Loading...

Cara Memilih Lokasi Penanaman Cabe

Cara Memilih Lokasi Penanaman Cabe
Cabe merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen lain bisa turun hingga tak berharga. Hal ini membuat budidaya cabe merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.Disamping fluktiasi harga, budidaya cabe cukup rentan dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua resiko tersebut, biaya untuk budidaya cabe bisa dikatakan cukup tinggi.Lokasi penanaman merupakan unsur penting dan strategis dalam menentukan kesuksesan usaha bertanam cabe dimusim hujan. Belum tentu lokasi penanaman yang dianggap baik dapat diusahakan untuk bertanam cabe dimusim hujan.Hindari lokasi bekas lahan Tanaman SolanaceaeLokasi dipilihkan bekas pertanaman padi atau setidak-tidaknya bukan bekas lahan cabe atau bukan bekas tanaman family Solanaceae (tomat, kentang, terung, dan sebagainya). Lahan bekas tanaman kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, semangka, dan sebagainya dapat digunakan untuk bertanam cabe dimusim hujan. Letak lahan yang akan diusahakan sebaiknya juga jauh dari tanaman cabe, terung, atau tomat karena hama dan penyakit yang terdapat pada tanaman cabai tersebut akan berpindah ke tanaman lain yang masih muda.Usahakan lokasi mendapat penyinaran optimalPada musim hujan, sinar matahari yang terik jarang muncul.oleh Karena itu, penanaman cabe dimusim hujan sebaiknya dilakukan didaerah yang terbuka dan tidak terlindung tanaman besar seperti pohon kelapa, bambu, atau cengkeh. Dengan demikian, tanaman dapat secara optimal menangkap cahaya matahari. Lokasi penanaman cabai dimusim hujan sebaiknya juga tidak terlalu dekat dengan sungai besar atau berada didaerah cekungan karena beresiko kebanjiran pada saat hujan lebat.Pilih lokasi yang mudah dijangkauPada musim hujan, kecepatan aliran sarana produksi pertanian ke lahan harus cepat supaya tetap utuh dan tidak rusak. Lokasi yang terlalu jauh masuk ke dalam akan menyulitkan pengangkutan sehingga ada tambahan ongkos angkut tenaga kerja. Lokasi penanaman yang paling baik di musim hujan haruslah dekat dengan lahan jalan untuk menghemat transportasi pengangkutan saprotan. Hindari tanah liat dan masamJenis tanah yang sangat liat/lengket (kurang porous) seperti tanah grumosol dan podzolik merah kuning sebaiknya dihindari karena pembuangan air menjadi sulit bla terguyur hujan terus menerus. Tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lain yang mudah membuang kelebihan air merupakan tanah yang ideal untuk bertanam cabe dimusim hujan. Derajat kemasaman tanah (pH) sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Pada musim hujan, penanaman cabai pada tanah masam (pHPada umumnya tanah di Indonesia ber –pH rendah (masam) yaitu berkisar 4,0-5,5. Untuk meningkatkan pH tanah dapat ditambahkan kapur pertanian seperti kalsit atau dolomite (Calmag). Untuk mengetahui pH tanah dapat digunakan alat pH meter yang tersedia di took-toko pertanian besar.Usahakan ketinggian penanaman 200-600 m dplLokasi penanaman cabe pada musim hujan dapat berada pada semua ketinggian dari 0-1.200 m dpl. Namun, untuk hasil optimal sebaiknay lokasi penanaman dipilih pada ketinggian 200-600 m dpl. Pada ketinggian di atas 600 m dpl kabut sudah kering turun sehingga kelembaban tanaman terlalu tinggi. Akibatnya perkembangan penyakit sangat cepat. Ditulis kembali oleh : Ir.Kukuh Wahyu WidjajantoBalai Besar Pengakajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP)Jl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : widjajantokukuh@yahoo.comSumber : BBP2TP (2014), Budidaya cabe.