Potensi lahan kering untuk pengembangan padi gogo/padi ladang masih cukup besar. Dari luasan 80 juta hektar lahan kering, yang sesuai untuk padi gogo sekitar 24,7 juta hektar masing-masing lahan kering masam 21 juta hektar, dan lahan kering iklim kering 3,7 juta hektar. Padi ladang menjadi harapan bagi Indonesia karena padi tersebut tidak rakus air dan dapat ditanam di manapun.Dalam rangka peningkatan produksi padi, pemerintah menitikberatkan pada perluasan areal tanaman baru (PATB), dan lahan marginal, lahan yang tidak diusahakan dan lahan-lahan lainnya. Adapun kriteria lahan pada program budidaya padi lahan kering adalah sebagai berikut :1) Lahan ladang/huma, tegal/kebun, pekarangan, lahan kehutanan, lahan perkebunan, tegalan, ekstambang, lahan yang sementara tidak diusahakan, dan lain-lain.2) Lahan perkebunan BUMN, Swasta, dan perkebunan rakyat difokuskan pada lahan peremajaan maupun pada areal tanaman belum menghasilkan.3) Lahan yang belum/tidak termanfaatkan4) Lahan/tanah milik lembaga non pemerintah.5) Lahan dibawah tegakan pohon (misalnya pohon kelapa, kayu putih dan lain-lain.6) Lahan bekas tambang yang sudah direklamasi.7) Lahan tumpang sari.Berikut disampaikan cara menanam padi gogo agar dapat diperoleh hasil yang maksimal.1) Penyiapan Lahan• Tanah diolah pada kondisi kering sebelum musim hujan. Pengolahan tanah dapat dilakukan secara olah tanah sempurna (OTS), olah tanah minimum (OTM), dan atau tanpa olah tanah (TOT).• Untuk peningkatan produktivitas tanah perlu diberikan bahan organik seperti pupuk hijau, pupuk kandang maupun kompos dengan dosis sebanyak 5 hingga 10 ton per hektar. Pemberian pupuk organik, pupuk hijau atau kompos di lakukan bersamaan dalam pengolahan tanah yang kedua kemudian permukaan tanah di haluskan dengan memakai garpu.2) Penanaman• Waktu tanam secara tepat dengan memperhitungkan hujan karena menentukan keberhasilan padi gogo. Penanaman dilakukan dengan cara tugal (4-5 biji per lubang tanam.• Sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam (30 x 20 x 10) cm, 4-5 biji per lubang tanam. Benih yang dibutuhkan adalah 40 kg per hektar untuk pertanaman monokultur.• Jarak tanam 30 x 20 cm atau 30 x 30 cm• Lokasi baru yang banyak terdapat ulat grayak, uret dan lalat bibit, benih perlu dicampur terlebih dahulu dengan insektisida butiran Furadan atau Dharmafur dengan takaran 2 kg per 20 kg benih.3) Penggunaan Varietas Unggul dan lokalPenggunaan varietas unggul padi gogo maupun varietas lokal sangat dianjurkan dalam hal budidaya padi gogo. 4) Pemeliharaan tanaman• Penyiangan dan PenggemburanPenyiangan dan PenggemburanPenyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman padi perlu dilakukan. Penyiangan tersebut dapat dilakukan dengan cara manual yaitu mencabutnya dengan menggunakan tangan atau juga bisa menggunakan sabit atau cangkul. Penyiangan tersebut dilakukan setelah tanaman padi berumur sekitar 3 minggu. Bersamaan dengan penyiangan tersebut lakukan pula penggemburan tanah.• Pemupukan Pemupukan pada padi gogo dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk alam seperti pupuk kandang, pupuk kompos atau pupuk hijau dan juga pupuk buatan berupa pupuk urea, ZK, dan DS. Kebutuhan pupuk alami berupa pupuk kandang setelah tanam untuk sekitar 1 hektar lahan yaitu sekitar 10 ton. Pemberian pupuk kandang tersebut dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 hingga 4 minggu setelah penyiangan pertama dilakukan dan pada saat tanaman berumur sekitar 6 hingga 8 minggun setelah penyiangan kedua dilakukan.Kebutuhan pupuk buatan berupa urea, ZK dan DS untuk 1 hektar lahah, masing-masing sekitar 150 kg, 250 kg, dan 200 kg.• Pengendalian Hama dan PenyakitPengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan dengan penanganan yang tepat. Hama dan Penyakit yang sering menyerang tanaman padi gogo antara lain burung, tikus, ulat, walang sangit, penggerek batang, tungro, dan hawar bakteri. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi dapat dilakukan secara mekanis maupun kimiawi serta dengan menggunakan varietas unggul yang disarankan.5) Panen• Panen dilakukan pada saat fase masak panen dengan ciri kenampakan90% sudah menguning.• Panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mongering, panagkal malai mulai patah, dapat mnngakibatkan banyak gabah rontok saat panen.• Sebaiknya panen dilakukan dengan sabit bergerigi dan perontokan dengan pedal tresher.• Perontokan dengan memukul-mukul batang padi pada papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar sampai 3.4%.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Kementan.2) Budidaya Padi Lahan Kering, 2018. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan.3) www.litbang.pertanian.go.id4) http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id