DETEKSI TANAMAN PALA JANTAN DAN BETINA Pala (Myristica fragrans Houtt ) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Pala termasuk tanaman rempah-rempah dan obat. Biji beserta fulinya merupakan bahan eksport hasil perkebunan yang cukup penting. Dunia internasional mengakui bahwa pala sebagai tanaman asli Indonesia. Biji pala selain dikonsumsi, juga diambil minyaknya yang diantaranya mengandung oleoresin. Meningkatnya konsumsi pala dunia menyebabkan terjadinya kenaikan harga walaupun ekspor pala Indonesia dari tahun ke tahun masih sangat fluktuatif.Prospek pengembangan agribisnis pala cukup cerah karena peluang pasarnya makin terbuka dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Bagian yang memegang peranan penting dalam dunia perdagangan tanaman pala adalah biji dan fuli (mace) yang umumnya digunakan sebagai rempah. Padahal berdasarkan kajian teknologi semua bagian buah pala dapat dimanfaatkan menjadi bagian produk olahan.Tanaman Pala (Myristica fragans) adalah tanaman rempah asli Indonesia. Biji Pala tidak memiliki dormansi, namun demikian perkecambahan Pala memerlukan waktu lama (1-3 bulan), dan benih siap tanam di lapang setelah umur 1 tahun. Pala merupakan tanaman berumah dua, atau tanaman yang jantan dan betinanya berbeda pohon. Namun, dapat pula dijumpai tanaman pala dengan bunga lengkap, jantan dan betina, (monoecoius) dalam jumlah yang sangat sedikit. Tanaman ini banyak digunakan sebagai penambah citarasa makanan, sebagai obat, dan berbagai olahan minuman dan makanan sehat. Namun, seperti halnya tanaman lain yang ditanam di daerah tertentu, penyebaran dan pendistribusiannya kadang menimbulkan permasalahan. Perbanyakan tanaman Pala menggunakan biji, dengan segregrasi tanaman jantan dan betina melalui biji 1 : 1. Oleh karena itu, pemilihan benih yang tepat akan menjamin tanaman yang kita tanam menghasilkan buah. Namun, deteksi tanaman pala jantan dan betina tidaklah mudah. Berikut ini deteksi tanaman pala pada biji dan benih.A. Deteksi jantan dan betina tanaman Pala pada stadia biji. Bila diperhatikan benih biji Pala dapat dikelompokkan ke dalam bentuk bulat dan oval (lonjong agak panjang) tergantung varietas atau genetis tanaman. Biji Pala setelah dipisahkan dari fuli akan terlihat lebih jelas bentuk ujung dan dasar benih serta lekuk bekas fuli menempel. Bila diperhatikan bentuk ujung biji Pala ada yang lancip, agak membulat, bahkan beberapa ada tonjolan di ujungnya. Berdasarkan keterangan beberapa petani, benih yang mempunyai tonjolan (tanduk), bagian perut biji cenderung membulat di ujungnya seperti pada punggung, jika dikecambahkan dan ditanam akan menjadi tanaman Pala jantan. Sedangkan biji pala yang kedua sisinya (ujung dan pangkal benih) berbentuk mulus atau rata dan tidak ada bagian yang menonjol, bagian perut biji cenderung agak datar itulah calon tanaman Pala betina. Dengan melihat bentuk biji inilah biasanya seleksi tanaman pala jantan dilakukan. Namun, jika semua biji Pala menonjol di bagian ujungnya maka deteksi ini tidaklah berlaku. Biasanya masyarakat harus membedakan ketinggian tonjolan pada benih biji tersebut. Berd B. Deteksi jantan dan betina tanaman Pala pada stadia benih.Pertumbuhan benih Pala tergolong lambat. Umur benih satu tahun setelah semai tumbuh, umumnya tinggi tanaman mencapai 50 cm. Pada stadia semai ini pula bisa dilakukan deteksi alat kelamin jantan dan betina berdasarkan kearifan lokal. Benih yang diperkirakan akan tumbuh menjadi Pala betina adalah benih yang mempunyai pertumbuhan percambahan hampir mendatar atau cenderung horizontal. Posisi daun pada cabang agak mendatar sampai agak merunduk. Ukuran daun agak besar dan lebar, mempunyai beberapa akar lateral yang besar. Benih yang akan tumbuh menjadi Pala jantan tidak mempunyai percabangan, atau mempunyai percabangan namun sudut cabangnya sempi/lancip sehingga pertumbuhan tajuk cenderung agak tegak ke atas, posisi daun pada cabang agak tegak dan daun daun terlihat lebih langsing. Bila dilihat perakarannya, biasanya akar yang terbentuk adalah akar tunggang yang lurus dengan akar lateral yang kecil-kecil lembut. Di kalangan petani, benih yang mempunyai perakaran demikian (akar tunggang lurus), akar tunggang dipotong untuk merangsang pertumbuhan akar lateral yang berukuran lebih besar. Dengan dua macam deteksi ini diharapkan para petani mampu mendapatkan tanaman Pala yang bagus dan berhasil dalam pembuahan (menghasilkan buah Pala sesuai harapan). Nama Penulis: Miskat Ramdhani, M. Si dengan alamat email: annurd@gmail.comPenyuluh Pertanian BBP2TP