Loading...

Diklat Bagi Penyuluh, Pangan dan Gizi

Diklat Bagi Penyuluh, Pangan dan Gizi
Adalah Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri di tahun 2008 merupakan profil desa yang "sepi" dan "miskin". Betapa tidak. Desa dengan kondisi tanah tandus, berbatu dan kering ini berbalik menjadi desa yang cantik, banyak dikunjungi orang dan menjadi daerah sentra buah naga. Hal ini berkat sentuhan penyuluh yang masih berstatus tenaga kontrak. Ya, ditangan Wahyu Tulus Nugroho, SP Desa Semin yang diwakili (Ny Darmini) kelompoktani wanita Melati mampu menyabet supremasi Adhikarya Pangan Nusantara sebagai juara I nasional sebagai pelaku ketahanan pangan dan Wahyu Tulus Nugroho sendiri sebagai penyuluh pendamping P2KP tahun 2012 dan THL-TBPP Teladan Tahun 2013 lalu. Inilah sekilas prestasi motivator dan narasumber pada Diklat Bagi Penyuluh tentang Pangan dan Gizi. Diklat yang difasilitasi Setbakorluh Provinsi Jawa Tengah ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 27-28 September 2013, bagi penyuluh yang ada di BP3K Mojosongo bertempat di Hotel Boyolali Indah. Diklat ini hanya dilaksanakan di tiga kabupaten, Boyolali, Pati dan Batang. Diklat yang dibuka Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Boyolali yang diwakili Kabid Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Pomo, SP. MSi mengatakan bahwa masalah ketahanan pangan sangat urgen dan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini mengingat akibat berlebih dalam mengkonsumsi beras, maka Indonesia menempati posisi keempat dunia dengan jumlah penderita diabetes. Batapa tidak. Dengan angka konsumsi sebesar 137,3 kg/kapita/tahunnya menyebabkan tekanan pada devisa negara guna mencukupi bahan pangan jenis ini. "Sudah saatnya kita mengurangi beras sebagai bahan pangan pokok, dengan jalan pola makan "one day no rice", ujarnya. Materi Diklat antara lain Pengolahan Singkong Sebagai Bahan Aneka Olahan, Teknologi Pengolahan Pangan Berbasis Konsumsi Pangan Lokal, Kebijakan Ketahanan Pangan dan Gizi, Konsumsi Pangan Dengan Prinsip B2SA, Analisis Konsumsi Pangan Menuju Pola Pangan Harapan (PPH) dan Keamanan dan Mutu Pangan Segar. (Sutiyo Purwono)