Loading...

CABAI YANG TAHAN TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT

CABAI YANG TAHAN TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT
CABAI YANG TAHAN TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT Tanaman Cabai merupakan salah satu tanaman sayuran yang harganya sangat stabil dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya, bahkan harga cabai kadang kadang dapat meningkat bahkan melonjak dengan harga lebih dari Rp.100.000,- per kg, sehingga cabai disebut sebagai komoditas primadona. Harga cabai tersebut terjadi tidak hanya permainan tengkulak akan tetapi dampak dari pasokan cabai yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen, hal ini terjadi karena musim hujan tersebut dapat menurunkan produksi. Pada musim hujan tanaman cabai sangat sulit untuk meningkatkan produksi bahkan kecenderungan produksi menurun bahkan gagal panen dikarenakan pada musim hujan serangan hama penyakit sangat luar biasa serta kemungkinan tanaman kebanjiran sangat dimungkinkan. apabila berhasil dalam budidaya t cabai pada musim hujan hal ini akan berdampak pada harga penjualan cabai akan melonjak tinggi, namun untuk mencapai keberhasilan tersebut dibutuhkan penguasaan Teknik dalam bertanam cabai dimusim hujan. Namun demikian diperlukan juga varietas cabai yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit dan hujan jadi dalam menghadapi musim hujan harus ditanam bibit cabai diantaranya yaitu cabai Senopati dan cabai sakti. Cabai varietas Senopati, jenis cabai ini dapat beradaptasi dan dapat tumbuh baik dari dataran rendah sampai dataran tinggi / dari 100 – 800 m dpl, dimana jenis ini tahan terhadap hama dan penyakit serta dapat ditanam dimusim hujan. Cabai ini masa panennya cukup lama dan dapat dipanen pada umur 80 hari setelah panen. Demikian juga dengan jenis Cabai sakti tahan terhadap hama dan penyakit serta dapat ditanam dan berproduksi baik pada musim hujan. Namun demikian perlu mengetahui penyakit yang berkembang pesat di musim hujan dan gejala penyakit serta pengendalian, sehingga apabila ada tanda2 cabai tersebut kita sudah dapat mengatasinya, diantaranya penyakit cabai di ,yaitu ; Antraknosa /Patek Penyakit cabai yang berbahaya dan ditakuti oleh petani adalah penyakit Antraksona, dimana penyebabnya adalah cendawan Colletotrichum capsica dan Gloesporium piperatum, sedangkan gejala penyakit ini pada tanaman cabai apabila ada bercak coklat kehitaman pada buah kemudian akan meluas dan buah tersebut menjadi busuk lunak. Apabila terjadi serangan pada tanaman dengan katagori berat maka pada buah tersebut akan terjadi buah mengering dan keriput seperti jerami hal ini karena infeksi. Sedangkan Gloesporium piperatum dapat menyerang tanaman cabai pada saat buah berwarna hijau dan mengakibatkan terjadi die back ( mati ujung ), hal ini terjadi apabila kondisi lembab, cendawan akan membentuk badan buah dalam lingkaran – lingkaran yang memusat berwarna merah jambu. Pengendalian yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut ; Benih cabai sebelum ditanam perlu ada perlakuan pada benih tersebut dengan meredam benih pada air panas dengan suhu 55 C selama setengah jam atau benih direndam dalam air hangat yang dicampur fungisida. Buah cabai yang terserang penyakit segera dipanen kemudian dibakar dan buah yang tidak terserang tetap dibiarkan yang selanjutnya untuk mendapat perlakuan dengan cara menyemprotkan pada tanaman cabai dengan menggunakan fungisida Custodia dengan dosis 1- 2 m/l dicampur dengan Macoban 2,5 gr/l. Bercak Bakteri Penyaki tanaman cabai bercak bakteri dapat menyerang daun, buah dan cabang atau ranting cabai sering terjadi serangan pada musim hujan , penyebab penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas campestris pv.vesicatoria , sedangkan gejala penyakit pada daun cabai terdapat bitnik-bintik mendalam pada daun, buah dan batang atau ranting kemudian pada permukaan daun dibalik, akan terdapat lingkaran bercak yang berwarna hitam dan di dalamnya putih, apabila serangan penyakit ini dengan katagori parah akan terlihat pada permukaan daun atas menjadi kasar dengan adanya bercak berwarna kuning sedang di dalamnya berwarna coklat muda, dan bentuk dari bercak tersebut tidak teratur, serta jika terjadi infeksi tinggi maka daun dan buah menjadi rontok. Apabila tanaman cabai mempunyai gejala seperti tersebut diatas, maka cara pengendaliannya sebagai berikut ; Benih cabai sebelum disemai diperlukan perlakuan merendam benih tersebut dalam air yang dicampur dengan bakterisida Agrept 1,2 grm/l, selama 4- 6 jam. Dan apabila ada daun yang berserakan dipermukaan bedengan segera bersihkan, sedangkan daun, buah dan batang/ranting yang terserang penyakitbercak bakteri segera dipotong kemudian dibakar, serta dapat dilakukan rotasi tanaman yang tidak satu family dengan tanaman cabai diantaranya; ; tanaman jagung, kedelai dan bunga kol. Perlakuan yang dapat menekan serangan bakteri dengan cara menyemprotkan bakterisida yang berbahan aktif tembaga diantaranya Maincop 50 WP 2 gr/l atau Custodia 2ml/l. Materi Cyber tanggal 7 Nopember 2019, Oleh , M. Ali Nurdin.