Loading...

CARA PEMILIHAN BENIH BERNAS

CARA PEMILIHAN BENIH BERNAS
OLEH I KETUT SUDIRJA NIP.196012311986031376 Latar Belakang Dalam kegiatan budidaya pertanian sampai saat ini benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan terhadap produksi, karena selain menjadi salah satu faktor penentu yang harus disiapkan sebagai bahan yang akan menghasilkan, juga dalam penyediaannya tidak dapat dipandang mudah walaupun aspek lain dalam budidaya mendukung, tanpa didukung oleh penyediaan benih yang baik, ungggul dan bermutu sulit dicapai hasil yang optimum. Demikian halnya dalam membudidayakan tanaman padi, pemilihan benih dari varietas unggul bermutu sangat dianjurkan khususnya dalam pembudidayaan dengan model pendekataan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT). Penggunaan Varietas unggul berperan besar pada perubahan sistem pertanian dari subsisten menjadi usaha tani padi komersial yang mampu memberikan kontribusi pada peningkatan produksi berkisar 60 - 65 % jika dikombinasikan dengan teknologi lainnya. Berbagai varietas unggul telah banyak diintroduksikan di tingkat lapangan, namun dalam pemilihannya harus dipilih benih unggul yang bermutu, spesifikasi lokalita dan sesuai permintaan pasar. Cara Pemilihan Benih Benih Bernas (bermutu) adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 % (vigor tinggi), bebas dari biji gulma, penyakit dan hama atau bahan lain. Gunakan selalu benih yang telah memiliki sertifikasi atau label untuk mendapatkan benih dengan tingkat kemurnian tinggi dan berkualitas atau benih bermutu yang diproduksi oleh petani. PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) padi sawah menganjurkan untuk menyeleksi atau memilih benih bermutu agar didapatkan benih yang benar-benar berkualitas (bernas) dan vigor tinggi dengan cara membuat larutan garam dapur (30 gram garam dapur dalam 1 liter air) atau larutan pupuk ZA (1kg pupuk ZA dalam 2,7 liter air). Benih dimasukkan ke dalam larutan garam atau pupuk ZA (volume larutan 2 kali volume benih) kemudian diaduk dan benih yang mengambang atau terapung di permukaan larutan dibuang. sederhana dapat dilakukan dengan merendam benih dalam larutan garam dapur menggunakan indikator telur.Telur mentah (bisa telur ayam atau bebek) dimasukkan ke dalam air, kemudian masukkan garam sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai telur terapung ke permukaan.Kemudian telur diambil dan benih dimasukkan ke dalam larutan garam.Benih yang mengapung dibuang dan benih yang tenggelam selanjutnya dicuci sampai bersih dari garam untuk disemai. Untuk keperluan penanaman seluas 1 hektar benih yang dibutuhkan kurang lebih sebanyak 20 kg.Benih bernas (yang tenggelam) dibilas dengan air sampai bersih dari garam kemudian direndam dengan air bersih selama 24 jam. Selanjutnya diperam dalam karung atau wadah lainnya selama 48 jam dan dijaga kelembabannya dengan membasahi wadah dengan air. Untuk benih padi hibrida tidak diberi perlakuan perendaman dalam larutan garam tetapi langsung direndam dalam air dan selanjutnya diperam. persemaian untuk 1 hektar luasan lahan pertanaman sebaiknya 400 meter persegi (4% dari luas tanam) dengan lebar bedengan 1 – 1,2 meter dan antar bedengan dibuat parit sedalam 25 – 30 cm. Saat pembuatan bedengan taburkan bahan organik 2 kg /meter persegi seperti kompos, pupuk kandang atau campuran berbagai bahan antara lain kompos, pupuk kandang, serbuk kayu, abu dan sekam padi. Tujuan pemberian bahan organik ini untuk memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi.