Loading...

DENGAN MENERAPKAN BUDIAYA PADI SECARA SRI POKTAN TANI JOYO SEMAKIN “JAYA” DAN MENJADI PETANI BERGENGSI

DENGAN MENERAPKAN BUDIAYA PADI SECARA SRI POKTAN TANI JOYO SEMAKIN “JAYA” DAN MENJADI PETANI BERGENGSI
Berbagai program diluncurkan oleh Kementerian Pertanian dalam upaya mencapai target surplus 10 juta ton beras salah satunya dengan penerapan penanaman padi menggunakan cara Sistem of Rice Intensification ( SRI ). Balai Penyuluhan Kecamatan Pace memperoleh program SRI sebanyak tiga unit yang salah satunya dilaksanakan oleh kelompok tani Tani Joyo. Budidaya padi dengan metode SRI merupakan hal baru dan pertama kali dilaksanakan oleh kelompok tani Tani Joyo desa Sanan kecamatan Pace Kabupate Nganjuk di lahan seluas 20 hektar. Pada awal pengenalan metode SRI di kelompok Tani Joyo ini cukup sulit untuk memberikan gambaran tentang bagaimana budidaya secara SRI karena dianggap tidak masuk akal dan mengada ada, banyak pertanyaan yang muncul diantaranya mana mungkin bibit ditaman umur 10 hari, bagaimana bisa tanaman padi hidup pada kondisi kurang air dan masih banyak lagi pertanyaan. Tidak hanya pertanyaan tetapi sanggahan dan alasan untuk menolak melaksanakan metode SRI. Berawal dari ketidakyakinan dan penolakan, timbul rasa ingin tahu dan ingin membuktikan keberhasilan budidaya dengan metode SRI. Berbekal ketidakpercayaan itulah sebagian anggota kelompok Tani Joyo bertekad untuk mencoba melaksanakan metode SRI pada musim tanam ke-2 (Walikan/ MK I) tahun 2013. Kegiatan pengembangan metode SRI di poktan Tani Joyo diawali dengan sosialisasi kegiatan dan penjelasan teknik budidaya kepada anggota kelompok yang akan melaksanakan budidaya dengan sisyem SRI. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan, petani berusaha untuk menerapkan setiap tahapan budidaya padi secara SRI mulai dari persiapan benih, persemaian hingga pemeliharaan. Tahapan persiapan benih diawalai dengan uji benih dengan menggunakan air garam, perendaman benih dan pemeraman. Selanjutnya menyiapkan media semai yaitu dengan mencampur, tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1, media yang sudah dicampur secara merata selanjutnya di masukkan dalam wadah ( besek, keranjang ) atau apa saja yang digunakan, lebih baik jika dapat memanfaatkan limbah rumah tangga. Benih yang sudah mulai tumbuh ( berkecambah ) ditebarkan pada media tanam yang telah disiapkan, benih siap dipindah setelah merumur 12 hari. Selama menunggu proses persemaian, dilakukan pengolahan lahan, pada saat penerbaran benih diwaktu yang sama dilakukan pembajakan untuk membalik tanah dan membenamkan sisa jerami, sete;ah dibajak lahan dibiarkan selama sekitar 10 hari. Dua hari sebelum pindah tanam dilakukan penggaruan untuk mengaduk tanah agar lebih gebur dan pada waktu penggaruan diaplikasikan pupuk organik sebagai pupuk dasar dan tanah diairi sehingga macak-macak, dalam waktu kurang lebih 10 hari sisa-sisa jerami sudah terdekomposisi dan siap untuk ditanami. Setelah bibit berumur 1 hss benih ditanam dengan jarak tanam 25 x 25 cm, satu rumpun per lubang tanam. Setelah pindah tanam maka tahapan prinsip dasar budidaya SRI telah terlaksana,, selanjutnya adalah pengairan, pemupukan, penyiangan dan pemeliharaan hingga penanganan panen dan pasca panen. Kondisi lahan di desa Sanan kecamatan Pace ini yang sebelumnya dilakukan budidaya padi secara konvensional masih memerlukan penambahan pupuk anorganik dan belum dapat dilakukan secara organik sepenuhnya. Oleh sebab itu untuk pemupukan masih menggunakan pupuk anorganik dengan mengurangi dosis dari yang biasa diplikasikan oleh petani di desa ini. Dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi yang sangat baik dan sehat membawa dampak yang luar biasa, terutama bagi petani (anggota kelompok tani). Petani yang sudah melaksanakan SRI semakin yakin dan mulai menerima inovasi teknologi SRI dan petani yang awalnya menentang mulai percaya dan tertarik untuk mencobanya. Hal ini yang sangat diharapkan yaitu mulai berubahnya perilaku petani menjadi lebh terbuka dan maju. Seperti halnya dengan teknologi Jajar legowo telah diterima dan diterapkan oleh anggota kelompok tani Tani Joyo, saat ini waktunya SRI. Semakin banyak pilihan teknologi untuk semakin mempermudah petani untuk mencapai target surplus beras 10 juta ton, dan yang lebih penting lagi semakin meningkatnya kualitas hasil melalui budidaya SRI, sehingga seluruh anggota kelompok tani Tani Joyo menjadi petani "Bergengsi", petani yang terbuka terhadap kemajuan teknologi, petani yang cerdas dan berwawasan lingkungan untuk masa depan anak cucu. ( Penulis : Rini Purwiyati, SP. Penyuluh Pertanian Pertama. Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk )