Loading...

Diversifikasi Usaha Budidaya Ayam Buras

Diversifikasi Usaha  Budidaya Ayam Buras
Budidaya ayam buras sudah cukup lama ditekuni oleh masyarakat diperdesaan secara turun temurun. Pola pengelolaan budidaya ayam buras dilakukan secara sederhana tradisional masih sekedar tabungan dan akan dijual bila petani sedang membutuhkan keuangan .keluarga, mengelola usahatani atau pembayaran kebutuhan sekolahBeragam jenis budidaya ayam buras dapat dikelola sebagai lahan sumber penghasilan pendapatan penghasilan keluarga. Dengan sentuhan teknologi yang dianjurkan dan mampu merubah pola budidaya ayam buras sederhana akan memberikan keuntungan pada usaha pengelolaan usaha budidaya ayam buras. Beberapa budidaya ayam buras yang dapat dideversikasikan sebagai alternatif pilihan usaha diantaranya 1) sebagai penghasil telur konsumsi, 2) sebagai penghasil telur tetas, 3) sebagai penghasil DOC, 4) sebagai penghasil ayam pedaging, 1, Ayam Buras Sebagai Penghasil Telur KonsumsiPenghasil telur konsumsi sebenarnya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan melihat makin bertambahnya konsumen yang beralih ke bahan pangan organik termasuk juga telur organik. Sasaran konsumen produksi telur ayam buras adalah konsumen penggemar telur ayam buras juga pedagang penjual jamu tradisional.Untuk bisa menghasilkan telur konsumsi petani pengelola budidaya ayam buras dapat merubah pola budidaya ayam buras yang selama ini diumbar dialihkan ke pola budidaya semi intensif dan intensif. Pola usaha ayam buras semi intensif dapat dilakukan dengan mengelola usaha ayam buras menggunakan kandang berpagar yaitu disekitar kandang ayam buras diberikan pagar keliling dan disediakan lahan umbaran diberikan kandang istirahat dan dilengkapi dengan pemberian pakan dan minum yang cukup. Lahan umbaran dapat digunakan untuk tempat bermain ayam buras di siang hari saat udara tidak panas dan tidak hujan. Selain menggunakan kandang ranch ayam buras penghasil telur konsumsi juga bisa menggunakan kandang batterai. Di lahan umbaran disediakan tempat pakan dan air minum bersih. Pemberian pakan pada ayam buras dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari dan untuk pakan anak ayam dilakukan 3-4 kali. jumlah pemberian pakan 15 gram/ekor/hari, ayam umur 1-3 minggu diberikan 30 gram/ekor/hari, umur 3-5 minggu sejumlah 60 gram/ekor /hari. Untuk ayam umur 6 minggu sampai menjelang bertelur ayam pakan yang diberikan 80 gram/ekor/hari untuk ayam dewasa diberikan pakan 100 gram/ekor/hari. 2) Ayam Buras Sebagai Penghasil Telur TetasAyam buras betina selain menghasilkan telur konsumsi juga bisa dikelola sebagai penghasil telur tetas. Mengelola usaha ayam buras penghasil telur tetas diperlukan ayam buras jantan berada dalam satu lokasi kandang dengan ayam buras beina supaya bisa menghasilkan telur fertil yaitu telur yang mengandung benih atau telur bibit yang bisa ditetaskan. Lahan yang digunakan budidaya ayam buras penghasil telur tetas adalah lahan umbaran berpagar model ren yaitu lahan umbaran sebagai tempat bermain ayam buras di siang hari saat udara tidak panas dan tidak hujan. Selain kandang ren juga diperlukan kandang istirahat berupa kandang postal atau kandang koloni. Jika pilihan pada pada kandang postal dianjurkan perbandingan ratio jumlah ayam jantan dan betina 1 : 7- 8 artinya seekor ayam pejantan mampu mengawini 7 - 8 ekor ayam betina. Untuk pilihan kandang koloni perbandingan jumlah ayam jantan dan betina 1 : 5 yaitu seekor ayam jantan mampu mengawini 5 ekor ayam betina.Peralatan kandang ayam buras seperti tempat pakan dan minum harus selalu tersedia dikandang umbaran dengan pemberian pakan diberikan dua kali sehari pagi dan sore hari.Peralatan kandang lainnya yang juga harus tersedia pada pola budidaya penghasil telur tetas adalah sangkar bertelur yang disediakan sejumlah ayam buras betina dewasa. Telur tetas ayam buras harus berasal dari telur yang baru ditelurkan maksimal waktu penyimpanan telur 7 hari, berat telur 65 gram bentuk telur normal dan dalam keadaan bersih. 3) Sebagai Penghasil anak ayam/ DOCPetani pengelola penghasil telur tetas bisa mengembangkan usaha penghasil anak ayam sehari yang biasa dikenal dengan nama KURI ( kutuk sehari ) atau DOC. Penetasan telur bisa dilakukan secara alami menggunakan induk ayam buras yang sifat mengeramnya timbul atau menggunakan mesin tetas. Masa penetasan ayam buras baik secara alami maupun menggunakan mesin tetas sama sama membutuhkan waktu 21 hari.Telur yang akan digunakan untuk menghasilkan anak aam harus berasal dari hasil peneasan maksimal 7 hari dengan berat telu 65 gram. Telur yang akan ditetaskan harus terbebas dari kotoran,dianjurkan sebaiknya mengguakan telur tetas berasal dari kandang ayam buras yang sangkar telurnya dalam keadaan bersih dan kering . Dianjurkan telur yang kotor jangan digunakan untuk telur tetas, karena setelah telur dicuci akan berakibat menghilangkan selaput pelindung pada telur berakibat lubang kulit telur membesar dan terjadinya penguapan yang berdampak pada telur tidak bisa menetas.Jika penetasan telur ayam menggunakan mesin tetas, suhu mesin tetas, selama pengeraman sampai 18 hari, temperatur harus mencapai 99,7 derajat Farenheid. Selama pengeraman suhu mesi tetas tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah karena itu akan berpengaruh pada hasil penetasan Priwanti PP BPPSDMP KementanSumber :1. Teknologi Budidaya Ayam Buras Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 20082. Dr Ir Jein Rinny Leke MP, Penerapan IPTEKS Ternak Ayam Buras Melalui Penetasan Telur, Layout Unsrat Press 2016