Loading...

CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT

CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT
Hama wereng ada beberapa macam diantaranya yaitu wereng coklat, wereng hijau dan wereng loreng. Wereng coklat dalam bahasa latin disebut nilaparvata lugens. Sedangkan wereng hijau dalam bahasa latin di sebutNephotettix virescens (Distant). wereng loreng dalam bahasa latin di sebut Recilia dorsalis. Langkah pengendalian ini dilakukan setelah jumlah wereng per rumpun sudah melebihi ambang ekonomi. Untuk hama wereng ambang ekonominya yaitu 2-5 ekor per rumpun (tergantung masing-masing daerah, bila endemik bisa lebih rendah lagi). Apabila sudah melebihi ambang ekonomi tersebut, maka harus dilakukan pengendalian . Penggunaan pestisida dilingkungan pertanian menjadi masalah yang sangat diematis. Disatu pihak digunakannya pestisida maka kehilangan hasil yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat ditekan, tetapi akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dilain pihak, tanpa penggunaan pestisida akan sulit menekan hasil yang diakibatkan OPT. PEMBUATAN PESTISIDA NABATI Untuk menghasilkan bahan pestisida nabati dapat dilakukan beberapa teknik berikut : Penggerusan, penumbukan, pembakaran atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung abu atau pasta. Rendaman untuk produk ekstrak Ektraksi dengan menggunakan bahan kimia disertai perlakuan khusus oleh tenaga trampil dan dengan peralatan khusus. RAMUAN PESTISIDA NABATI DAN APLIKASINYA Penerapan tanaman pestisida nabati dilapangan biasanya dilakukan dengan campuran bahan lain dan dibuat dalam bentuk ramuan seperti jamu..Ramuan untuk pengendali hama Wereng Coklat No Nama Bahan Jumlah 1 Daun Mimba 8 Kg 2 Lengkuas 6 Kg 3 Serai 6 Kg 4 Perekat(Lidah buaya, air perasan daun randu, bunga sepatu) 20 Gr 5 Air 20 Liter Cara membuat : Daun mimba, lengkuas, serai ditumbuk atau didihaluskan. Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 liter air lalu direndam sehari semalam ( 24 jam ). Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil saringan diencerkan kembali pada 60 liter air. Larutan tersebut bisa langsung diaplikasi pada hama sasaran seperti hama belalang, wereng coklat, walang sangit, kutu ulat, trips dan aphid pada tanaman sayuran dan tanaman lainnya DAFTAR PUSTAKA Dr. Suyamto, November 2005, masalah lapang, hama, penyakit, hara pada padi Marheni, 2004, Kemampuan Beberapa Predator pada Pengendalian Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) Jurnal Natur Indonesia. http://belajartani.com>pupuk dan pestisida disusun oleh Lina wijayanti