Loading...

Cara Mudah Mencangkok Tanaman Pepaya

Cara Mudah Mencangkok Tanaman Pepaya
Pepaya (Carica papaya) merupakan buah-buahan tropis. Tanaman ini dipercaya berasal dari daerah tropis di benua Amerika dan akhirnya menyebar ke berbagai belahan bumi termasuk ke negara Indonesia. Buah pepaya dapat dikonsumsi langsung (saat sudah matang di pohon) dan dapat diolah menjadi sayur (buah muda). Selain bernilai ekonomi, buah pepaya dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya sebagai sistem kekebalan tubuh karena mengandung vitamin C, vitamin A, beta karoten, mencegah penyakit jantung karena mengandung vitamin dan serat, mengurangi rasa nyeri pada penderita asam urat dan memperlancar pencernaan sehingga membantu penderita yang sering mengalami sembelit. Budidaya pepaya kebanyakan dilakukan dengan cara generatif/biji. Ada kelemahan ketika menanam pepaya dengan cara ini, karena munculnya pepaya kelamin betina maupun kelamin jantan yang jumlahnya kadang cukup tinggi dari populasi yang ditanam. Hal ini sangat merugikan petani karena menyebabkan turunnya produktivitas dan kualitas buah, yang akan berujung pada penurunan pendapatan petani. Ada cara yang mudah untuk mendapatkan benih pepaya berkelamin sempurna (hermaprodit), yaitu dengan cara dicangkok. Pencangkokan dapat dilakukan dari seleksi tanaman pepaya di kebun produksi atau dengan cara mencangkok cabang pepaya dari tanaman induk. Untuk mendapatkan cabang yang akan dicangkok maka mata tunas yang tumbuh pada batang utama dipelihara pada ketinggian 60-120 cm dari permukaan tanah sebanyak 4-6 cabang/pohon. Pada umur 2-3 bulan tunas tersebut telah mencapai diameter 4-5 cm dan sudah dapat dicangkok. Cara pencangkokan1. Membuat irisanTunas/cabang papaya diiris dari arah bawah kea rah atas membentuk sudut 45° dengan kedalaman 10 cm. Luka bekas irisan diganjal dengan irisan bambu/kayu dengan ketebalan 3-4 mm dengan tujuan agar irisan bagian bawah tidak menyentuh atau menyatu dengan irisan bagian atas 2. Merangsang perakaranUntuk mempercepat tumbuhnya akar pad cangkokan maka perlu diberikan Zat Pengatur TUmbuh (ZPT) yang mengandung auzin atau bisa mengunakan ekstrak bawang merah. Setelah ZPT kering luka irisan diberi media cangkok 3. Memberi media cangkokanLuka cangkokan yang diberi ZPT dibungkus kantong plastik kemudian kantong plastik diisi dengan media cocopeat yang sudah direndam ke dalam air kapur selama 24 jam, kemudian kantong plastik diikat. Atau dapat juga luka irisan dimasukkan gelas plastik bekas air mineral yang bagian bawahnya diberi lubang kemudian gelas plastik diisi dengan media cocopeat yang sudah direndam ke dalam air kapur hingga penuh. 4. Panen cangkokanPanen cangkokan bergantung cara pemberian media cangkok Pada cangkokan dengan media dibungkus kantong plastik dapat dipanen pada umur 60 hari setelah pencangkokan, sedangkan cangkokan dengan media dalam gelas plastik dapat dipanen pada umur 42 hari setelah pencangkokan. Cara memanen cangkokan adalah dengan cara menggergaji cabang cangkokan tepat di bawah bidang cangkokan kemudian daun yang tua dipotong dengan menggunakan gunting pangkas dan ditinggalkan 4-5 daun yang masih muda 5. Transpalanting Cangkokan Setelah cangkokan dipanen kemudian ditanam/ditransplanting dalam polibag berukuran 20x30 cm yang berisi media campuran tanah+pupuk organik+sekam (3:2:1) kemudian disiram dan ditempatkan di tempat yang teduh atau dibawah pohoh. Kurang lebih 3-4 minggu setelah transplanting bibit pepaya asal cangkokan sudah dapat ditanam di lapang Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Teknologi Penanganan Pasca Panen Buah, 2010. Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian;Anonim, 2017. Menanam Pepaya 9 Tips Sukses Meraih Untung. Agro Buah