Masalah yang sering dihadapi dalam budidaya buah manggis yaitu lambatnya laju pertumbuhan tanaman pada fase bibit maupun setelah ditanam. Masa remaja tanaman manggis sangat panjang. Tanaman manggis memerlukan waktu 10 sampai dengan 15 tahun untuk berbuah bahkan ada juga yang lebih lama. Pertumbuhan manggis yang lambat disebabkan oleh kurang baiknya sistem perakaran. Kemampuan daun dalam menangkap Karbondioksida CO2 untuk fotosintesis tergolong rendah dan masa dormansi tunas cukup panjang. Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan zat pengatur tumbuh, pupuk daun, modifikasi media tumbuh, pemberian naungan dan lain-lain. Akan tetapi hal tersebut hanya mampu memacu pertumbuhan tanaman sebesar 10 sampai 20 persen. Bila ingin berbisnis manggis, pengembalian modal memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini yang menjadi pertimbangan para pebisnis untuk terjun dalam budidaya buah manggis. Ada teknologi lain yang lebih berhasil memacu pertumbuhan buah manggis, yaitu teknik akar ganda. Dengan teknik ini, sistem perakaran tanaman manggis menjadi lebih baik sehingga mendorong tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Cara membuat bibit buah manggis berakar dua yaitu dengan menyemai biji manggis pada media pasir. Setelah berumur dua bulan atau daun telah berjumlah dua helai, semaian disambung dengan model sosok antar sesamanya sehingga membentuk bibit manggis yang memiliki 2 atau 3 sistem perakaran. Setelah 1 tahun, bibit manggis dengan dua dan tiga sistem perakaran akan tumbuh lebih lambat daripada bibit manggis dengan satu sistem perakaran. Bibit manggis yang berakar ganda akan tumbuh kerdil, lebih pendek, jarak antar ruas sangat pendek, daun terbentuk sangat rapat dan berukuran kecil. Akan tetapi, setelah memasuki tahun kedua bibit manggis yang semula kerdil secara perlahan berubah menjadi normal dan tumbuh cepat. Pada umur dua tahun, bibit manggis berakar dua telah mencapai tinggi 62 cm dengan jumlah helai daun 33 dan memiliki satu hingga dua pasang cabang lateral. Sementara itu, bibit manggis yang berakar satu baru mencapai tinggi 52 cm dengan jumlah helai daun sebanyak 24 helai dan belum membentuk cabang lateral. Dengan terbentuknya cabang lateral menunjukkan bahwa masa remaja manggis telah berakhir dan siap memasuki masa reproduktif. Jumlah cabang lateral yang telah mencapai 15 sampai 16 pasang berarti tanaman manggis sudah siap berpoduksi. Teknik akar ganda pada bibit manggis tidak hanya mempercepat pertumbuhan, tetapi juga mempercepat masa produksi. Bibit manggis berakar ganda umur 2 tahun telah banyak membentuk cabang lateral dua pasang, sedangkan bibit manggis berakar tunggal belum ada yang membentuk cabang lateral pada umumnya. Pada budidaya buah manggis, untuk penanaman pada tanah yangkurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m. Pemupukan Manggis: Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yangberirigasi sepanjang tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram. ZA, 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah. Pemeliharaan terhadap tanaman juga perlu dilakukan seperti penyiangan, perempalan/pemangkasan, pemupukan, pengairan dan pemberian mulsa. Penyiangan dilakukan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan yaitu dua kali dalam setahun. Pemangkasan dilakukan pada ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas utk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan. Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yangmasih kecil utk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air. Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen bergantung hari panen. Panen 104 hari warna kulit buah manggis hijau bintik ungu dengan berat 80-130 gram dan diameter 55-60 mm. Buah yang dipanen 106 hari kulitnya berwarna ungu merah 10-25%, berat 80-130 gram dan berdiameter 55- 60 mm. Kulit buah manggis yang dipanen 108 hari berwarna ungu merah 25-50% dengan berat 80-130 gram dan diameter 55- 60 mm. Kulit buah manggis yang dipanen110 hari berwarna ungu merah 50-75% dengan berat 80-130 gram dan berdiameter 55- 60 mm. Waktu panen 114 hari, warna kulit buah manggis ungu merah, berat 80-130 gram dan diameter 55-65 mm. Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. utk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yangumurnya dapat lebih dari 25 tahun. Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman. Buah ditempatkan lalu disortir dan dipisahkan antara yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah yaitu besar, sedang dan kecil. Berikutnya buah disimpan dalam ruangan dengan temperatur 4oC sampai 6oC agar buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan buah yang disimpan pada suhu 9oC sampai 12oC bisa tahan sampai 33 hari. Penulis : Nety Sumber : Berbagai Sumber