Loading...

Budidaya Tanaman Tomat dan Caisin di Pekarangan

Budidaya Tanaman Tomat dan Caisin di Pekarangan
Pengembangan produksi sayuran sampai saat ini berkembang cukup baik, seiring dengan peningkatan produktivitas yang meningkat secara signifikan, sehingga pendapatan petani juga ikut terkatrol. Tanaman sayuran merupakan tanaman yang mempunyai pasar luas, baik dalam negeri maupun untuk kepentingan ekspor. Upaya peningkatan produksi bukan hanya pada lahan yang luas tetapi dapat juga pada lahan pekarangan. Hal yang sering menjadi masalah adalah penerapan teknologi budidaya yang tidak berdasarkan kepada teknologi anjuran dan perlakuan pasca panen yang masih konvensional sehingga berdampak kepada tingginya kehilangan hasil. Berikut uraian singkat cara budidaya tanaman tomat dan caisin. 1. Budidaya Tanaman TomatPersemaian Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50 0C) atau larutan Preficur N (1ml/l) selama 1 jam. Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), lalu ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan persemaian diberi atap dari screen/kasa/plastik transparan. Persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan hama. Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3 minggu. Penanaman Bibit tomat berumur 3-4 minggu dari persemaian, ditanam dalam lubang tanam yang sudah disediakan dengan jarak tanam 60 x 50 cm. Gunakan pupuk kandang sapi 1kg/lubang dan pupuk NPK 40g/lubang. Pemeliharaan Tanaman perlu diberi ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh. Ajir dapat dibuat dari bambu dengan panjang 1-1,5 m. Tanaman tomat diikatkan pada ajir secara longgar, sehingga tanaman tersebut cukup leluasa berkembang. Penyiraman dilakukan setiap hari sampai tanaman tomat tumbuh normal, kemudian diulang sesuai kebutuhan. Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang sakit atau mati sampai tanaman berumur 2 minggu. Pengendalian gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah dan pemberian pupuk susulan. Perompasan tunas liar dilakukan pada tunas-tunas air, yaitu tunas-tunas tidak produktiv atau tidak menghasilkan bunga dan buah. Kegiatan ini dilakukan beberapa kali, sehingga dalam satu pohon hanya tertinggal 1-3 cabang utama saja. PanenPanen pertama buah tomat dilakukan pada umur 2-3 bulan setelah tanam. Panen dapat dilakukan antara 10-15 kali pemetikan buah dengan selang 2-3 hari sekali. Buah yang siap dipanen adalah yang sudah matang 30%. Total buah tomat yang dapat dipanen dengan satu tanaman yang baik, mencapai 1-2 kg. 2. Budidaya Tanaman CaisinPersemaianSebelum benih disebar, direndam dahulu dengan larutan hangat Preficur N (1ml/l) dengan konsentrasi 0,1 % selama lebih kurang 2 jam. Selama perendaman, benih yang mengapung dipisahkan dan dibuang. Benih yang tenggelam yang digunakan, dipisahkan dan dikering anginkan. Kemudian benih disebar secara merata pada bedengan persemaian, dengan media semai setebal + 7 cm kemudian disiram. Bedengan persemaian tersebut sebaiknya diberi naungan. Media semai dibuat dari pupuk kandang dan tanah yang telah dihaluskan dengan perbandingan 1:1. Benih yang telah disebar ditutup dengan media semai, kemudian ditutup dengan daun pisang atau karung goni selama 2-3 hari. Bibit caisin berumur 7-8 hari setelah semai dipindahkan ke dalam bumbunan dan bibit siap ditanam di kebun pada saat berumur 2-3 minggu setelah semai. PenanamanBibit yang telah berumur 12 hari setelah semai ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan dengan jarak tanam 20 x 15 cm. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang sebanyak 100 kg/100 m2 diberikan merata di atas bedengan dan diaduk merata dengan tanah. Hal tersebut dilakukuan + 3 hari sebelum tanam, sedangkan pemupukan susulan menggunakan pupuk Urea 1,3 kg/100 m2 yang diberikan setelah penyiangan atau + 2 minggu setelah tanam. PemeliharaanPenyiangan gulma dilakukan pada umur + 2 minggu setelah tanam, kemudian dilakukan penyiangan dan pendangiran susulan setiap 2 minggu sekali, terutama pada musim hujan. Apabila penanaman dilakukan dengan cara menyebarkan benih langsung di lapangan maka dilakukan penjarangan tanaman 10 hari setelah tanam atau bersamaan dengan waktu penyiangan gulma. Penyiraman tanaman perlu dilakukan apabila ditanam pada musim kemarau atau di lahan yang sulit air. Penyiraman dilakukan sejak awal penanaman sampai waktu panen. PanenPanen dilakukan setelah tanaman berumur 45-50 hari dengan cara mencabut atau memotong pangkal batangnya. Pemanenan yang terlambat menyebabkan tanaman caisin cepat berbunga. Tanaman yang baru dipanen ditempatkan di tempat yang teduh dan dijaga agar tidak cepat layu dengan cara diperciki air.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan