Loading...

Dirjen Perlindungan Perkebunan Kementan Resmikan Kegiatan Mitigasi dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Kecamatan Kubu

Dirjen Perlindungan Perkebunan Kementan Resmikan Kegiatan Mitigasi dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Kecamatan Kubu
Direktur Perlindungan Perkebunan, Dirjen Perlindungan Perkebunan Kementan, Ardi Praptono, SP, M.Agr, meresmikan kegiatan Mitigasi dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim (MADPI) di Kelompok Tani Suli Gading, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu pada Rabu, 21 April 2021. Kegiatan peresmian ini juga sekaligus menyerahkan sepenuhnya kegiatan dan hasilnya untuk dikelola oleh kelompok. Turut hadir juga dalam kegiatan ini yaitu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Povinsi Bali, Assisten II Bupati Karangasem, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem beserta jajarannya, Camat Kubu, Perbekel Desa Baturinggit, anggota poktan Suli Gading, serta beberapa petani undangan di Kabupaten Karangasem yang akan memperoleh bantuan kegiatan dari Dirjen Perkebunan. Kegiatan MADPI ini diusulkan oleh kelompok bersangkutan bersama PPL setempat, I Gede Sudewa, STP, dan Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem yang dananya bersumber dari anggaran pusat Dirjen Perkebunan sebesar Rp. 135.000.000,00 ditambah paket kegiatan berupa hibah bibit Ternak Kambing PE dan mesin Pencacah Pupuk Kompos. Anggaran terbagi menjadi beberapa kegiatan yaitu Pembangunan Embung Penampung Air sebesar Rp. 90.000.000,00; Pembangunan Kandang Komunal Kambing sebesar Rp. 15.000.000,00, dan Pembangunan Rumah Kompos sebesar Rp. 30.000.000,00. Dengan pemberian bantuan ini, Anggota Poktan Suli Gading sangat bersemangat untuk melaksanakan dan mengembangkan kegiatan MADPI ini, terbukti dengan adanya swadaya dari kelompok terkait penambahan beberapa bagian bangunan sebesar Rp. 30.000.000,00. Kegiatan ini mulai dilaksanakan dari bulan Februari 2021 dan berakhir pada April 2021. Adapun tujuan dimohonkannya kegiatan MADPI ini adalah untuk membantu meringankan beban kelompok dalam pemenuhan kebutuhan air untuk tanaman utamanya mete, untuk meningkatkan ekonomi keluarga petani lewat pengembangan ternak kambing, serta untuk memberikan tambahan pupuk organic ke tanaman lewat pengolahan kotoran ternak tersebut. Selain pembangunan fisik, poktan Suli Gading juga mendapat kegiatan pembinaan dan pembelajaran berupa pelatihan pembuatan pupuk organic dan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dari Daun Gamal yang disampaikan oleh PPL setempat, pemateri dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Povinsi Bali dan narasumber dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem. Pelatihan ini dilaksanakan selama sehari penuh pada bulan Maret 2021 di balai Kelompok Tani Suli Gading. Kegiatan peresmian ini juga digabung dengan kegiatan lain Dirjen Perkebunan yaitu penyerahan secara simbolis kegiatan Pengembangan Bibit Kapas dan Peremajaan Tanaman Mete di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Abang yang merupakan sentra pengembangan komoditas tersebut serta kegiatan pameran hasil produk perkebunan yang ada di Kabupaten Karangasem. Penyerahan diberikan kepada perwakilan kelompok yang diundang untuk hadir mengikuti acara peresmian tersebut yaitu dari Kecamatan Kubu Kegiatan Peremajaan Mete terdiri dari Subak Abian Pandan Sari – Desa Dukuh, Subak Abian Giri Celagi – Desa Dukuh, dan Subak Abian Bhuana Kusuma – Desa Dukuh; Kegiatan Pengembangan Kapas yaitu Poktan Pula Sari – Desa Tulamben; serta dari Kecamatan Abang Kegiatan Pengembangan Kapas yaitu Poktan Adi Merta Wantilan dan Poktan Merta Sari Bulakan. Acara dimulai dengan pembukaan papan nama kegiatan kelompok, kemudian kunjungan ke kandang ternak kambing dan uji coba mesin pencacah kotoran ternak, selanjutnya ke stand pameran produk perkebunan milik kelompok tani di Kabupaten Karangasem, lalu penyampaian laporan kegiatan dari Kepala Distan dan Ketahan Pangan Provinsi Bali yang diwakili oleh Kabid Perkebunan, dan sambutan-sambutan dari Bupati Karangasem yang diwakilkan oleh Assisten II, kemudian sambutan dari Dirjen Perkebunan yang diwakili oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, serta peresmian kegiatan serta penyerahan simbolis kegiatan Dirjen Perkebunan. Setelah istirahat siang, acara dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang materi Mitigasi dan Adaptasi Dampak Perubahan Iklim dari tim BMKG Provinsi Bali. Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi Tanya jawab dan terakhir penutupan acara. Selama acara berlangsung, pelaksanaan kegiatan tetap mengikuti protocol kesehatan antisipasi penyakit Covid-19 dengan menerapkan cuci tangan, penggunaan masker, dan menjaga jarak. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani mampu mengurangi pengeluaran terkait biaya usahatani seperti air dan pupuk organic sehingga pendapatan petani lebih meningkat yang juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani anggota. (janu)