Loading...

Budidayakan 19 Jenis Buah Lokal

Budidayakan 19 Jenis Buah Lokal
TENGGARONG – (21/3) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya melestarikan 19 jenis buah lokal. Ke-19 jenis buah lokal tersebut dibudidayakan di sejumlah tempat di Kukar. Buah-buahan lokal itu antara lain lahong, wanyi, kapul, meretam, trap, asam putar, cempedak, manggis, langsat, palong, buku, kuini, empalam, jambu gembong, jambu gumus, kasturi, rambai, lai dan durian. Kepala BKPP Kukar Ir. Akhmad Hardi Dwi Putra mengatakan, pembudidayaan tersebut punya tujuan. Selain pelestarian terhadap buah-buahan lokal yang dianggap hampir punah, sekaligus pemanfaatan lahan tidur. “Jadi kita ingin menyelamatkan plasmanutfah (pembawa sifat keturunan) buah-buahan asli Kutai yang dianggap hampir punah,” katanya. Pembudidayaan bibit tersebut dilakukan di 10 Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) se-Kukar. Yakni, Samboja, Muara Jawa, Muara Badak, Anggana, Teluk Dalam, Separi, Tenggarong, Sebulu, Kota bangun dan Muara Kaman. “Kita sudah melakukan penanaman di 10 BP3K se-Kukar di mana setiap titik kita menanam sebanyak 25 bibit pohon,” bebernya. Hardi menambahkan, pihaknya juga melakukan penanaman sebanyak 225 bibit pohon di Waduk Panji,Sukarame Tenggarong. “Kita juga menanam di lokasi obyek wisata, yang dimana diproyeksikan menjadi labolatorium alam. Pohon-pohon tersebut diharapkan bisa menjadi wahana pembelajaran untuk mengenal tanaman khas Kaltim,” tuturnya. Untuk program yang satu ini, BKPP berkoordinasi dengan Dinas Budaya dan Pariwisata. Dua SKPD ini bersama-sama melakukan survei lokasi hingga penanaman pohonnya. “Bahkan saat pelaksanaannya kita melibatkan korlap (Koordinator Lapangan, Red.) waduk, mulai dari survei lokasi, hinga persiapan tanaman maupun saat penanamannya,” jelasnya (AA)