Sejumlah teknologi pertanian yang dihasilkan oleh Balitbangtan diantaranya telah digunakan secara luas dan terbukti menjadi tenaga pendorong utama pertumbuhan dan perkembangan usaha dan sistem agribisnis berbagai komoditas pertanian. Namun demikian dari evaluasi eksternal maupun internal menunjukkan bahwa kecepatan dan tingkat pemanfaatan inovasi yang dihasilkan Balitbangtan cenderung melambat, bahkan menurun.Mengingat capaian produksi gula yang relatif masih rendah tersebut, maka upaya memenuhi kebutuhan gula nasional yang telah dilakukan pemerintah selama ini, masih harus terus dilakukan. Peluang untuk meningkatkan produktivitas tebu di Indonesia masih terbuka melalui upaya peningkatan produktivitas, karena rata-rata produktivitas tebu nasional masih dibawah potensinya. Dari laporan DGI, produktivitas tebu nasional baru 72 ton/hektar dengan rendemen 7,69 persen. Sementara potensi produktivitas tebu dapat mencapai 120 ton/hektar dengan rendemen gula di atas 9 persen.Tantangan industri gula kedepan diantaranya : kebutuhan gula nasional misalnya untuk tahun 2014 harus dipenuhi pada tahun 2014 sebesar 5.700.000 ton, keterbatasan tenaga kerja, petak olah sempit di lahan pengembangan, kapasitas dan efisiensi pabrik masih di bawah sasaran, meningkatnya transaksi penjualan tebu. Untuk mencapai target produksi 5,7 juta ton gula diperlukan : a). Ada tambahan lahan seluas 350.000 – 500.000 ha khususnya di luar Jawa. B). Revitalisasi Pabrik Gula khususnya milik BUMN. dan c). Ada tambahan pembangunan PG Baru 10 – 15 unit dengan kapasitas rata-rata 10.000 TCD.Permasalahan dalam pengembangan tebu di kabupaten Malang guna mencapai swasembada gula diantaranya : (1) keterbatasan tenaga kerja, (2) rataan rendahnya produktivitas tebu rakyat dibandingkan dengan potensi hasilnya. Serangkaian kegiatan pengembangan tebu dalam rangka pencapaian swasembada gula telah dilakukan meliputi: (1) ekstensifikasi khususnya dilahan-kering, (2) pembangunan UPPO, (3) penguatan Kelembagaan : KPTR (koperasi petani tebu rakyat), dan (5) penataan varietas.Dari aspek ekonomi secara keseluruhan, kabupaten Malang merupakan wilayah di provinsi Jawa Timur yang potensial; untuk pengembangan tebu. Hasil pengkajian usahatani tebu dengan cara tanam juring ganda yang ditumpangsarikan dengan bawang merah mampu meningkatkan pendapatan pendapatan petani selama tanaman tebu belum panen, di Sampang mampu mendapakan pendapatan sebesar Rp 11.066.000 (R/C rasio 1,33). Di pandang dari sisi komunikasi dan diseminasi, penyebab kegagalan program di masa yang lalu adalah lemahnya strategi komunikasi yang di bangun antara pelaku inovasi. Dengan kata lain, bahwa rancangan media dan metode komunikasi yang dipilih dan disajikan ke pelaku utama inovasi, yang kurang tepat. Perlu diketahui bahwa kegagalan komunikasi dapat diidentifikasi dalam empat hal yaitu : (a) pesan inovasi dan program yang disampaikan kurang mengenai sasaran serta banyak pesan inovasi yang disampaikan pada pelaku utama masih mempunyai beberapa kelemahan, (b) pemilihan saluran dan media komunikasi yang kurang tepat, (c) komunikasi yang dirancang oleh pembuat program mengabaikan partisipasi dan aspirasi masyarakat (top down), menyebabkan inovasi yang disosialisasikan dalam bentuk komunikasi satu arah, tidak ada timbal balik. dan (d) pemilihan metode belajar untuk merubah perilaku masyarakat yang kurang sesuai.Layaknya suatu inovasi teknologi sebelum diimplementasikan di kalangan pelaku utama, memerlukan kegiatan sosialisasi terlebih dahulu dengan berbagai media dan metode yang tepat. Setelah itu pembawa pesan, masih perlu melakukan pengawalan dan pembimbingan kepada pelaku utama inovasi di lapangan. Proses pengambilan keputusan dalam suatu sistem sosial tidak bersifat authoritative maupun collective, tetapi masing-masing anggota sistem sosial tersebut akan menentukan sendiri secara kreatif dan inovatif keputusan pada level individualnya. Lazimnya proses pengambilan keputusan kreatif yang dialami oleh anggota sistem sosial terdiri dari lima (5) tahapan, yaitu knowledge, persuasion decision, implementation, dan confirmation. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Ditjenbun. 2015. Pedoman Budidaya Tebu Giling Yang Baik (GAP on Sugar cane). Kementan. Jakarta2. Sumber gambar berasal dari suluhtani.com