Loading...

DAMPAK PROGRAM FEATI 2008 – 2013 di PROVINSI JATENG

DAMPAK PROGRAM FEATI 2008 – 2013 di PROVINSI JATENG
SURAKARTA - Program FEATI bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui pemberdayaan petani agar mereka mampu mengakses informasi teknologi, modal, sarana produksi dan pasar, serta mampu mengembangkan kemitraan usaha dengan pihak swasta. Jawa Tengah sejak tahun 2008 mendapatkan Program FEATI (Farmer Empowerment through Agricultural Technology and Information) atau Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian yang dilaksanakan di 4 kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung, Batang dan Brebes, serta di Sekretariat Bakorluh dan BPTP Jawa Tengah. Dalam implementasinya, FEATI memfasilitasi kegiatan penyuluhan yang dikelola oleh petani (Farmer Managed Extension Activities atau FMA) guna melakukan pembelajaran agribisnis secara learning by doing (belajar sambil berusaha). Hasil pembelajaran selama 5 tahun, telah tumbuh dan berkembang menjadi kelembagaaan ekonomi petani yang berbadan hukum baik seperti Perseroan Terbatas (PT) dan Koperasi. Yang berbentuk PT misalnya: di Kab. Magelang adalah PT Tanjung Mulia (beras organik) dan PT Tunas Mulia (sapi potong), dan di Kab. Temanggung adalah PT Agro Bangkit Mastani (domba) dan PT Kledung Bangkit Lestari (bibit kentang) Koperasi sebagai salah satu dampak dari pembelajaran FMA Provinsi Jawa Tengah adalah KSU Bina Bakat Surakarta. Salah satu pembelajaran oleh KSU Bina Bakat bagi Kelompok Tani penghasil beras organik adalah ICS (Internal Control System), di mana sesama anggota mampu saling mengontrol jaminan kualitas beras organik yang dihasilkan sesuai standar. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah Ir. Sugeng Riyanto, M.Sc Pada acara Pertemuan Pembinaan Kelompok Tani dan Supervisi Bank Dunia terhadap program FEATI di Jawa Tengah. Acara yang dilaksanakan kemarin (11/9) dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. H. HERU SUDJATMOKO, M.Si, Perwakilan Bank Dunia, FEATI Pusat, Kepala SKPD Provinsi : Dinas Pertanian TPH, BPK, Disbun, Disnakkeswan, Diperindang, Dinkop dan UKMK. Serta FMA Kabupaten pelaksana program FEATI. "Pemberdayaan ekonomi kita harus berpihak pada rakyat" hal tersebut disampaikan Wagub Jateng Drs. Heru Sudjatmoko, MM pada pertemuan Pembinaan Kelompok Tani dan Supervisi Bank Dunia terhadap program FEATI di Jawa Tengah. Rakyat yang dimaksud adalah yang tidak berdaya supaya mereka merdeka, lanjut Beliau. Apresiasi kepada provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Mariam Wikana perwakilan Bank Dunia atas keberhasilannya dalam penyelenggaraan penyuluhan. Jawa Tengah merupakan provinsi pertama yang membentuk kelembagaan penyuluhan berbentuk Sekretariat Bakorluh, dan dari 35 kabupaten/kota 16 kabupaten telah terbentuk kelembagaan penyuluhannya diperkuat dengan perda. Atas keberhasilan pelaksanaan program FEATI di Jawa Tengah diharapkan kelompok tani, badan usaha yang telah terbentuk dapat terus berkembang. Harapannya tidak hanya pada 4 Kabupaten tetapi dapat direplikasikan pada Kabupaten/Kota yang lain. Pentingnya peran penyuluhan dalam pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu tugas seluruh stakeholder pembangunan pertanian. Untuk itu kerjasama dan koordinasi harus diperkuat sehingga tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini dapat tercapai sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. PR besar yang harus dilakukan adalah bagaimana mengadopsi kegiatan, ilmu yang selama ini telah dilakukan dibeberapa Kabupaten di Jawa Tengah untuk dapat di adopsi di Kabupaten Kota yang lain. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat, khususnya petani dan Menuju Jawa Tengah Sejahtera Dan Berdikari. (admin_Jateng)