Loading...

DAMPAK KEGIATAN DEKON PERTANIAN UNTUK PETANI DAN PENYULUH

DAMPAK KEGIATAN DEKON PERTANIAN UNTUK PETANI DAN PENYULUH
v:* {behavior:url(#default#VML);} o:* {behavior:url(#default#VML);} w:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} Pada tahun anggaran 2013 Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah mendapatkan alokasi anggaran dekon pertanian melalui eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPPSDMP) Kementerian Pertanian untuk kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini terangkum dalam Program pengembangan sdm pertanian dan kelembagaan petani. Peningkatan kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan (BP3K) sbg posko pelaksanaan pembangunan pertanian merupakan salah satu kegiatan yang difasilitasi. Jawa Tengah pada tahun 2013 mendapatkan alokasi sebanyak 129 unit BP yang difasilitasi, Pemberdayaan Petani Melalui Denfrm Padi, Jagung dan Kedelai di Lokasi Swadaya Murni Petani sebanyak 378 unit yang tersebar di 29 Kabupaten. Dalam rangka mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilapangan, dan mengetahui seberapa jauh manfaat dan dampak pelaksanaan kegiatan serta untuk perbaikan dan perencanaan kegiatan tahun berikutnya maka pusluh bersama Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan monev di Kabupaten Kota yang mendapatkan alokasi kegiatan tersebut. Monev yang dilakukan beberapa waktu lalu (1/10) ingin memotret seberapa jauh pelaksanaan kegiatan penyuluhan di Kabupaten Demak. berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan kegiatan dilapangan sangat memberikan manfaat bagi para petani dan penyuluh. Kegiatan percontohan, demfarm memberikan contoh dan bukti yang nyata tentang keberhasilan penerapan teknologi pertanian. Kegiatan demfarm yang dilaksankan di 6 balai penyuluhan yang mendapatkan alokasi kegiatan fasilitasi BPK menunjukkan adanya kenaikan produksi pada lahan demfarm. Hanya 1 lokasi yang mengalami penurunan yaitu di kecamatan wedung dikarenakan adanya serangan hama trip dan naikknya air asin. Hal ini dikarenakan daerah ini ada didaerah pesisir pantai. Peningkatan produktifitas padi tidak terlepas dari petani sebagai pelaku utama yang memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha taninya, termasuk kegiatan pendampingan dan penyuluhan. Peranan penyuluh sangat penting dalam mengembangkan kemampuan petani, karena penyuluhan pertanian adalah suatu sistem pendidikan di luar sekolah untuk para petani dan keluarganya, sehingga secara khusus memiliki sifat tujuan sasaran struktur pelaksanaan dan pendekatan yang khusus pula. Peran penyuluh melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan kegiatan penyuluhan guna mendukung program pemerintah harus terus digalakkan. Semangat dari para penyuluh juga merupakan semangat bagi para petani. Bersama petani dan penyuluh dapat belajar dan berbagai informasi mengenai teknologi pertanian guna meningkatkan produksi pertaniannya dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan. Hal tersebut disampaikan Ir. Susiloastuti Penyuluh Pertanian Madya Pusluh Kementan, pada saat monev pelaksanaan kegiatan penyuluhan di Jawa Tengah. Sebelum melakukan kunjungan ke balai penyuluhan tim monev ini diterima oleh Kepala Bappeleuh KP Kabupaten Demak di ruang kerjanya. Pada saat kunjungan ke BP Guntur ditemukan percobaan yang dilakukan oleh penyuluh setempat yang cukup menarik. Para penyuluh di BP Guntur selain mengembangkan Tyto alba sebagai salah satu predator tikus para penyuluh juga menggunakan cara perangkap sederhana. Mereka memanfaatkan gelas air mineral bekas, disi dengan air dan diberi urea 2 sendok makan dan ditanam rata dengan tanah pada areal pertanaman. Jika tikus meminum air tersebut makan akan membunuh tikus sehingga mengurangi serangan. Cara ini efektif digunakan pada saat musim kemarau dimana air sangat jarang ditemukan di lahan. Dengan menggunakan cara ini lahan percontohan jagung yang berlokasi di belakang BP tumbuh subur terhindar dari serangan tikus. Pada kesempatan yang bersamaan para penyuluh dan petani sedang berkumpul melakukan uji tanah dengan menggunakan PUTK untuk mengetahui rekomendasi pupuk yang harus digunakan petani, mengingat saat ini sudah akan memasuki MT II. Para petani dan penyuluh menyampaikan pentingnya alat peraga guna kelancaran pelaksanaan penyuluhan di lapangan. “Alat peraga seperti ini sangat penting buat kami pak, dengan peragaan langsung kami jadi tahu berapa pupuk yang harus kami gunakan” kata Pujo petani di desa guntur kecamatan guntur sambil menunjuk PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering). Alat peraga penyuluhan masih sangat diperlukan oleh penyuluh dan petani. Namun karena terkendala oleh anggaran maka mereka tidak dapat menyediakan. Harapan mereka Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah ataupun Kementerian Pertanian menfasilitasi alat peraga guna penyuluhan di daerah. Dari hasil monev tersebut dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh masih sangat penting. Kegiatan penyuluhan dan berbagai sara prasarana penyuluhan masih sangat dibutuhkan oleh petani dan penyuluh. Untuk itu maka peran kelembagaan penyuluhan baik ditingkat kabupaten, provinsi dan pusat dapat menfasilitasi melalui anggaran penyuluhan. Penyuluhan dapat berhasil jika semua stakeholder ikut berperan aktif sesuai dengan tupoksinya masing-masing. (admin_jateng) Normal 0 false false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}