Loading...

Demplot Budidaya Padi Var. Inpari-13 Dengan Penggunaan Pupuk Hayati

Demplot Budidaya Padi Var. Inpari-13 Dengan Penggunaan Pupuk Hayati
DEMPLOT BUDIDAYA PADI Var. INPARI-13 Dengan PENGGUNAAN PUPUK HAYATI PENDAHULUAN LATAR BELAKANG. Pencapaian produksi rata rata usaha tani relatif masih berada dibawah potensi genetik varietas yang di usahakan, sehingga masih terdapat cukup besar peluang untuk meningkatkan produksi. Upaya peningkatan produksi dapat di lakukan melalui pendekatan sistem pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara secara terintegrasi untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, serta hasil yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Dengan semakin cepatnya laju perkembangan inovasi di bidang varietas tanaman dan penggunaan sarana produksi pertanian, mutlak dikuasai oleh penyuluh pertanian dan petani dalam rangka percepatan proses alih teknologi di bidang produksi pertanian. Di samping itu di perlukan hasil kajian tentang adaptasi beberapa varietas tanaman dan sarana produksi pertanian hasil inovasi baru yang di terapkan pada berbagai jenis tanah di Kabupaten Pasuruan, sehingga di mungkinkan adanya rekomendasi lokal tentang penggunaan varietas dan sarana produksi pertanian hasil inovasi baru. Dalam mendukung Program Peningkatan Beras Nasional ( P2BN ) dan mengetahui kecocokan suatu varietas Padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Rembang, maka dilaksanakan Demplot Penyuluh Swakarsa dengan perlakuan menggunakan benih Padi varietas Inpari 13 dengan penggunaan pupuk organik serta pupuk hayati. Agar proses penyuluhan bisa berjalan lebih efisien dan efektif maka di perlukan metode yang tepat sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha. Salah satu metode penyuluhan yang bisa di laksanakan adalah Demplot. PENGERTIAN DEMPLOT. Demplot adalah merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usaha tani yang telah di rekomendasikan sebelum di demonstrasikan dan atau di anjurkan. Demplot ini di laksanakan pada kondisi petani-nelayan yang sebenarnya dengan di bimbing oleh penyuluh swakarsa. Materi teknologi dalam kegiatan Demplot di peroleh dari pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaan petani-nelayan beserta keluarganya. TUJUAN DEMPLOT Meyakinkan kesesuaian paket inovasi teknologi usaha tani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani-nelayan dimana di wilayah dimana Demplot dilaksanakan, Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum. Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati yang direkomendasikan secara lokal. KEGUNAAN Mengurangi resiko kegagalan usaha tani-nelayan melalui pemilihan paket teknologi yang paling sesuai baik ditinjau dari segi teknis maupun secara ekonomi, Meningkatkan keyakinan pelaksana demplot yaitu petani-nelayan mengenai paket teknologi usaha tani yang akan diterapkan, Menghimpun serta memberikan umpan balik kepada lebaga penelitian dan instansi terkait dalam pengembangan paket teknologi usaha tani-nelayan, Menyiapkan petani-nelayan untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih / petani pemandu bagi petani-nelayan, Merangsang petani untuk menerapkan paket teknologi dalam usaha taninya. MANFAAT Dapat merangsang demonstrator atau petani-nelayan lainnya untuk menerapkan Paket teknologi tersebut dalam usaha taninya, Keberhasilan demplot menunjukkan bahwa paket teknologi tersebut sesuai dengan kondisi dan usaha tani para petani. HASIL PENGAMATAN Dari hasil pengamatan yang di lakukan selama pelaksanaan demplot dapat di peroleh beberapa hal sebagai berikut : » Pengamatan I dilakukan pada tanaman berumur 10 hst, diperoleh hasil : Jumlah rumpun per lubang : 3 batang Tinggi tanaman : 22 cm Hama/Penyakit : - » Pengamatan II dilakukan pada tanaman berumur 35 hst, diperoleh hasil : Jumlah anakan : 10 batang Tinggi tanaman : 55 cm Hama/Penyakit : - » Pengamatan III dilakukan pada tanaman berumur 45 hst, diperoleh hasil : Jumlah anakan : 16 batang Tinggi tanaman : 71 cm » Pengamatan IV dilakukan pada tanaman berumur 63 hst, diperoleh hasil : Jumlah anakan produktif : 23 batang Tinggi tanaman : 91 cm » Pengamatan V dilakukan pada tanaman berumur 85 hst, diperoleh hasil : Jumlah anakan produktif : 30 batang Tinggi tanaman : 110 cm PEMBAHASAN Dari hasil pelaksanaan kegiatan demplot penyuluh swakarsa tanaman padi varietas inpari 13 dengan menggunakan pupuk hayati di Desa Kanigoro di dapatkan hasil ubinan sebesar 6,35 kg dengan perkiraan hasil panen sebesar 9 ton/ha dan hasil real di lapangan 8 ton/ha. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil dari semula rata-rata produksi padi dengan sistem konvensional menghasilkan 6,5 ton/ha menjadi 8 ton/ha dengan sistem tanam konvensional dan penggunaan pupuk hayati petrobio. Dengan demikian penerapan demplot tanaman padi varietas Inpari 13 dengan menggunakan pupuk hayati Petrobio dan pestisida nabati yang dilaksanakan di Desa Kanigoro sangat cocok untuk diterapkan. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil pelaksanaan demplot tanaman Padi varietas Inpari 13 dengan menggunakan pupuk hayati dan Pesnab di Desa Kanigoro, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dapat disimpulkan sebagai berikut: Padi varietas Inpari 13 sangat cocok untuk di tanam di Desa Kanigoro Penggunaan pupuk kompos dan pupuk hayati berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, yang terlihat pada awal pertumbuhan lebih hijau warna daunnya di bandingkan sekitarnya yang tidak menggunakan. Pemakaian pupuk Petrobio dan Pesnab memperbaiki ekologi dan ekosistem sehingga perakaran lebih sempurna menyerap unsur hara yang berdampak pada jumlah anakan yang banyak dimana harapannya adalah meningkatnya produksi. Sistem tanam secara konvensional cocok digunakan di Desa Kanigoro, karena tanah sudah subur sehingga lebih hemat biaya dan juga dapat meningkatkan produksi dan mempermudah dalam memelihara dan juga dalam segi pemupukan. SARAN Peningkatan produksi sebagai akibat dari kegiatan Demplot perlu dipertahankan dan ditingkatkan sehingga dapat memenuhi target swasembada padi (P2BN). Ilmu yang telah diterapkan agar ditularkan pada petani sekitarnya dengan cara mendorong petani lainnya / sekitarnya untuk dapat melaksanakan teknologi yang ada. Sosialisasi oleh penyuluh swakarsa tentang keunggulan teknologi yang diterapkan pada demplot padi dengan penggunaan pupuk hayati dan kompos. ANALISA USAHA TANI Jenis Demplot : Budidaya Padi Varietas : Inpari 13 Luas : 0,500 ha Nama Petani pelaksana : Hari Subianto Alamat : Jlorong Ds. Kanigoro Kec. Rembang Sewa Tanah = Rp 1.200.000,- Benih 15 kg X @ Rp 10.000,- = Rp 150.000,- Pupuk Urea 50 kg X @ Rp 1.800,- = Rp 90.000,- Phonska 75 kg X @ Rp 2.300,- = Rp 172.500,- Organik 500 kg X @ Rp 700,- = Rp 350.000,- Petrobio 4 bks X @ Rp 60.000,- = Rp 240.000,- Urea non subsidi 50 kg = Rp 325.000,- Pupuk Organik Cair 2 ltr x @ Rp. 25.000,- = Rp 50.000,- + = Rp 2.577.500,- Insektisida dan obat-obatan Pesnab 2 ltr x @ Rp 25.000,- = Rp 50.000,- + = Rp 50.000,- Tenaga Kerja Olah tanah/galengan/bajak = Rp 500.000,- Pembenihan - Lahan pesemaian, tebar benih = Rp 300.000,- - Tanam = Rp 420.000,- - Pemupukan 2 x @ Rp 75.000,- = Rp 150.000,- - Penyiangan 10 HOK x @ Rp 35.000,- = Rp 350.000,- - Penyemprotan 2 X @ Rp 35.000,- = Rp 70.000,- + = Rp 1.790.000,- Biaya Panen Borongan = Rp 900.000,- Total Biaya Produksi = Rp 5.317.500,- Hasil Produksi Hasil Panen : 2240 KG X @ Rp 4.200,- = Rp 9.408.000,- KEUNTUNGAN Hasil Produksi – Biaya Produksi ( Rp 7.560.000 - Rp 5.317.500 ) = Rp 4.090.500,- Oleh : HARI SUBIANTO Penyuluh Pertanian Swakarsa Kecamatan Rembang