Loading...

Cara Menaman Ubu Jalar

Cara Menaman Ubu Jalar
Ubi jalar atau sweet potato (Ipomea batatas) selain sebagai sumber karbohidrat juga digunakan sebagai bahan baku industri, pakan dan komoditas ekspor. Sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar berpeluang dalam program diversifikasi pangan dan peingkatan gizi masyarakat.Salah satu kendala pengembangan ubi jalar adalah rendahnya penerapan teknologi sehingga tingkat produktivitas belum optimal. Teknologi yang dapat dianjurkan adalah :Menggunakan varietas unggul yang telah dilepas ; 1) Untuk mendapatkan bibit, teknik perbanyakan yang sering dilakukan adalah stek batang atau pucuk. Syarat yang harus dipeneuhi adalah : bibit dari varietas unggul, tanaman telah berumur lebih dari 2 bulah atau lebih, tanaman sehat dan normal, panjang stek sekitar 20-30 cm dan disimpan ditempat teduh selama 1-7hari ; 2) Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan dilakukan pada saat tanah tidak terlalu basah atau tidak terlalu kering agar strukturnya tidak rusak, lengket atau keras. Tanah diolah hingga gembur, kemudian diabiarkan selama 1 minggu selanjutnya dibuat guludan-gludan, dengan lebar guludan bawah sekitar 60 cm, tinggi sekitar 30-40 cm dan lebar bagian atas sekitar 40 cm, jarak antar guludan satu dengan yang lain sekitar 80-100 cm; 3) Dalam keadaan normal, penanaman dilahan kering (tegalan) dilakukan pada awal musim hujan (bulan oktober) atau pada akhir musi hujan (bulan maret). Di lahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musi kemarau. Sistem tanam ubi jalar dapat dilakukan secara tunggal (monokultur) atau dengan cara sistem tumpangsari. Stek ditaman secara miring dengan kedalaman tanam sekitar 10-15 cm.Pemeliharaan tanaman; Pemeliharaan yang perlu dilakukan meliputi : a) Penyulaman, apabila ada bibit yang mati atau tumbuhnya abnormal harus segera diganti atau disulam ; b) Pengairan, dilakukan sampai guludadan basah dengan membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Pengairan dilakukan ampai tanaman berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan umbi, MSTyaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dihentikan ; c) Penyiangan dan Pembumbunan : penyiangan dilakukan secara manual dengan menggunakan kored/cangkul pada umur 2,5 dan 8 MST (minggu setelah tanam) Setiap satu bulan sekali dilakukan pembalikan tanaman untuk menghindari menjalarnya tanamanke segala arah yang dapat menyebabkan ukuran umbi menjadi kecil. Pembumbunan dapat dilakukan pada umur 2-3 MST ; d) Pemupukan: pemupukan dilakukan 2 kali,yaitu pertama pada saat tanam dengan 1/3 dosis pupuk nitrogen,1/3 dosis kalium ditambah seluruh dosis fasfor. Kemudian pemupukan kedua, pada saat tanaman 45 HST,dipupuk dengan 2/3 dosis nitrogen dan 2/3 dosis kalium. e) Pengairan: dikabupaten Manokwari dan Jayawijaya dilakukan pengairan yaitu sebaiknya pada minggu ke 3 setelah tanam.Pemberantasan hama dan peyakit: dilakukan secara terpadu. Secara kultur teknis seperti mengatur waktu tanam yang tepat, rotasi tanaman, sanitasi ke un dan penggunaan varietas yang tahan hama dan penyakit. Secara fisik dan mekanis, yaitu dengan memotong atau memangkas atau mencabut tanaman yang sakit atau terserang cukup berat kemudian dikumpulkan dan dimusnakan. Secara kimiawi,yaitu dengan menggunakan pestisida secara selektif dan bijaksana.Panen; Penentuan waktu panen didasarkan atas umur tanaman, jenis atau varietas. Jenis ganjahpanen pada umur 3-3,5 bulan,sedangkan yang berumur panjang (dalam) dipanen pada umur 4,5-5 bulan.Tanaman dapat dipanen apabila umbinya sudah tua (matang fisiologis), dengan ciri-ciri kandungan tepungnya sudah maksimum yang ditandai dengan kadar serat rendah dan bila direbus rasanya enak serta tidak berair.Pasca panen; Selain dikomsumsi langsung,ubijalar dapat diolah menjadi produk antara dalam bentuk pati maupun tepung. Pati dibuat dengan mengekstak umbi yang sudah diparut. Sedangkan tepung diperoleh dengan cara mencuci umbi,mengupas, mengiris, menjemur dan menghancurkan (menepungkan) diayak pada ukuran 80mesh. Pati dan tepung dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie dan es krim. Sumber : 1. Anonim Koswara, S.. Budidaya Umbi-umbian. 20062. http://agroteknologi.web.id/panduan-lengkap-cara-budidaya-ubi-jalar-untuk-pemula/3. http://caramenanam.net/cara-menanam-ubi-jalar/Penulis : Sundari, S.ST, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)email : sunburase@yahoo.com