Loading...

CARA MEMILIH DAN MEMBUAT BENIH CABE RAWIT

CARA MEMILIH DAN MEMBUAT BENIH CABE RAWIT
Dalam melakukan budidaya tanaman ada beberapa langkah dan tahapan yang harus dilakukan oleh setiap petani, salah satunya adalah mempersiapkan benih yang akan dilakukan dalam melakukan budidaya. Pada budidaya tanaman cabe rawit yang dilakukan oleh petani, benih dapat menggunakan benih yang berlabel yang dapat diperoleh dari pasar atau kios-kios pertanian terdekat, tetapi ada kalanya petani menginginkan menggunakan benih lokal yang sudah ada di daerah setempat. Hal ini karena menurut petani tersebut dengan menggunakan benih yang sudah pernah tumbuh di daerah tersebut tanaman cabe rawit yang akan ditanam sudah beradaptasi dengan lingkungan setempat sehingga diharapkan produksi yang dihasilkan akan lebih baik. Untuk itu perlunya pengetahuan petani yang akan menanam cabe rawit menggunakan benih lokal dalam mendapatkan atau memperoleh benih dari tanaman setempat. Langkah-langkah dalam memperoleh benih cabe rawit yang baik yang perlu diketahui oleh petani yang ingin menanam cabe rawit menggunakan benih buatan sendiri meliputi: 1. Menentukan jenis cabe rawit yang akan ditanam. Dalam menentukan jenis cabe rawit yang akan di budidayakan perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain yaitu produksi yang dihasilkan, ketahanan terhadap hama penyakit, kebutuhan konsumen dan pasar. A, Produksi yang dihasilkan Benih cabe rawit yang akan digunakan apabila menggunakan benih buatan sendiri yaitu berasal dari tanaman cabe rawit sebelumnya yang menghasilkan produksi yang tinggi, hal ini dilakukan dengan harapan agar cabe rawit yang di tanam nantinya juga dapat menghasilkan produksi yang tinggi B. Ketahanan terhadap hama penyakit Tanaman cabe rawit yang buahnya akan digunakan sebagai benih sebaiknya dipilih tanaman yang terbebas dari serangan hama dan penyakit, hal ini bertujuan agar benih yang dihasilkan nantinya benar-benar berasal dari tanaman sehat dan tidak terkontaminasi oleh hama dan penyakit sehingga nantinya benih yang akan tanam akan tumbuh sehat. C. Kebutuhan Konsumen dan Pasar Dalam membuat benih cabe rawit yang akan digunakan sebaiknya melihat kebutuhan konsumen dan pasar agar cabe yang kita hasilkan nantinya diterima oleh konsumen dan pasar sehingga dapat memudahkan dalam pemasaran dan mendapatkan harga yang tinggi karena terdapat cabe rawit yang jenis tertentu yang disukai dan diperlukan oleh pasar. 2. Memilih tanaman cabe rawit sebagai sumber benih dari tanaman cabe yang umurnya cukup Dalam memilih tanaman cabe rawit yang buahnya akan digunakan sebagai benih sebaiknya buah diambil dari tanaman yang sudah dipanen minimal yang ketiga kali karena akan mendapatkan buah tanaman yang berumur cukup serta dipilih buah cabe rawit yang masak atau matang sempurna di batang yang dicirikan dengan warna buah merah sempurna. 3. Tahapan dan perlakuan dalam pembuatan benih Adapun tahapan-tahapan dalam pembuatan benih meliputi: Buah cabe rawit yang sudah masak atau matang sempurna dilakukan pengupasan kulit untuk mengambil biji yang berada di dalam buah cabe rawit. Biji cabe rawit yang telah dikumpulkan kemudian di cuci dengan air bersih. Lakukan perendaman biji untuk mendapatkan benih yang baik yaitu dengan melihat biji yang terendam dan biji yang mengambang. Biji yang mengambang di buang bersama air untuk merendam sedangkan biji yang terendam dilakukan pencucian lagi dengan air bersih. Biji yang telah di cuci dengan air bersih lalu dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari. Biji yang sudah kering setelah dilakukan penjemuran lalu diangkat sudah siap dijadikan benih.dan disimpan sebelum digunakan. 4. Perlakuan dan cara penyimpanan benih Benih cabe rawit yang telah dihasilkan sebelum digunakan sebaiknya perlu dilakukan penyimpanan yang baik. Cara penyimpanan benih cabe rawit yang baik yaitu dengan menyimpan benih di plastik yang kedap udara agar tidak mudah rusak dan tidak terkontaminasi oleh hama dan penyakit. Dengan cara melakukan langkah –langkah dalam proses pembuatan benih cabe rawit tersebut diharapakan cabe rawit yang nantinya akan dibudidayan dapat tumbuh dan menghasilkan sesuai harapan para petani, (Penulis: ERIYANTO MZ,SP; Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Tanggamus).