Loading...

Cross Village Visits IPDMIP Palabuhanratu

Cross Village Visits IPDMIP Palabuhanratu
Penulis: Yuniar Nuraeni, S.P. (Penyuluh Pertanian BPP Palabuhanratu) & Wida Hartika, S.P., M.Si. (Staff Lapang IPDMIP Palabuhanratu) Program IPDMIP (Integrated Participatory Development Management Of Irrigation Project) merupakan hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan IFAD (International Funds For Agricultural Develepment) dan ADB (Asian Development Bank) memiliki tujuan utama untuk mendukung kemajuan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. IPDMIP dirancang untuk mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi kemiskinan di pedesaan, mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan gizi. IPDMIP meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber penghidupan di perdesaan. Salah satu kegiatan dalam IPDMIP adalah Cross Village Visit atau Kunjungan Antar Desa yaitu salah satu kegiatan yang masih menyambung dari kegiatan Sekolah Lapang (SL) termasuk dalam Komponen 4 peningkatan pendapatan pertanian irigasi. Daerah Irigasi (DI) Cikurutug Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi sudah melakukan kegiatan SL dari Program IPDMIP sejak tahun 2020 yang pesertanya terus berganti setiap tahun di kelompok tani penerima manfaat dari DI Cikurutug. Tujuan pelaksanaan kegiatan Cross Village Visits atau Kegiatan Kunjungan antar Desa pada program IPDMIP itu sendiri adalah : Membuka wawasan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga semakin termotivasi untuk terus melakukan peningkatan dalam hal budidaya pertanian dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di sekitar lingkungannya. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam melakukan kegiatan budidaya dan pengelolaan usaha tani Meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usaha taninya secara produktif Meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengadopsi praktek-praktek budidaya dan pengelolaan usaha tani yang lebih baik Membangun kemandirian petani dalam pengelolaan proses pembelajaran dari,oleh dan untuk petani. Menggali potensi sumber daya yang ada di sekitar daerah irigasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam kegiatan usaha bidang pertaniannya. Peserta pada kegiatan Cross Village Visits atau Kegiatan Kunjungan antar Desa kali ini yaitu Kelompok Sinar Harapan dan Setia Kawan Desa Cibodas Kecamatan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi DI Cikurutug. Kunjungan dilakukan ke kelompok Tani Manggu jaya yang ada di Desa Cimanggu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Pada kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (28/9) lalu ini, petani belajar dan berbagi ilmu tentang Teknologi Arang Terpadu. Teknologi Arang Terpadu adalah teknologi terapan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan berbagai jenis limbah biomassa serta menerapkan teknologi yang rendah emisi. Teknologi Arang terpadu ini menghasilkan 3 produk yang bisa di manfaatkan dalam bidang pertanian, bidang peternakan serta sebagai obat kulit pada manusia, produk tersebut yaitu arang, arang kompos dan asap cair. Bahan baku yang di perlukan hanya membutuhkan kayu untuk di bakar agar menghasilkan arang dan asap cair, bahan – bahan tersebut sangat mudah di cari di lingkungan para petani sehingga ini bisa menjadi salah satu solusi untuk para petani sebagai peluang penambahan nilai tambah pada bidang pertanian. Dari kegiatan Cross Village Visits atau Kegiatan Kunjungan antar Desa kelompok Sinar Harapan dan Setia kawan yang ada di Desa Cibodas ke kelompok tani Manggu Jaya Desa Cimanggu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi para petani banyak menerima pengalaman baru dan ilmu serta keterampilan tentang pembuatan arang terpadu ini. Kegiatan ini dinilai sangat bagus dan banyak memberikan nilai manfaatnya untuk para petani. Kedepannya diharapkan para petani mau mengaplikasikan teknologi ini karena banyak memberikan nilai manfaat bukan hanya untuk bidang pertanian saja tetapi permasalahan limbah dari pertanian pun bisa menjadi solusi ketika pembuatan arang dan asap cuka ini di aplikasikan oleh para petani. Harapannya ada penelitian lebih lanjut serta implementasi dari penggunaan asap cair khusunya untuk tanaman padi sawah sehingga ada referensi yang bisa di pakai oleh para petani di lapangan.