Loading...

DIVERSIFIKASI USAHATANI KOPI MELALUI TUMPANG SARI

DIVERSIFIKASI USAHATANI KOPI MELALUI TUMPANG SARI
Tanaman kopi atau coffea sp di Indonesia sebagian besar merupakan perkebunan milik rakyat dengan penerapan teknologi sangat terbatas. Dalam era perdagangan bebas mutu komoditas kopi menjadi penentu daya saing dipasar ekspor maupun pasar domestik. Mengingat keterbatasan kemampuan petani dalam teknologi pengolahan, produk kopi yang dihasilkan petani sampai saat ini harganya masih dan belum mampu bersaing di pasar internasional sehingga pendapatan petani masih masih rendah, Untuk itu petani kopi perlu melakukan diversifikasi usahatani seperti melakukan tumpang sari antara tanaman kopi dengan tanaman semusim atau dengan tanaman tahunanatau integrasi dengan ternak. Tumpang sari antara tanaman kopi dengan tanaman semusim1. Tumpang sari dilakukan pada saat tanaman kopi belum menghasilkan dimana tajuk kopi belum saling menutup atau selama iklim mikro masih memungkinkan;2. Pada lahan datar untuk usaha tani yang bersifat permanendilakukan dengan sistim budidaya lorong (alleycropping). Pada tiap 3-5 barisan kopi disediakan lorong dengan lebar 8 m untuk tanaman tumpang sari;3. Tanaman semusim yang dapat di tumpang sarikan yaitu tanaman sayuran (tomat dan cabai), palawija (jagung dan kacang-kacangan), terong belanda, tembakau, dan umbi-umbian. Tanaman jagung yang mempunyai pertumbuhan tinggi dapat berfungsi sebagai penaung sementara yang cukup efektif;4. Tanaman kopi juga dapat ditumpang sarikan dengan tanaman rempah seperti kunyit, jahe dan lain-lainLimbah tanaman semusim dimanfaatkan untuk pupuk hijau atau mulsa kopi. Tumpang sari tanaman kopi dengan tanaman tahunan1. Tanaman tahunan yang ditanam untuk tumpang sari dipilih yang memiliki kanopi tidak terlalu rimbun, daun berukuran kecil/sempit memanjang agar dapat memberikan cahaya diffuse dengan baik;2. Bukan merupakan tanaman inang hama dan penyakit pada kopi;3. Merupakan pohon penaung produktif yang ditanam dengan jarak 10 m x 10 m tergantung besarnya tajuk tanaman;4. Pohon produktif yang biasa digunakan pada kopi Arabika antara lain jeruk, sedang untuk kopi Robusta dapat dengan petai, jengkol, pisang, alpukad, jeruk karet, lada dan kelapa. Tanaman kopi integrasi dengan ternak. 1. Jenis ternak dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan kebun;2. Jenis ternak yang dapat diintegrasikan di kebun kopi yaitu kambing/domba, sapi, babi dan lebah, sebaiknya ternak di pelihara secara intensif di dalam kandang;3. Limbah kopi selain dimanfaatkan untuk pupuk, juga dapat diolah sebagai pakan ternak. Untuk pakan hijauan dapat diperoleh dari hasil pangkasan tanaman kopi dan penaung, maupun gulma yang dapat digunakan secara langsung;4. Limbah/kotoran ternak dapat digunakan sebagai pupuk organic pada tanaman kopi. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik (Good Agriculture Practises/GAP on Coffee); 2) Dihimpun dari beberapa sumber