Loading...

CARA PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA SECARA ORGANIK

CARA PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA SECARA ORGANIK
Sumber Gambar: Institut Pertanian Bogor Pengendalian penyakit tanaman merupakan salah satu kegiatan budidaya yang perlu diperhatikan. Hal ini karena, jika tanaman terserang penyakit dan dibiarkan akan menghambat pertumbuhan yang akan mengakibatkan penurunan produksi, bahkan serangan yang hebat tanaman akan mati. Pengendalian penyakit tanaman dapat dilakukan dengan cara fisik dan menggunakan pestisida kimia maupun organik/nabati. Penggunaan pestisida kimia perlu dihindari atau sangat dibatasi dalam jumlah sedikit saja, karena jika berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan, kelestarian lingkungan, dan ekonomi. Dampak buruk terhadap kesehatan, penggunaan pestisida kimia berlebihan dapat menimbulkan residu atau endapan pada produk tanaman, dan jika produknya dikonsumsi akan membahayakan bagi kesehatan manusia, antara lain: pemicu kanker otak, leukemia pada anak-anak, syaraf-lumpuh, hati, ginjal, darah tinggi, kulit bercak-bercak hitam, bayi lahir cacat, dan bibit sumbing. Sedangkan dampak buruk terhadap kelestarian lingkungan, penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dalam waktu yang lama dapat mematikan serangga-serangga musuh alami hama penyakit tanaman. Selain itu hama penyakit tanaman ada yang resisten terhadap pestisida tertentu, sehingga akan berkembang dan akan menambah jumlah yang lebih banyak lagi. Kemudian penggunaan pestisida yang berlebihan akan memelukan biaya yang banyak, sehingga berdampak buruk secara ekonomi. Oleh karena itu, pengendalian pengendalian penyakit tanaman sebaiknya dilakukan secara organic saja. Berikut cara pengendalian beberapa penyakit tanaman buah naga secara organik: Penyakit Busuk Pangkal BatangPenyakit busuk pangkal batang umumnya menyerang saat awal penanaman. Gejala serangan ditandai adanya pembusukan di pangkal batang sehingga menyebabkan batang berair serta berwarna kecokelatan. Di daerah terserang terdapat bulu-bulu putih halus yang merupakan miselium cendawan. Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Sclerotium rolfsii Sacc. (lebih sering menyerang tanaman saat cuaca lembab). Upaya pengendalian Penyakit busuk pangkal batang pada buah naga dapat dilakukan dengan pengaturan drainase maupun kelembaban saat musim hujan. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Upaya lainnya dengan memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. atau Gliocldium sp. Penyakit Busuk BakteriSerangan penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp. Gejala tanaman terserang penyakit busuk bakteri ditandai adanya pembusukan pangkal batang, terdapat lendir putih kekuningan di daerah serangan, serta tanaman tampak kusam hingga layu. Pengendalian terhadap serangan penyakit busuk bakteri ini dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan tanaman terserang, serta membuang tanah disekitar titik tanam dari areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi kapur agar pH tanah lokal meningkat. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Upaya lainnya adalah memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. maupun Gliocldium sp. Penyakit Fusarium Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporium. Gejala serangan terlihat cabang tanaman berkerut, layu, lalu membusuk berwarna cokelat. Secara umum gejala yang tampak hampir sama dengan serangan penyakit busuk bakteri. Pengendalian terhadap serangan penyakit Fusarium oxysporium pada budidaya organik dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan tanaman terserang, serta membuang tanah disekitar titik tanam dari areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi kapur agar pH tanah lokal meningkat. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Upaya lainnya adalah memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. maupun Gliocldium sp. Semoga bermanfaat (Penulis: SUSILO ASTUTI HANDAYANI – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 2. Rahma. 2013. Delapan Bahan Pestisida Alami Untuk Tanaman Organik Anda. Standard Operating Procedure (SOP, Direktorat Budidaya Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Hortikultura.3. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun 2013. Sistem Pertanian Organik.4. Dari berbagai sumber.