Loading...

Cara Mudah Budidaya Ciplukan

Cara Mudah Budidaya Ciplukan
CARA MUDAH BUDIDAYA TANAMAN CIPLUKANLIPTAN(Lembar Informasi Pertanian)Oleh : Waluyo, S.ST PENDAHULUANCiplukan adalah nama sejenis buah kecil, yang ketika masak tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Tanaman yang kaya khasiat bagi kesehatan mungkin masih sangat langka bagi sebagian masyarakt luas karen buah ini sangat jarang di temua di pasar tradisional dan pasar modern. Tanaman yang dapat di manfaatkan mulai dari daun, batang hingga buanya ini dapat di gunakan sebagai ramuan obat. Jadi Peluang bisnis dalam budidaya buah ciplukan ini masih sangat terbuka lebar.Ciplukan atau dengan nama botanikalnya adalah physallis peruviana.L, dan masuk dalam satu keluarga tanaman Solanaceae termasuk terong. Ciplukan banyak memiliki nama berbeda tiap daerah, yaitu keceplokan, ciciplukan, kopok-kopokan (Bali), cecendet, cecenet (Sunda), nyornyoran (Madura), Leletokan (Minahasa), Kenampok (sasak), dan lapunonat (Tanimbar, Seram).Tumbuhan ini merupakan tumbuhan semak semusim, dan tergolong sebagai tanaman liar. Ciplukan biasanya tumbuh begitu saja diwilayah tanah-tanah kosong yang bertanah lembab namun tidak becek. Kalau anda mencari tanaman ciplukan, datanglah ke pinggir-pinggir lapangan, pinggir sungai, kebun, tanah kosong hingga sawah yang sedang ditanami kacang tanah atau kedelai. Ketinggian tanah yang baik untuk ciplukan tumbuh adalah sekitar 0-1.800 meter di atas permukaan laut. Tanaman ciplukan tumbuh tegak dengan tinggi tanaman antara sekitar 30 cm sampai 50 cm. Batangnya berwarna hijau persegi, dan bercabang. Daun berseling dan berlekuk, bertangkai 7-25 mm, dengan bentuk bulat telur memanjang dan ujungnya lancip. Ukuran panjang 3,5-10 cm dan lebar 2,5 cm. Pada permukaan daun bagian atasa berwarna hijau, dan permukaan bawah berwarna hijau muda dan berambut halus. Bunga buah keluar dari pangkal, buahnya berbentuk seperti lampion atau lentera, bila sudah masak berwarna kuning, rasanya manis agak keasam-asaman. Ciplukan ini memang bisa kita temui dimana saja diseluruh nusantara, namun Asal tanaman ciplukan ini sebenarnya dari daerah tropis di Amerika latin. bukanlah nama orang. Ini adalah sejenis tanaman yang berkhasiat obat. Selain daun, buah, batang dan akarnya pun punya daya menyembuhkan.Syarat Tumbuh1. Tanaman ciplukan cocok hidup di tanah yang subur, gembur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral.2. Tanaman ciplukan mampu hidup pada tanah yang kurus, agak padat, dan kurang terawat bersama tanaman liar yang lain.3. Kondisi lapisan olah tanah bagian atas sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman ceplukan. Ciplukan dapat hidup di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian sekitar 1.500 m dplTahapan dalam Budidaya CiplukanBudidaya tanaman ciplukan yang dilakukan dengan memanfaatkan bibit hasil perbanyakan generatif, memerlukan tahap-tahap kegiatan sebagai berikut :Penyiapan Benih1. Benih ciplukan dapat di peroleh dari buah yang sudah berumur lebih dari 2,5 bulan.2. Buah yang sudah matang dan tua, bila dipijit dengan jari akan mengeluarkan daging buah yang lunak beserta bijinya.Biji ini digunakan sebagai benih yang siap disemai.Penyiapan Media SemaiPenyemaian dilakukan untuk proses pembentukan kecambah benih yang tumbuh menjadi tanaman ciplukan, Jika sudah tumbuh daun bibit siap untuk dipindahkan ke lapangan. Tanah yang di gunakan untuk melakan proses penyemaian harus mempunyai tekstur yang lembut dan mempunyai cukup kandungan nutrisinya selama proses persemaian.Penyemaian BenihPemeliharaan bibit benih ciplukan dibak relatif lebih mudah daripada pemeliharaan benih di bedengan. Menabur benih di bedengan secara langsung perlu ditutupi dengan tutup plastik untuk menekan penguapan air dari media bibit, menghindari paparan panas atau hujan, dan mencegah hama dan penyakit. Bibit 1-1,5 bulan-tua siap ditanam dalam tanah.PenanamanBibit Ciplukan tumbuh di persemaian memiliki akar relatif sedikit, batang masih lunak, dan jumlah daun ± 8 lembar. Benih ini memiliki kelemahan akar dan batang yang mudah rusak, dan sekali rusak daun cepat layu. Oleh karena itu, biji ciplukan perlu dipindahkan dengan hati-hati, dan setelah dicabut harus segera ditanam kembali.3. PerawatanPerawatan tanaman ciplukan di daerah penanaman kurang lebih sama dengan budidaya ciplukan dalam pot. Penyuluhan tanaman harus segera dilakukan untuk menggati bibit tanaman yang mati. Menyiram tanaman ciplukan berlebihan juga tidak baik, mengingat kebutuhan air tidak jauh berbeda dari tanaman palawij, yang relatif sedikit. Berkenaan dengan sifat dan fisik tanaman ciplukan, maka pemupukan dapat dilakukan sebanyak dari dosis pupuk yang digunakan pada tanaman tomat.PemupukanPrinsip pemberian pupuk buatan pada tanaman ceplukan adalah sebagai berikut :• Seluruh dosis pupuk Fosfor dan Kalium, diberikan pada lubang-lubang pertanaman, sedalam penanaman bibit.• Pupuk susulan I, berupa dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 14 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.• Pupuk susulan II, berupa dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 35 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.• Apabila budidaya ceplukan ditujukan untuk dipungut brangkasnya, maka dosis pupuk Nitrogen dapat ditingkatkan, sedangkan dosis pupuk Fosfat dan Kalium dikurangi.• Penggunaan pupuk pada tanaman ceplukan yang ditanam dengan sistem tumpang sari, disesuaikan dengan dosis pupuk yang digunakan bagi tanaman utamanya.PanenBuah ciplukan dapat dipanen dengan tenggang waktu setiap 2-3 minggu. Jika budidaya berhasil dan berkualitas maka akan menghasilkan buah yang seragam dan matang sempurna ketika panen. 1 Batang pohon ciplukan mampu mengumpulkan 300 buah.