Pada hari Jum’at tanggal 29 Juli 2022, Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP bersama POPT Kecamatan Sungai Pandan (Maulina Hasanah, SP) dan juga dengan KWT Mawar Desa Rantau Karau Hilir melaksanakan kegiatan Demonstrasi Cara Pembuatan pestisida nabati dengan menggunakan bahan daur sirsak dan daun mimba. Hama dan penyakit merupakan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang menyebabkan kerusakan dan kerugian (pertumbuhan tanaman terganggu, hasil produksi menurun, hingga gagal panen). Banyak jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang kita usahakan. Pengendalian umumnya menggunakan pestisida kimia karena hasilnya cepat terlihat dan praktis (bahan tersedia di pasar). Berbagai jenis tanaman diketahui mempunyai potensi sebagai bahan baku pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan yang digunakan untuk memberantas organisme pengganggu tumbuhan berupa hama dan penyakit tumbuhan maupun tumbuhan pengganggu (gulma). Pemanfaatan bahan Alam bisa kita gunakan sebagai Pestisida Alami/nabati, Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) dialam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya akan terurai dan mudah hilang. Salah satu pestisida nabati yang sering digunakan petani adalah dari bahan daun sirsak. Daun sirsak mengandung senyawa golongan annanoin & resin yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama Thrips, wereng, belalang, ulat, dan kutu-kutuan. Hama Thrips sering menyerang tanaman cabai, tomat dan jeruk. Akibatnya adalah daun menggulung ke atas, keriting, bunga – bunga kering, rontok dan akhirnya mati. Wereng menyerang padi dengan mengisap cairan tanaman sampai kering, efek seperti terbakar, hampa, kerdil dan akhirnya PUSO. Belalang dan Ulat menyerang tanaman dengan memakan daun-daun tamanan sehingga mengurangi luas permukaan daun dan mengganggu fungsi fisiologis tanaman, jika populai tinggi daun tanaman yang diserang akan habis. Keunggulan Pestisida Nabati Beberapa keunggulan dari pestisida alami, antara lain : Mudah terurai di alam dan ramah lingkungan. Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. Dapat membunuh hama/penyakit tanaman Sebagai pengumpul/perangkap hama tanaman (tanaman orok-orok, temblek ayam). Bahan baku mudah didapat dan ekonomis. Dosis yang digunakan tidak mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis. Merupakan pemecahan masalah hama jangka pendek/cepat. Cara Kerja Pestisida Nabati merusak perkembangan telur,larva dan pupa. menghambat pergantian kulit. mengganggu komunikasi serangga. menyebabkan serangga menolak makan. menghambat reproduksi serangga betina. mengurangi nafsu makan. memblokir kemampuan makan serangga. mengusir serangga. menghambat perkembangan patogen penyakit. Cara Pembuatan Pestisida Nabati Daun Sirsak Siapkan 100 lembar daun sirsak dan bawang putih, tumbuk sampai halus. hasil tumbukan direndam dalam 5 liter air dan 15 gram deterjen (sabun colek). Diamkan selama 1 malam. Saring campuran tersebut menggunakan saringan agar tidak terikut ampasnya. Tiap 1 liter air diencerkan dengan 10 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan. Semprotkan pada tanaman yang terserang. Cara Pembuatan Pestisida Daun Mimba 200 gram daun mimba ditumbuk sampai halus / di blender Rendam serbuk tersebut dalam 1 lt air, selama 1 malam. Aduk sampai rata, kemudian saring dengan menggunakan kain halus Tambahkan alkohol sebanyak 1 ml sebagai pelarut Larutan siap disemprotkan ke tanaman Tambahkan detergen sebanyak 1 g/lt sebagai pengemulsi sebelum disemprot. (Farida Adriani, SP)