Kacang hijau adalah tanaman yang sangat bermanfaat sebagai pemasok kebutuhan nutrisi tubuh, budidayanya mudah, harganya relatif terjangkau dan kandungan protein nabati yang sangat tinggi sehingga kacang hijau sangat cocok bagi pemenuhan nutrisi masyarakat Indonesia.Cara menanam kacang hijau relatip sama dengan cara menanam jenis kacang-kacangan lainnya, seperti kacang tanah, dan kacang panjang dan lain-lainnya.Persyaratan TumbuhHabitat asli kacang hijau tumbuh baik di dataran rendah dan tropis seperti di Indonesia dengan ketinggian kira-kira 500 meter di atas permukaan laut, suhu yang panas seperti pada umumnya di dataran rendah di Indonesia. Tingkat kemasaman tanah adalah pH netral kisaran antara 5-6. Apa bila yang tersedia lahan dengan pH di bawah 5, maka diperlukan pengapuran terlebih dahulu dengan memberikan kapur dolomit sekitar 1 ton/ha dan dilakukan 1 bulan sebelum penanaman.Untuk menanam kacang hijau dianjurkan pada tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara, dan memiliki parit untuk pengaturan air yang baik, bisa menggunakan lahan bekas tanaman padi yang digilir dengan tanaman kacang hijau.Sebelum melakukan penanaman ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut :Persiapan LahanLakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm, dan taburkan pupuk kandang sesuai dengan rekomendasi untuk menambah kesuburan tanah dan sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Diamkan selama 1 minggu agar pupuk dapat tercampur dengan tanah. Buatlah bedengan dengan ukuran panjang yang disesuaikan dengan keadaan tanah/lahan, lebar 100 cm dan tinggi 50 cm, dan jarak antar bedengan 50 cm. Gemburkan tanah/lahan dan dibersihkan dari sisa tanaman lain/rumput liar.Persemaian BenihBenih yang akan ditanam harus disemai terlebih dahulu, agar tanaman tumbuh lebih cepat dan merata, sangat perlu apa bila lahan yang akan ditanami belum pernah ditanamai kacang hijau. Persemaian yang dimaksud adalah juga sering disebut inokulasi bakteri. Caranya yaitu dengan membasahai benih dengan air bersih dan dikering anginkan selama 4 jam sampai timbul kecambah pada benih.Penanaman BibitBuatlah lubang tanam dengan jarak tanam 25 x 25 cm atau 20 x 20 cm sesuai dengan kondisi lahan. Buatlah lubang tanam dengan tugal yang memakai 3 mata tugal. Hal ini dimaksudkan 1 lubang untuk benih, sedangkan 2 lubang lainnya sebagai tempat pupuk dengan kedalaman 8-10 cm.Masukan benih kacang hijau yang sudah berkecambah sebanyak 2 biji setiap lubangnya, masukkan juga pupuk pada 2 lubang yang sudah disediakan, kemudian tutup semua lubang dengan tanah tipis-tipis sehingga rata dengan tanah lainnya. Cara penanaman dengan pelubangan ini adalah untuk mempermudah dalam proses pemupukan selanjutnya.Penyiraman TanamanPenyiraman dilakukan pada benih yang baru ditanam, untuk tanah yang lembab dan cukup memiliki kandungan air tanah, maka penyiraman dapat dilakukan 1 hari sekali saja. Namun apa bila lahannya mempunyai tekstur tanah yang kering, maka penyiraman dilakukan 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.PenyulamanPenyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur lima belah hjari setelah tanam, yaitu mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan benih baru sehingga pada saat panen nantinya akan merata.PenyianganPenyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur lima belas hari dan tiga puluh hari, yaitu dengan membersihkan gulma atau tumbuhan pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman.PemupukanPemupukan dimaksudkan untuk memberikan nutrisi pada tanaman untuk kelangsungan pertumbuhannya dan berproduksi optimal. Pemupukan dilakukan 2 tahap, yaitu pada saat tanam dan selanjutnya pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam atau tanaman menjelang berbunga. Dosis pupuk yang diberikan yairu Urea 50 kg, TSP 100 kg, dan KCL 50 kg/hektar.Cara pemberiannya yaitu dengan memasukkan pupuk ke dalam lubang yang sudah dipersiapkan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Berikan jarak antara lubang pupuk dengan tanaman agar pupuk tidak mengenai tanaman secara langsung yang akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman.PanenMasa panen pada umumnya apa bila tanaman telah mencapai umur 60 – 80 hari setelah tanam. Cirinya adalah polong yang sudah mengering dan gampang pecah. Setelah dipanen kemudian polong dijemur hingga menguning dan masukkan ke dalam karung dan digebug/dipukul-pukul pelan agar biji dapat terpisah dari polongnya.Ruslia AtmajaSumber : Balitkabi-BadanLitbang Pertanian