Loading...

Cara Tanam Terubuk (Telur Tebu)

Cara Tanam Terubuk (Telur Tebu)
Tanaman terubuk atau yang lebih dikenal sebagai telur tebu merupakan tanaman yang bebatang keras mirip seperti tebu, rasanya yang khas menjadikan tanaman ini banyak dijadikan makan favorit oleh sebagian orang dipedesaan, namun sampai saat ini tanaman terubuk belum menjadi komoditas yang banyak dibudayakan secara khusus oleh petani padahal secara ekonomis tanaman ini cukup menguntungkan, dipenghujung bulan september harga 1 buah terubuk di pasar sukabumi berkisar antara Rp 1000-1500 / buah.Sebenarnya budidaya terubuk tidak lah sulit dan bisa ditanam di lahan sempit sekalipun dan dalam kondisi tanah apapun sehingga tanaman ini bisa dijadikan alternatif bagi tanah yang cukup tandus dan mampu menjadikan nilai ekonomis yang menguntungkan. Tanaman terubuk bisa dipanen ketika berusia 5 bulan ditandai dengan membengaknya dibagian pangkal tunas, terubuk yang dipanen adalah bagian "malai" yang masih muda sedangkan yang dikonsumsi adalah bagian bunga yang terbungkus dengan pelepah daun atau dikenal dengan istilah kelobot. Dalam budidaya telur tebu ini pilihlah bibit terubuk yang berumur antara 5 bulan atau yang sudah dipanen, dengan memotong 3-4 ruas, untuk penanamannya bisa dengan cara memasukan 1 ruas kedalam tanah dengan posisi agak menyamping (sekitar 45 derajat) atau dengan cara membenamkan seluruh bibit kedalam tanah dengan cara direbahkan. Bibit terlihat tumbuh ketika umur 1-2 minggu setelah penanaman, ditandai dengan munculnya tunas baru dari setiap ruas. Sebenarnya sampai saat ini belum ada penelitian secara khusus tentang berapa jarak tanam yang ideal untuk tanaman terubuk, namun dilapangan petani menggunakan jarak tanam terubuk sekitar 30 cm x 100 cm atau 25 cm x 300 cm, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam budidaya terubuk ini salah satunya adalah pemupukan dimana terubuk sangat memerlukan pupuk TSP yang cukup dan sedikit Urea, adapun pemupukan yang dilakukan untuk tanaman terubuk cukuplah 2 kali yakni 1 minggu setelah tanam dan umur 4 bulan sebelum pengisian telur tebu dengan dosis sekitar 75 gr TSP dan 25 gr Urea pada pemupukan pertama dan 100 gr Tsp, 25 gr Urea pada pemupukan kedua pada setiap rumpun (4 tunas/pohon), selanjutnya tanaman terubuk harus selalu dijaga dari hama, hama utama terubuk adalah semut hitam dimana semut ini bisa menyebabkan terjadinya cendawan jelaga atau lebih dikenal terotol hitam yang mengakibatkan terubuk isinya sedikit dikarenakan proses fotosintesis terhambat. Adapun waktu penanaman terubuk, sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan atau bulan Februari dan Meret. Penyusun : Asep Suhandar