Loading...

Cara Pemupukan Berimbang Pada Padi Ciherang

Cara Pemupukan Berimbang Pada Padi Ciherang
Cara Pemupukan Berimbang pada Padi Ciherang PENDAHULUAN Upaya peningkatan produksi padi salah satunya dengan teknik pemupkan yang berimbang bukan pemupukan yang setimbang. Pemupukan yang berimbang ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanah terutaman pada tanah yeang memiliki kandungan ahan organim tanah yang rendah terutama pada jenis tanah yang alluvial. Pupuk merupakan salah satu faktor produksi utama selain lahan tenaga kerjadan modal. Pemupukan berimbang memegang peran penting dalam upaya peningkatan hasil pertanian. Kandungan unsur hara NPK dalam tanah berbeda beda tergantung dari jenis sifat dari tanah. Di Kecamatan Nguling siat sifat tanah terdiri dari sifat Mediteran dan Sifat Alluvial. Adapun wilayah sifat tanah yang Meditean terdapat disebelah selatan kecamatan Nguing dan Sifat Alluvial terdapat disebelah utara Kec. Nguling. Aplikasi pemupukan padi oleh petani selama ini masih bersifat umum dan tanpa menggunakan rekomendasi yang berlaku serta tidak memperhatikan sifat-sifat tanah dan kebutuhan tanaman. Model pemupukan seperti itu dalam waktu yang lama menyebabkan tidak seimbangnya ketersediaan hara dalam tanah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diterapkan kebijaksanaan rekomendasi pemupukan berimbang. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk yang didasarkan atas ketersediaan unsur hara dalam tanah dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian rekomendasi pemupukan adalah spesifik lokasi, artinya disesuaikan dengan lokasi tertentu. Pada dasarnya prinsip pemupukan adalah menambah unsur hara yang sudah tersedia dalam tanah, tetapi masih kurang untuk menunjang proses produksi secara optimal. Selain itu dengan di lakukannya pemupukan berimbang diharapkan ketersediaan unsur hara dalam tanah bagi tanaman dapat seimbang dan sesuai kemampuan tanaman untuk menyerapnya secara optimal. Fase Budidaya Padi Ciherang Fase Persemaian Di tahap persemaian dapat dimulai dengan cara memasukkan benih padi ke dalam karung goni atau sejenisnya, setelah itu benih padi tersebut direndam kurang lebih 1 malam, hal ini bertujuan untuk mendapatkan benih padi tumbuh seragam. Lahan persemaian harus sudah disiapkan kurang lebih 30 hari sebelum benih padi disemai. Langkah selanjutnya, lahan persemaian tersebut dibuat dengan panjang kurang lebih 500 – 600 cm, lebar 120 dan tinggi 20 cm. Sebelum persemaian dimulai, benih terlebih dahulu ditaburi pupuk urea dan SP-36 yang masing-masing 10 gr/m2. Benih disemai dengan kerapatan 75 gr/m2 dan lama waktu persemaian benih padi terhenti apabila benih padi sudah mencapai ketinggian 5 cm dan siap di pindah tanam. Fase Pengolahan Lahan Dalam hal ini pengolahan lahan bertujuan untuk menyiapkan lahan agar siap ditanami dan terbebas dari sisa-sisa jerami dan rumput liar yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Fase Penanaman Dalam tahap penanaman dimulai dengan mempersiapkan bibit padi dari bedeng persemaian yang telah berumur 17 – 23 hari dan ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm atau 30 x 20 cm. Penanaman dilaksanakan setelah bibit terlebih dahulu di daut (dicabut) dan di tanam 2 – 3 batang atau lebih. Fase Penyiangan Dalam tahap penyiangan ini dilakukan dengan cara mencabut rumput atau menggunakan alat sorok rumput sebanyak 2 kali yaitu saat padi berumur 15 hst dan 45 hst. Fase penyiangan ini dilakukan sebelum fase pemupukan. Fase Pengairan Dalam fase pengairan ada beberapa hal yang perlu di mengerti dan perhatikan bahwa pengairan sawah tidak harus di lakukan setiap hari tetapi harus di sesuaikan dengan kebutuhan fase tanaman. Pengairan sawah dengan metode tergenang dapat dilakukan setiap 2-3 hari sekali tergantung kondisi tanah sehingga di mungkinkan tanaman bisa tumbuh optimal. Fase Pemupukan Pada fase pemupukan, pemberian pupuk diberikan secara 2 tahap yaitu pada umur tanaman 17 hst dan 45 hst. Urea 150 kg, Za 100 kg, NPK 300 kg dan Organik 100 kg / Hektar. Nitrogen (N) dalam tanaman berfungsi untuk membantu pertumbuhan vegetatif sehingga tanaman bisa tumbuh optimal. Tanaman yang kekurangan N akan tumbuh kerdil, daunnya berwarna kuning dan mudah gugur, pembungaan terlambat, dan pertumbuhan akar terbatas sehingga produksi rendah. Untuk memantau kecukupan pupuk urea pada tanaman padi bisa menggunakan Bagan Warna Daun ( BWD ) pada alat ini erdapat empat kotak skala warna hijau muda hngga hijau tua yang menggambakan tingkat kehijauandaun pada tanaman padi. Alat BWD dapat dugunakan pada usia padi 14 HST sampai fase bunga , 63HST dengan interval monitoring 7 hari sekali. Selain unsur N yang terdapat dalam pupuk Urea , diperlukan juga unsur belerang ( S ) untuk membantu pembentukan bulir hijausehingga daun lebih hijau. Selain itu ,pemberian belerang mempunyai peran penting dalam memperkuat perakanan pada tanaman padi. Kalium (K) dalam tanaman berfungsi mengendalikan proses fisiologis dan metabolisme sel, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, tidak tegak, pengangkutan hara, pernafasan dan fotosintesis terganggu, yang pada akhirnya produksi tidak bisa optimal. Selain kandungan kebutuhan unsur Kalium ( K ) yang dibutuhkan untuk peningkatan produksi, kebutukan lain akan unsur yang berhubungan dengan peningkatan produksi yaitu kebutuhan KCl , pemenuhan unsur KCL d lakukan dengan pengembalian jerami dalam tanah sebanyak hampir 80 % . Selain Jerami pemenuhan akan unsur KCl dapat pula dilakukan dengan penggunaan serabut kelapa denganmetode fermentasi selama 15 hari. Menurut beberapa penelitan penggunaan KCl organk dapat meningkatkan hasil panen 5 0 15 pada kandungan K2O 3- 5 % Fosfor (P) berperan penting dalam sintesa protein, pembentukan bunga, buah dan biji serta mempercepat pemasakan. Kekurangan P dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, anakan sedikit, lambat pemasakan dan produksi tanaman rendah. Fase Penanggulangan HPT Penanggulangan HPT dapat dilakukan bila intensitas serangan hama dan penyakit telah melewati batas ambang ekonomis sehingga apabila tidak segera di kendalikan akan berakibat pada kerugian hasil panen. Fase Panen Panen dilakukan setelah bulir-bulir padi telah menguning keseluruhan atau 33-36 hari setelah berbunga. Cara pemanenan dilakukan secara manual dengan menggunakan alat sabit dengan memotong pangkal batang.