Kedaulatan pertanian ada di tangan petani, untuk itu kelembagaan pertanian seperti kelompok tani dan gapoktan harus kuat dan mandiri, demikian penjelasan Ir. Parsiyan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap. Lebih lanjut diungkapkan rasa keprihatinannya, bahwa generasi muda sekarang kurang tertarik terjun di bidang pertanian, ini menjadi tugas kita semua agar para pemuda mau menekuni dunia pertanian. Kunjungan kerja Komisi B ( Bidang keuangan dan perekonomian ) DPRD Kabupaten Cilacap di Balai Penyuluhan Kecamatan Kesugihan hari Rabu lalu, yang dipimpin oleh wakil ketua komisi B Ir. Satijo dari Fraksi PDI Perjuangan diikuti oleh 7 orang anggota. Hadir pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan Ir. Budi Suryadi, Suharyono, SP., MP (Dinas Pertanian dan Peternakan) dan Dahsih Ayu Maruti M. Eng (Ka UPT Wilayah Jeruklegi) serta para penyuluh se-Kecamatan Kesugihan. Selain itu hadir pula pengurus Gapoktan, penyuluh swadaya, kelompok tani, KWT, P4S sejumlah 15 orang. Ketua rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi dari bawah, menyelesaikan permasalahan yang muncul di tingkat petani serta sharing kegiatan antara pemerintah dengan pelaku utama/pelaku usaha. Anggaran tahun 2014 untuk sektor pertanian dalam APBD Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan, ini sebagai bukti dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam rangka peningkatan produksi dan pendapatan petani. Sementara itu Plt. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap Ir. Susilan menyatakan, sudah ada 17 Balai Penyuluhan di Kabupaten Cilacap yang mempunyai gedung sendiri. Gedung Balai Penyuluhan dipergunakan dalam rangka pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha yang di tahun 2013 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan petani, mimbar sarasehan, demplot, kursus tani dan lain-lain. Sedangkan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap meluncurkan kegiatan SLPTT Kawasan seluas 1000 Hektar, Program SRI 15 kelompok tani (300 Ha), Optimasi lahan serta JITUT/JIDES/JUT. Dialog antara anggota dewan dengan peserta pertemuan itu sendiri berlangsung cukup antusias dan meriah, banyak pertanyaan-pertanyaan, masukan, usulan, permasalahan yang disampaikan oleh petani dan penyuluh kepada anggota dewan. H Nurohim, SP penyuluh Kecamatan Kesugihan menyampaikan usulan, bahwa untuk mengatasi permasalahan pupuk di Kabupaten Cilacap agar Gapoktan di masing-masing desa dijadikan pengecer. Masukan lain yang disampaikan adalah dari Gunanto, penyuluh swadaya Desa Bulupayung, yang mengharapkan agar ada perhatian yang serius pemerintah terhadap keberadaan Posluhdes (Pos Penyuluhan Desa). Anggota Dewan berjanji untuk memperjuangkan semua aspirasi petani, bahkan jika dibutuhkan siap untuk beraudiensi mendampingi Dinas/Badan di Kementrian Pusat agar dapat terwujud, terutama akan mengusahakan PUAP untuk beberapa desa yang belum mendapatkan. (Edy Supriyatno, SP, Penyuluh BP Kec. Kesugihan)