen dilakukan dengan menggunakan pisau 1 kali atau 2 kali seminggu. Buah terung yang layak dikonsumsi adalah buah yang padat dan permukaan kulitnya mengkilat. 2. Budidaya Tanaman BayamTanaman bayam dikembangbiakkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus berumur cukup tua (3 bulan). Benih yang muda tidak tahan disimpan lama dan daya kecambahnya cepat menurun. Benih bayam yang cukup tua dapat disimpan lama sampai satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi. PersemaianLahan untuk pertanaman bayam perlu diolah terlebih dahulu dengan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Setelah itu dibuat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur, untuk mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan satu meter, sedangkan panjang bedengan dibuat tergantung ukuran/bentuk lahan. Setelah diratakan, bedengan diberi pupuk kandang kuda atau ayam dengan dosis N 120 kg, P2O5 sebanyak 90 kg dan K2O 50 kg per hektar atau setara dengan Urea 30 g, TSP 20 g, dan KCL 10 g tiap m2 luas bedengan. Pupuk tersebut disebar rata dan diaduk pada bedengan, kemudian permukaannya diratakan. PenanamanPenanaman benih bayam dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu menyebar biji langsung pada bedengan, menyebar langsung pada larikan/barisan dan melalui persemaian lebih dahulu.a. Cara disebar langsung, biasanya digunakan untuk penanaman bayam cabut. Biji disebar langsung secara merata di atas permukaan bedengan, kemudian ditutup tipis dengan tanah (tebalnya + 1-2 cm); b. Biji dapat juga disebarkan pada larikan/barisan dengan jarak antarbarisan 10-15 cm, kemudian ditutup kembali dengan lapisan tipis tanah; dan c. Pesemaian umumnya digunakan untuk penanaman bayam petik. Benih disemai, kemudian setelah tumbuh (kurang dari 10 hari), bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu sampai siap dipindah ke lapangan. Jarak tanam pada sistem ini adalah 50 x 30 cm. PemeliharaanTanaman bayam dapat berproduksi dengan baik meskipun ditanam pada tanah yang telah beberapa kali ditanami dengan bayam, asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan yang teratur. Kebutuhan air untuk tanaman harus diperhatikan. Tanaman bayam yang masih muda (sampai Minggu I setelah tanam) memerlukan air sebanyak + 4 mm/tanaman atau 4 l/m2 setiap harinya. Penyiangan rumput secara khusus pada pertanaman bayam petik tidak terlalu diperlukan, namun diperlukan pada pertanaman bayam cabut. PanenBayam cabut biasanya dipanen apabila tingginya sudah mencapai kira-kira 20 cm, yaitu pada umur antara 3-4 minggu setelah tanaman tumbuh. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya atau dengan cara memotong pada bagian pangkal sekitar 2 cm di atas permukaan tanah, sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur antara 1 - 1,5 dengan interval pemetikan seminggu sekali. Produksi tanaman bayam yang dipelihara dengan baik dapat mencapai 50-100 kg/100 m2.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan