Loading...

Cara bertanam kacang hijau yang benar

Cara bertanam kacang hijau yang benar
Kacang hijau merupakan komoditas penting mengingat kegunannya sebagai bahan makanan, minuman, bahan baku industri dan pakan namun produksinya masih rendah. Di lain pihak , makin luas dan beragamnya pemakaian kacang hijau ini, kebutuhan kacang hijau meningkat setiap tahunnya. Salah satu kendala pengembangan kacang hijau adalah rendahnya penerapan teknologi sehingga tingkat produktivitas belum optimal. Untuk mengatasi hal ini dan sekaligus untuk tujuan eksport peluang masih besar. Upaya yang dilaksanakan untuk peningkatan produktivitas kacang hijau antara lain dengan penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan, alsintan, pengaturan tanam dan infrastruktur. Penerapan Teknologi yang dapat dianjurkan pada Budidaya kacang hijau adalah :Pola Tanam; a) Pada Lahan Sawah : padi-padi-kacang hijau, penanaman dilakukan di awal musim kemarau dan pertengahan musim kemarau; b) Di Lahan Kering : padi gogo-palawija-kkacang hijau. Di lahan kering, tanaman kacang hijau pada bulan pertama tergantung dari curah hujan yang cukup tinggi antara 100-150 mm/bulan, sedangkan bulan kedua antara 50-100 mm/bulan.Varietas; Varietas kacang hijau yang dapat direkomendasikan antara lain : Camar, Kutilang, Merpati, Sampoeng, Kenari, Parkit dan Sriti.Penyiapan lahan; a) Pada lahan bekas padi dilakukan TOT (Tanpa Olah Tanah) ; b) Pada lahan kering/tegalan tanah dibajak sedalam 15-20 cm, kemudian digaru dan diratakan, kemudian dibersihkan dari sisa-sisa tanaman gulma serta dibuat bedengan yang lebarnya sekitar 3-5 m ; c) Diantara bedengan dibuat saluran drainase yang dalamnya kurang lebih 30 cm dan lebarnya 30 cm, yang fungsinya sebagai saluran drainase pada musim hujan dan saluran air irigasi pada musim kemarau.Penanaman; a) Penanaman dilahan sawah dapat dilakukan kurang lebih 2 biji per lubang, dengan jarak tanam sekitar 20 x 20 cm, dan jaraknya sekitar 40x15 cm atau 40 x 10 cm ; b) Penanaman dilakukan dengan cara di tugal, dengan kedalaman sekitar 3-5 cm. Lubang tanam ditutup dengan tanah atau jerami yang telah dipotong dapat dijadikan mulsa segera setelah tanam.Pemupukan; Pemupukan yang perlu dilakukan meliputi :Pemupukan dapat dilakukan dengan pemupukan berimbang. Dosis pupuk per hektar dapat diberikan 50 kg Urea, 50 kg NPK, pupuk organik atau dosis disesuaikan dengan rekomendasi setempat. Waktu pemberian pupuk dasar, satu hari sebelum atau saat tanam sebanyak 25 kg Urea dan NPK.Penyiangan; Penyiangan gulma dapat dilakukan minimal 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan ada saat tanaman berumur 15 HST (Hari Setelah Tanam), sebelum berbunga atau tergantung populasi gulma. Penyiangan kedua dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 26-30 HST.Pengendalian Hama dan Penyakit; Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan mengunakan pestisida apabiila dengan menggunakan secara komplementer/alami tidak berhasil.Pengairan; Periode kritis tanaman terhadap air adalah pada saat tanam dan pada saat berbunga (umur 25 hari), pembentukan dan pengisian polong (45 hari). Pada masa lainnya, jumlah air yang dibutuhkan relatif sedikit.Panen dan Pasca Panen; a) Panen dapat dilakukan apabila polong sudah berwarna hitam atau coklat ; b) Panen dilakukan dengan cara dipetik dan sebaiknya dilkukan pada pagi hari pada saat udaranya masih lembab ; c) Jarak panen pertama dengan kedua dan ketiga bervariasi, sekitar 3-5 hari; d) Pengeringan polong dapat dilakukan dengan sinar matahari, dapat dijemur diatas terpal/plastik; e) Pembijian dilakukan dengan memasukan polong kedalam plastik dan dipukul-pukul dengan bambu hingga polong pecah.Sumber : 1. Pulitbangtan. 2010. Teknologi Produksi Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, dan Ubi Jalar.Puslitbangtan, Bogor.2. http://bibitbunga.com/blog/cara-menanam-kacang-hijau-yang-baik-dan-benar/Penulis : Sundari, S.ST, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)email : sunburasei@yahoo.com