Buah durian sangat disukai banyak orang karena rasanya sangat lezat dan aromanya khas. Harga buah durian lebih tinggi dibanding dengan buah lainnya, maka dapat sebagai peluang agribisnis untuk menambah pendapatan petani. Guna memperoleh harga buah durian tetap tinggi, petani perlu menjaga mutu buah sejak budidaya, antara lain mengamati serangan penyakit pada tanaman durian dan mampu mengendalikannya. Berikut beberapa jenis penyakit tanaman durian dan cara pengendaliannya. Kanker Batang (Phytopthora palmivora) Petani harus waspada dengan penyakit durian yang satu ini, karena paling merugikan dan banyak menyerang tanaman durian. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa species jamur Phytopthora palmivora, dapat bertahan di dalam tanah dan memencar melalui percikan air hujan. Jamur ini cukup ganas dengan tingkat kematian hingga 50%, karena menyerang hampir semua bagian tanaman durian mulai dari akar, batang, daun dan buah. Bahayanya, gejala penyakit baru diketahui setelah kulit batang mengeluarkan resin/blendok. Gejala serangan terlihat adanya luka yang mengeluarkan lendir berwarna merah pada kulit pangkal batang dekat tanah. Warna jaringan kulit berubah dari merah jambu atau coklat muda menjadi merah tua, coklat tua atau hitam. Bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampau ke kayu dan tidak mempunyai batas yang teratur. Serangan yang hebat membuat batang menjadi busuk, kayunya terbuka dan berwarna merah kecoklatan ber bintik merah dan atau ungu, bila serangan semakin mengganas tanaman dapat mati. Pengendaliannya dengan cara kultur teknis, mekanis, biologi, dan kimiawi. Cara kultur teknis antara lain dengan: 1) Menanam varietas tahan Phytopthora palmivora; 2) Perbaikan lingkungan tanaman (sanitasi, perbaikan jarak tanam, dan drainase yang lancar); 3) Memangkas daun-daun yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban kebun ; dan 4) dipupuk dengan pupuk kandang yang dicampur dengan kapur pertanian agar pH tanah 6,5. Pengendalian cara mekanis dengan eradikasi, yaitu memotong bagian tanaman yang terserang penyakit, lalu dimusnahkan dengan dibakar dikubur dalam tanah di luar lahan. Pengendalian cara biologis dapat dengan memanfatkan Trichoderma harzianum sebagai jamur antogonis agar dapat diaplikasikan ke permukaan tanah sebagai jamur tular tanah. Untuk pengendalian kimiawi dengan cara mengerok kulit batang yang sakit sampai bagian yang sehat. Kerokan dibentuk oval meruncing di bagian atas dan bawah agar luka cepat tertutup kembali. Luka kerokan diolesi dengan fungisida, lalu ditutup dengan penutup seperti karbolinum atau difolatan 4 F 3%. Busuk Akar (Pythium complectens Braun) Penyakit ini menyerang tanaman durian dewasa maupun yang masih bibit. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pythium complectens. Gejala terlihat pada cabang-cabang yang terserang tampak mati. Akar sakit dari luar nampak normal, jika akar dibedah pada bagian kulit dalam/korteks terlihat warna cokelat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak cokelat. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian langsung pada tanaman durian. Cara pengendaliannya dengan kultur teknis, mekanis, dan kimiawi. Cara kultur teknis dengan menggunakan batang bawah yang tahan penyakit dan perbaikan drainase agar tanah tidak lembab. Cara mekanis dengan menghindari luka pada batang dan akar sewaktu dilakukan pemeliharaan, serta membongkar/eradikasi tanaman durian yang terserang lalu dibakar dan bekas lubangnya diberi kapur. Sedangkan cara kimiawi dengan menggunakan larutan fungisida sistemik dengancara dikocorkan atau diinfuskan pada akar. Bercak Daun (Colletotrichun durionis) Penyakit bercak daun terjadi akibat dari serangan cendawan colletotrichun durionis. Gejala serangan ditandai dengan timbulnya bercak–bercak besar kering pada daun tanaman yang akhinya menjadi lubang. Serangan ini dapat menyebabkan terganggunya fotosintesis pada daun. Pengendalian bercak daun dapat dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang terserang atau dengan menyemprotkan fungisida yang berbahan aktif tembaga. Jamur Upas (Upasia salmonicolor) Gejala terlihat pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba. Dalam kondisi lembab jamur tampak tampak seperti berkerak berwarna merah jambu/pink dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga cabang mati. Penyakit ini juga disebut penyakit pink disease. Pengendaliannya, antara lain dengan memangkas bagian tanaman yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban. Jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dikendalikan secara mekanik yaitu memotong cabang sekitar 30 cm ke bawah bagian yang berjamur, lalu dibakar. Jika serangan jamur masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang dengan fungisida. Demikian uraian tentang cara dan pengendalian penyakit tanaman durian, semoga dapat sebagai acuan untuk menjaga mutu buah durian. Selamat mencoba, semoga sukses. (Susilo Astuti H. – Pusluhtan). Sumber Informasi: Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka. 2009. Budidaya Durian. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika - Solok, Puslitbang Hortikultura, Balitbangtan. 2012. Standard Operating Procedure (SOP) Durian Kajang Kabupaten Tanggamus.Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Ditjen. Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010. Dari berbagai sumber.